investigasi88.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo mempercepat penyelesaian pembangunan gedung pos jaga pos pantau terpadu di Simpang Empat Randupangger. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 19 November 2025 itu ditargetkan rampung pada 18 Desember 2025, seiring meningkatnya kebutuhan pengamanan dan pengaturan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di sisi barat lokasi pembangunan dan menghadap ke arah selatan, pembangunan pos pantau tersebut dilaksanakan oleh CV Abdi Karya dengan nilai anggaran dari APBD Kota Probolinggo sebesar Rp137 juta. Proyek ini berada di bawah pengawasan CV Vertikal, sementara perencanaan teknis dilakukan oleh PT Muara Karya Konsultan.
Pantauan di lapangan menunjukkan pengerjaan bangunan telah memasuki tahap akhir atau finishing. Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan bagian-bagian akhir bangunan, mulai dari pengecatan, pemasangan fasilitas pendukung, hingga penataan area sekitar pos pantau.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dishub Kota Probolinggo, Daroji, memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Ia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu apabila pengerjaan terus dikebut secara maksimal hingga batas akhir kontrak.
“Kami yakin pengerjaan ini akan selesai tepat waktu. Saat momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru, pos pantau ini bisa langsung difungsikan. Kami bersama stakeholder lintas sektoral dapat melaksanakan pengamanan Nataru bersama di Simpang Empat Randupangger, yang sebelumnya sudah lama tidak terpakai,” ujar Daroji saat ditemui di kantornya, Selasa (16/12/2025).
Menurut Daroji, keberadaan pos pantau terpadu di kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada periode rawan kepadatan kendaraan seperti libur akhir tahun. Simpang Empat Randupangger dikenal sebagai salah satu titik krusial pergerakan kendaraan di Kota Probolinggo.
“Persimpangan ini merupakan jalur penghubung antarwilayah, baik Surabaya–Banyuwangi maupun Surabaya–Jember yang melintasi Kota Probolinggo. Karena itu, kawasan ini menjadi titik strategis untuk pemantauan arus lalu lintas bersama pihak kepolisian,” tuturnya.
Ia menambahkan, pos pantau terpadu tersebut juga akan difungsikan sebagai sarana pengendalian kendaraan bertonase besar agar tidak masuk ke wilayah kota. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, mengurangi potensi kemacetan, serta meminimalkan kerusakan infrastruktur jalan akibat beban berlebih.
“Dengan adanya pos pantau ini, kami bersama kepolisian dapat melakukan pengawasan lebih optimal, termasuk membatasi kendaraan bertonase besar agar tidak melintas ke arah pusat kota,” katanya.
Dishub Kota Probolinggo berharap, setelah rampung dan beroperasi, pos pantau terpadu Simpang Empat Randupangger dapat menjadi pusat koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan lalu lintas. Selain mendukung pengamanan Nataru, fasilitas ini juga diharapkan berfungsi jangka panjang sebagai bagian dari sistem manajemen lalu lintas terpadu di Kota Probolinggo.
(Bambang/Fahrul Mozza)







