banner 728x250

Belajar Empati Sejak Bangku Sekolah, Siswa SMPN 2 Kraksaan Berbagi Beras di Momentum Isra’ Mi’raj

Belajar Empati Sejak Bangku Sekolah, Siswa SMPN 2 Kraksaan Berbagi Beras di Momentum Isra’ Mi’raj
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimaknai SMP Negeri 2 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dengan aksi nyata kepedulian sosial. Melalui kegiatan bakti sosial, sekolah tersebut membagikan ratusan paket beras kepada para tukang becak yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor informal, Jumat (23/1/2026).

Sebanyak **170 paket beras**, masing-masing seberat **3 kilogram**, disalurkan langsung kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut berasal dari **sedekah para siswa kelas VII, VIII, dan IX**, yang dikumpulkan secara sukarela dengan nominal bervariasi di setiap kelas. Inisiatif ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj yang rutin digelar sekolah sebagai sarana pembelajaran nilai keagamaan dan sosial.

banner 325x300

Penyaluran bantuan dilakukan dengan cara menyusuri sejumlah titik strategis di wilayah Kecamatan Kraksaan. Rute pembagian dimulai dari **Kelurahan Patokan** di sisi barat SMPN 2 Kraksaan, dilanjutkan menuju **pertigaan Rutan Kraksaan**, kemudian bergerak ke arah timur melintasi depan **Kantor Bupati Probolinggo**.

Selanjutnya, rombongan menyusuri kawasan **pertigaan Kampung Arab**, bergerak ke arah utara hingga **Masjid An-Nur, Desa Sidopekso**, sebelum kembali ke selatan menuju **Kelurahan Kraksaan Wetan** dan **pertigaan Jalan Panglima Sudirman**. Rute berlanjut ke arah selatan menuju **Desa Rangkang**, dan berakhir di **pertigaan Kantor Kelurahan Sidomukti**.

Kepala SMP Negeri 2 Kraksaan, **Milyun Wijayanti**, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sekolah terhadap masyarakat sekitar, khususnya kelompok rentan seperti fakir miskin dan tukang becak.

“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Di saat yang sama, ini menjadi sarana untuk berbagi dan menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Milyun.

Ia menjelaskan, momentum Isra’ Mi’raj sengaja dipilih karena memiliki makna mendalam dalam pembentukan akhlak dan keimanan umat Islam. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin menanamkan keteladanan Rasulullah SAW kepada seluruh warga sekolah.

“Isra’ Mi’raj mengajarkan banyak nilai luhur, salah satunya tentang kasih sayang dan kepedulian sosial. Kami ingin nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.

Lebih jauh, Milyun menegaskan bahwa kegiatan berbagi tersebut juga menjadi bagian dari **pendidikan karakter** bagi peserta didik. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami menanamkan nilai keimanan, kebersamaan, dan gotong royong kepada para siswa. Kami berharap tumbuh kesadaran bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari karakter yang peduli, gemar berbagi, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari para tukang becak yang menerima bantuan. Selain meringankan beban ekonomi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat di sekitarnya, sekaligus menegaskan peran sekolah sebagai pusat pembentukan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

*(Bambang)*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *