banner 728x250
TNI  

Jaga Harmoni Kota, Kasdim 0820/Probolinggo Hadiri Rakor FKUB Bahas Potensi Kerawanan Sosial

IMG-20260411-WA0037
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Upaya memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo terus digencarkan melalui sinergi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) dan halal bihalal yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sabtu (11/4).

Kegiatan tersebut dihadiri Kasdim 0820/Probolinggo Mayor Caj Aminudin Abadi, jajaran pemerintah daerah, dewan penasehat, serta pengurus FKUB. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama.

banner 325x300

Mayor Caj Aminudin Abadi menyampaikan bahwa forum ini memiliki peran penting, tidak hanya dalam memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, tetapi juga sebagai sarana dialog konstruktif dalam menghadapi potensi kerawanan sosial keagamaan.

“Forum ini menjadi media untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis, sekaligus membahas serta mensosialisasikan program kerja FKUB tahun 2026, termasuk penguatan kapasitas kelembagaan dan perluasan jangkauan kegiatan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor agar tercipta kondisi sosial yang kondusif. Menurutnya, FKUB harus terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang moderasi beragama, menjadi mediator dalam menyelesaikan potensi konflik, serta mendukung kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya merawat kerukunan umat beragama melalui pendekatan yang berkelanjutan dan sistematis. Tidak hanya melalui diskusi formal, tetapi juga melalui program edukasi yang menyentuh langsung masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa FKUB melanjutkan agenda tahun sebelumnya, yakni penguatan kapasitas kelembagaan melalui program pendidikan karakter dan keagamaan. Program ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pembinaan, tidak hanya terbatas pada perwakilan unsur agama, tetapi juga masyarakat secara luas.

“Pada tahun 2026, kami menyiapkan tiga program utama, yaitu program Eko-Lingkungan berbasis nilai keagamaan, FKUB School untuk generasi muda dalam memperkuat toleransi, serta program rumah ibadah ramah anak,” jelasnya.

Menurut Ahmad Hudri, ketiga program tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta menciptakan ruang ibadah yang inklusif dan aman bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.

Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa FKUB merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari terjaganya harmoni sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan.

“Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus mendukung FKUB, baik melalui fasilitasi, koordinasi, maupun kemitraan program, agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat persaudaraan demi terwujudnya Kota Probolinggo yang harmonis, aman, dan sejahtera.

Kegiatan rakor dan halal bihalal ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam merawat kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo. (Bambang/Pendim0820)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *