banner 728x250

Program Desa Berdaya 2025 Hadir di Probolinggo, Jatiurip Kembangkan Peternakan Ayam Petelur Terpadu

Program Desa Berdaya 2025 Hadir di Probolinggo, Jatiurip Kembangkan Peternakan Ayam Petelur Terpadu
banner 120x600
banner 468x60

investigasi88.com – Pemerintah Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, secara resmi meluncurkan Jatiurip Farm, sebuah peternakan ayam petelur yang ditetapkan sebagai ikon desa tematik dalam rangka Program Desa Berdaya Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Senin (15/12/2025). Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Peluncuran Jatiurip Farm menandai komitmen Desa Jatiurip dalam mengembangkan model pembangunan ekonomi desa yang terintegrasi, produktif, dan berbasis usaha. Desa Jatiurip tercatat sebagai satu dari enam desa di Kabupaten Probolinggo yang memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya Tahun 2025, sebuah program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang difokuskan pada penguatan jejaring perekonomian desa melalui pengembangan desa tematik.

banner 325x300

Program Desa Berdaya sendiri hanya dapat diakses oleh desa yang telah menyandang status Desa Mandiri, sebagaimana hasil pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Status tersebut menjadi indikator kesiapan desa dalam mengelola sumber daya, tata kelola pemerintahan, serta pengembangan ekonomi secara berkelanjutan.

Peresmian Jatiurip Farm dihadiri oleh Camat Krejengan Bambang Heriwahjudi, JF PSM Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Sjahrul Huda, unsur Forkopimka Krejengan, serta para pemangku kepentingan Desa Jatiurip. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi desa yang berorientasi jangka panjang.

Kepala Desa Jatiurip, Moh. Hendrik, menjelaskan bahwa pemilihan peternakan ayam petelur sebagai desa tematik didasarkan pada analisis potensi ekonomi desa dan kebutuhan ketahanan pangan masyarakat. Melalui BKK Program Desa Berdaya Tahun 2025, pemerintah desa membangun kandang ayam petelur berkapasitas 350 ekor ayam usia 13 minggu.

“Peternakan ayam petelur ini kami siapkan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan desa sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi desa. Ayam-ayam tersebut diperkirakan mulai berproduksi pada usia 16 minggu,” ujar Hendrik.

Ia menambahkan, kandang ayam dari Program Desa Berdaya dibangun berdampingan dengan kandang ayam petelur dari Program Ketahanan Pangan Desa yang telah lebih dulu berjalan. Kandang tersebut berisi 560 ekor ayam petelur yang sudah memasuki masa produksi. Seluruh area peternakan yang berada di belakang Kantor Desa Jatiurip tersebut kemudian dikemas dalam satu kawasan bernama Jatiurip Farm.

“Pengembangan Jatiurip Farm diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pengelolaannya akan melibatkan BUM Desa Anugerah Sejati Urip, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, bukan hanya sebagai produksi pangan, tetapi juga sebagai sumber pendapatan desa yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Krejengan Bambang Heriwahjudi mengapresiasi langkah inovatif Pemerintah Desa Jatiurip dalam membangun klaster ketahanan pangan yang terintegrasi. Menurutnya, pemanfaatan tanah kas desa untuk pengembangan sektor pangan mencerminkan komitmen kuat desa dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat.

“Alhamdulillah, Desa Jatiurip telah membangun klaster ketahanan pangan yang cukup lengkap dan terpusat di sekitar Kantor Desa. Ini menjadi contoh baik bagaimana aset desa dikelola secara produktif untuk kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa klaster ketahanan pangan Desa Jatiurip tidak hanya terbatas pada peternakan ayam petelur, tetapi juga mencakup budidaya ikan lele, serta pengembangan sektor pertanian dan perkebunan seperti buah kelengkeng, alpukat, aneka sayuran, padi, dan jagung. Keberagaman komoditas tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan pangan warga secara berkelanjutan.

“Dengan adanya peternakan, perikanan, hortikultura, dan tanaman pangan dalam satu kawasan, Desa Jatiurip tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat,” tambahnya.

Bambang juga menilai langkah Desa Jatiurip sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis. “Apa yang dilakukan Desa Jatiurip sangat relevan dengan program nasional. Harapannya, model seperti ini bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Kecamatan Krejengan,” katanya.

Di sisi lain, JF PSM Ahli Muda DPMD Kabupaten Probolinggo, Sjahrul Huda, menekankan pentingnya tertib administrasi pasca peresmian program. Ia mengingatkan Pemerintah Desa Jatiurip agar segera menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan dan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Program Desa Berdaya Tahun 2025.

“Dokumen tersebut harus segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur melalui Dinas PMD Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan program,” ujarnya.

Melalui peresmian Jatiurip Farm, Desa Jatiurip diharapkan semakin mempertegas posisinya sebagai desa mandiri yang inovatif, produktif, dan berdaya saing. Program Desa Berdaya dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *