Morut – Tepatnya Pada Rabu 25 Maret 2026, kepada media ini beberapa sumber yang enggan di publikasikan namanya mengungkapkan, yang mana pihak nya merasa kesal dengan ulah para pencuri kayu bantalan, yang sesungguhnya kami ini kerja di kawasan cagar alam dengan kategori mencuri di hutan negara , namun kayu kami sering di curi pula, sehingga patut di kategori pencuri ke curian, “ungkap salah satu oprator yang kerja di kawasan cagar alam.
Adapun lokasi kerja yang di maksud adalah kawasan cagar alam yang berada di wilayah administrasi kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, sehingga kami berharap agar para bos pengolah tidak membiarkan hal tersebut yang bukan merek operatornya jangan di ambil ( Di muat) karena kasihan merugikan orang lain.
Ingat kami kerja pake modal juga bahkan kami berhutang modal, kepada orng lain nah kalau kayu bantalan kami sering di curi gimana dengan kami, perlu di ketahui bersama kita semua sama – sama cari makan dari hutan cagar alam dan bentuk resikonya kita tnggung sendiri jadi jangan saling mencuri kayu bantalan yang sudah jadi, karena itu semua mengunakan modal, bukan langsung jadi,” tegasnya.
Dalam hal ini sering terjadi pencurian kayu di To luncuran maupun di To langsiran, ingat para pengolah anggota kalian kan menggunakan merek, jadi kalau bukan merek oprator kalian jangan di muat dengan arti milik orang lain, kasihan yang punya sudah susah paya mengunakan modal sampe seperti itu, jadinya rugi total.
Coba kita kembalikan pada diri kita kalau kayu kalian yang dicuri bagaimana rasanya tentunya sakit hati, begitu pula kami dan yang suka mencuri, apa kah kalian tidak merasa kasian kasih makan anak istri dari hasil kayu curian, ataukah nanti mencuri baru bisa makan, miris sekali kita ini sama – sama mencuri di hutan cagar alam karena tuntutan perut, karena kemiskinan, jadi jangan saling mengambil yang bukan hak kita,” ucapnya.
Ingat kemiskinan rakyat adalah tanggung jawab negara, sehingga kami mencuri di hutan cagar alam karena sesungguhnya aset negara adalah rakyat bukan hutan cagar alam,” tutupnya.
sampai berita ini tayang beberapa pihak terkat belum bisa di konfirmasi.
Lp. Tim Redaksi









