Probolinggo – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-279, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menggelar Lomba Gacoran Perkutut Lokal di area parkir Pasar Banyuanyar pada Minggu (4/5/2025).
Bekerja sama dengan Paguyuban Pelestari dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Probolinggo Raya, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi pecinta burung perkutut, tetapi juga merupakan strategi DKUPP untuk menggerakkan sektor riil dan mendukung program unggulan SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing) Ekonomi yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Tercatat sebanyak 936 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur turut ambil bagian, seperti dari Banyuwangi, Malang, Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang, hingga Jember. Mereka bertanding di delapan kategori lomba, antara lain Point 50 Lokal Alam, Gacoran Lokal Alam, Point 200 Bebas, Gacoran Bebas, Point 150 Bebas, Point 50 Bebas dan Point 150 B Bebas. Antusiasme peserta yang tinggi menandakan bahwa kegiatan ini berhasil menjadi magnet sekaligus media pelestarian budaya serta penggerak roda ekonomi lokal.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari 100 Event Unggulan yang diinisiasi Bupati Probolinggo, sebagai upaya untuk menggairahkan aktivitas ekonomi masyarakat di akar rumput.
“Melalui lomba gacoran perkutut lokal ini, kami sedang menghidupkan pasar rakyat dan memberikan ruang nyata bagi pelaku usaha kecil, pedagang, serta komunitas hobi untuk terlibat dalam perputaran ekonomi. Ini adalah model pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Taufik.
Tak hanya perlombaan, panitia juga menyediakan hadiah menarik sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Paket sembako berisi beras, minyak goreng dan telur dibagikan secara gratis, serta doorprize utama berupa satu ekor sapi dan sangkar elektronik yang menjadi daya tarik utama bagi peserta dan pengunjung.
Taufik menambahkan bahwa DKUPP berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai jembatan antara komunitas, pelaku UMKM, dan pasar tradisional. “Kami tidak hanya fokus pada lomba. Lebih dari itu, kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup, di mana para pedagang pasar mendapatkan pemasukan, pelaku UMKM memperoleh promosi, dan komunitas hobi mendapatkan wadah berkumpul yang produktif,” jelasnya.
Menurut Taufik, SAE Ekonomi menjadi landasan dasar dalam setiap langkah pemberdayaan yang dilakukan oleh DKUPP. “Kegiatan ini selaras dengan semangat Bupati Probolinggo untuk menciptakan ekonomi yang sejahtera, aktif, dan efisien. Fokus kami adalah ekonomi kerakyatan berbasis komunitas dan pasar tradisional,” tegasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Semangat gotong royong, kecintaan terhadap hewan peliharaan tradisional, serta solidaritas antar komunitas menjadi elemen penting dalam pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami akan terus mengintensifkan kegiatan serupa yang menyentuh sektor riil, terutama pasar tradisional. Kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga memperkuat identitas lokal,” pungkas Taufik.
Dengan pelaksanaan lomba yang sukses ini, Kabupaten Probolinggo tak hanya merayakan hari jadinya dengan meriah, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai daerah yang mampu mengintegrasikan budaya, ekonomi, dan komunitas dalam satu wadah pemberdayaan yang berkelanjutan. (Bambang/*)






