Probolinggo – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan. Selasa (9/12/2025), jajaran pengamanan Rutan kembali melaksanakan penggeledahan kamar hunian bimbingan kerja (bimker) sebagai langkah preventif guna memastikan area pemasyarakatan benar-benar steril dari barang-barang terlarang.
Penggeledahan yang berlangsung tertib dan terkoordinasi ini dipimpin oleh Tim Pengamanan Rutan dengan melibatkan sejumlah petugas dari berbagai seksi terkait. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tempat tidur, lemari penyimpanan barang pribadi, hingga area-area kecil yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang yang tidak semestinya.
Fokus penggeledahan diarahkan pada potensi keberadaan alat komunikasi ilegal, benda tajam, serta barang-barang berisiko lain yang dapat mengancam stabilitas keamanan di lingkungan Rutan. Seluruh barang milik warga binaan diperiksa tanpa terkecuali, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesionalitas.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa penggeledahan rutin merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam menjaga integritas pelaksanaan pembinaan di dalam Rutan.
“Penggeledahan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang. Seluruh proses dilaksanakan secara profesional dan mengacu pada SOP yang berlaku,” ujar Galih.
Senada dengan itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kraksaan, M. Azis Yulianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan tidak ada celah yang berpotensi mengganggu keamanan maupun menghambat jalannya program pembinaan.
“Tim pengamanan bergerak sesuai SOP. Setiap sudut kamar bimker kami periksa dengan detail. Kami ingin memastikan tidak ada potensi gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan pembinaan,” ungkap Azis.
Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, petugas tidak menemukan satu pun barang terlarang di area hunian bimker. Kondisi ini menjadi indikasi positif bahwa sistem pengawasan internal berjalan efektif dan mendapat dukungan penuh dari warga binaan.
Galih berharap kegiatan tersebut dapat terus menjaga situasi Rutan tetap kondusif, sekaligus menjadi bentuk implementasi nyata pelayanan pemasyarakatan yang profesional dan transparan.
“Upaya ini adalah bagian dari layanan pemasyarakatan yang berorientasi pada peningkatan keamanan serta kenyamanan baik bagi petugas maupun warga binaan,” pungkasnya.
Kegiatan penggeledahan ditutup dengan apel evaluasi dan penguatan komitmen agar seluruh jajaran tetap sigap dalam menjalankan tugas menjaga keamanan Rutan. (Bambang)







