banner 728x250

Kolaborasi Perpustakaan dan Praktisi Literasi, Wonomerto Perkuat Fondasi Budaya Baca Masyarakat

Kolaborasi Perpustakaan dan Praktisi Literasi, Wonomerto Perkuat Fondasi Budaya Baca Masyarakat
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan budaya baca dan literasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi yang menyasar satuan pendidikan dasar serta masyarakat umum di Kecamatan Wonomerto, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Wonomerto ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersip) Kabupaten Probolinggo dengan praktisi literasi dari Surabaya. Acara berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari pemerintah kecamatan, TP PKK, hingga organisasi perempuan dan pegiat literasi.

banner 325x300

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonomerto selaku Ketua TP PKK Kecamatan, para Ketua TP PKK tingkat kecamatan dan desa, serta anggota Patayat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti bahwa penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab dunia pendidikan, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dan keluarga.

Narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Probolinggo, Hestiyono, menegaskan bahwa literasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing masyarakat di tengah arus informasi yang semakin masif.

“Budaya baca harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sosial. Karena itu, keterlibatan TP PKK dan masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Hestiyono dalam paparannya.

Ia menjelaskan, literasi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi secara kritis dan bijak. Hal tersebut dinilai krusial untuk membentengi masyarakat dari hoaks serta pengaruh negatif informasi digital.

Sementara itu, praktisi literasi dari Surabaya, Yunitasari dan Nurul Hidayah, turut membagikan pengalaman dan strategi praktis dalam menumbuhkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Keduanya menekankan pentingnya pendekatan kreatif dan kontekstual agar kegiatan literasi menjadi menyenangkan dan tidak membebani.

“Literasi harus hadir dekat dengan kehidupan sehari-hari anak dan keluarga. Buku cerita, pojok baca, hingga aktivitas mendongeng bisa menjadi pintu masuk membangun kecintaan terhadap membaca,” kata Yunitasari.

Hal senada disampaikan Nurul Hidayah yang menyoroti peran ibu dan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak. Menurutnya, kebiasaan membaca di rumah akan memberikan dampak jangka panjang terhadap karakter dan kemampuan berpikir kritis anak.

Dalam kesempatan tersebut, Rasyidhi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal penguatan gerakan literasi berbasis komunitas di Kecamatan Wonomerto. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, praktisi literasi, serta organisasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kami berharap, setelah sosialisasi ini, akan lahir berbagai inisiatif literasi di desa-desa, baik melalui taman baca masyarakat, pojok literasi, maupun kegiatan membaca bersama yang melibatkan keluarga,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan gagasan serta tantangan yang dihadapi dalam menumbuhkan budaya baca di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

(Bambang/*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *