Kota Probolinggo — Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H, Forkopimda Kota Probolinggo melaksanakan sidak dan pengecekan langsung di beberapa titik strategis, selasa (10/3/2026).
Adapun keempat titik tersebut yaitu Pasar Baru, Pusat perbelanjaan KDS, SPBU 53.672.22 Jl. Soekarno Hatta Kec. Kanigaran dan SPBE Bhumi Permata Indah Jl. Brantas Kel. Pilang Kec. Kademangan. Sejumlah instansi terkait, di antaranya DKUPP, Dinas Pertanian, Bulog dan BPS turut hadir mendampingi kegiatan sidak yang dipimpin oleh Wali Kota Probolinggo Dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyusuri sejumlah lapak pedagang untuk memantau secara langsung harga serta ketersediaan berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, dan komoditas lainnya.
“ Kita akan secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional, distributor, dan gudang penyimpanan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan. Pemerintah juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan atau spekulasi harga, karena tindakan tersebut dapat mengganggu stabilitas pasar dan merugikan masyarakat”, jelas Walikota.
“ Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) karena stok bahan pokok nasional dalam kondisi cukup hingga setelah Hari Raya Idul Fitri“, pungkasnya.
Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Probolinggo Kota Ipda Iwan Hardi menjelaskan, bahwa untuk stock kebutuhan bahan pokok di pasar baru relatif aman dan cukup. Hasil monitoring di pasar tradisional Kota Probolinggo terjadi kenaikan dan penurunan harga secara wajar.
“ Sedangkan untuk stok BBM di SPBU dan LPG di SPBE wilayah Kota Probolinggo dipastikan stock BBM pada saat Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 tercukupi”, jelasnya.
“ Harapan kami ketersediaan dan keterjangkauan harga Bapokting khususnya BBM dll selama Ramadan dan Idul Fitri dapat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang”, tandasnya. (Bambang/*)







