Investigasi88.com // Probolinggo – Dalam rangka menanggulangi stunting dan meningkatkan ketahanan pangan berbasis gizi, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo melaksanakan penyerahan bantuan beras fortifikasi kepada ibu hamil (bumil) dan balita di bawah dua tahun (baduta). Kegiatan ini digelar pada Rabu (30/4/2025) di Pendopo Kecamatan Banyuanyar, sebagai bagian dari upaya intervensi kewaspadaan pangan dan gizi yang dilakukan melalui sistem deteksi dini (early warning system).
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara DKP, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Kecamatan Banyuanyar. Keterlibatan Puskesmas Banyuanyar dan Klenang bersama nutrisionis turut berperan penting dalam pendataan penerima bantuan, yang berfokus pada kelompok rentan stunting.
Bantuan yang disalurkan berupa beras fortifikasi jenis Fortivit, yaitu beras yang telah diperkaya dengan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, zinc, dan vitamin B kompleks. Sebanyak 483 penerima manfaat, terdiri dari 372 ibu hamil dan 111 baduta dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), masing-masing menerima 20 kg beras fortifikasi.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DKP, Yahyadi, perwakilan Dinkes, DP3AP2KB, TP PKK Kabupaten Probolinggo, Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan, unsur Forkopimka, serta perwakilan PT PLN Nusantara Power UP Paiton sebagai mitra CSR.
Acara diawali dengan pengukuran dan penimbangan baduta di Puskesmas Banyuanyar, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan beras kepada ibu hamil di Pendopo Kecamatan.
Deteksi Dini Krisis Gizi
Kepala DKP Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, menjelaskan bahwa program pemberian beras fortifikasi ini merupakan bagian dari Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi yang dirancang untuk mendeteksi dini potensi krisis gizi dalam masyarakat.
“Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi prevalensi stunting, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di kalangan masyarakat rentan melalui penyediaan pangan bergizi. Ini adalah langkah strategis dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Yahyadi.
Yahyadi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power UP Paiton atas kontribusinya melalui program CSR yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut demi terciptanya masyarakat Kabupaten Probolinggo yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Prioritas Pembangunan Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo, menegaskan bahwa pencegahan stunting telah menjadi prioritas dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Pemkab Probolinggo telah menetapkan langkah-langkah strategis, salah satunya melalui Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan Stunting. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami,” jelas Juwono.
Juwono menambahkan bahwa stunting merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia jangka panjang, baik dari segi kesehatan, kecerdasan, maupun produktivitas generasi mendatang. Oleh karena itu, pemberian beras fortifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan ibu hamil dan baduta mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang.
“Beras fortifikasi ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan mikronutrien. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil serta tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Juwono.
Ia juga berharap agar program ini dapat berlanjut dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama pada indikator harapan hidup.
Harapan dari Wilayah Penerima
Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan, menyambut baik adanya bantuan ini. Menurutnya, angka stunting di wilayahnya masih tergolong tinggi, sehingga program ini sangat membantu masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pemkab Probolinggo. Ini adalah bentuk nyata dari pemerintah yang hadir untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan baduta,” ungkap Hudan.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo dapat berkurang secara signifikan, serta mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (Bambang/*)






