banner 728x250

Dorong Ekonomi Keluarga, DKUPP Probolinggo Latih 50 Pelaku UMKM Wanita di Wonomerto

Dorong Ekonomi Keluarga, DKUPP Probolinggo Latih 50 Pelaku UMKM Wanita di Wonomerto
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Upaya memperkuat kemampuan perempuan pelaku usaha terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hal itu terlihat dari pelatihan industri olahan ikan berbasis Good Manufacturing Practices (GMP) yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo bagi pelaku industri kecil wanita di Kecamatan Wonomerto, Kamis (4/12/2025).

Bertempat di Aula Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Wonomerto, kegiatan tersebut diikuti 50 pelaku usaha mikro dari berbagai desa. Mereka mendapatkan materi langsung dari narasumber Anindya Rizky dari Strive Indonesia serta pelaku UMKM “D’Minian”, Wahyu Winarti, yang membagikan pengalaman praktik pengolahan ikan berkualitas dan strategi pemasaran produk.

banner 325x300

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo, Aditia Arya Guntoro bersama Camat Wonomerto, Rasyidhi, menyerahkan sertifikat pelatihan dan kewirausahaan kepada sejumlah peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif para pelaku UMKM perempuan.

Camat Wonomerto: Pemerintah Hadir Perkuat Ekonomi Keluarga

Camat Wonomerto, Rasyidhi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang dinilainya terus memberikan ruang belajar bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Wonomerto.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui DKUPP yang telah menghadirkan pelatihan bagi UMKM di Kecamatan Wonomerto. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan keterampilan mengolah ikan,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, tetapi menjadi modal penting bagi ibu-ibu pelaku industri rumahan agar lebih produktif dan mampu bersaing secara pasar. Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat ditularkan ke desa-desa lain.

“Harapan kami, ilmu ini dapat diterapkan secara luas oleh UMKM sehingga mampu menambah omset keluarga. Terima kasih atas seluruh dukungan yang diberikan,” tambahnya.

Fokus Program 2026: UMKM Perempuan dan Revitalisasi Pasar Rakyat

Sementara itu, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kepala Bidang Usaha Mikro, Aditia Arya Guntoro, memaparkan bahwa fokus DKUPP pada tahun 2026 akan diarahkan pada penguatan UMKM perempuan dan revitalisasi pasar rakyat. Hal ini selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo yang menempatkan sektor usaha mikro sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami terus mensinergikan berbagai kegiatan, meskipun anggarannya ada di luar bidang UMKM. Prinsipnya, seluruh kegiatan saling mendukung agar selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo,” jelasnya.

Aditia menegaskan bahwa DKUPP menargetkan pembinaan terhadap 2.000 UMKM perempuan pada tahun 2026. Pembinaan tersebut meliputi pelatihan wirausaha pemula, pendampingan legalitas seperti NPWP, P-IRT, hingga sertifikasi halal, serta penguatan sektor produksi.

Selain itu, arah kebijakan DKUPP juga bersifat lintas bidang dengan menitikberatkan pada revitalisasi pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Setiap UMKM nantinya akan didukung melalui pojok UMKM di pasar dan pendampingan berkelanjutan dalam produksi, pengemasan, hingga penguatan kelembagaan koperasi.

“Harapannya marwah pasar rakyat dapat tumbuh kembali,” lanjut Aditia.

Siapkan 10 Pusat UMKM dan Digitalisasi Si Madu

DKUPP juga menyiapkan pengembangan 10 pusat UMKM berbasis rumah ekonomi kreatif. Lokasi tersebut akan menjadi pusat terpadu pendampingan, pengemasan, hingga pemasaran produk berbasis teknologi.

Tidak hanya itu, proses pendampingan akan diperkuat melalui digitalisasi UMKM. DKUPP tengah meningkatkan performa aplikasi Si Madu, yang diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat layanan mandiri bagi pelaku usaha, mulai dari pendaftaran UMKM, manajemen produk, hingga validasi otomatis oleh DKUPP.

“Aplikasi Si Madu sedang kami tingkatkan agar tidak hanya menjadi etalase digital. Sistem ini dirancang untuk mempermudah UMKM mendaftar tanpa harus datang ke kantor. Semoga dapat digunakan mulai awal tahun 2026,” pungkasnya.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata Pemkab Probolinggo dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan dan memperkuat posisi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *