Probolinggo – Gelombang keresahan warga Kecamatan Gending terkait sulitnya akses lapangan kerja di wilayah sendiri akhirnya mencapai puncaknya. Bertempat di kediaman Kepala Desa Pesisir, Sanemo, S.H., puluhan tokoh masyarakat dan warga berkumpul untuk merumuskan langkah nyata menghadapi minimnya keterbukaan informasi rekrutmen perusahaan besar, termasuk PT Sasa Inti, Minggu (25/01/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat namun tertib ini merupakan respons langsung atas polemik yang sebelumnya viral di grup-grup komunikasi warga. Masyarakat merasa hanya menjadi “penonton” di tengah geliat industri di tanah kelahiran mereka sendiri.
Gugat Transparansi dan Prioritas Tenaga Lokal
Aspirasi utama yang mencuat dalam forum tersebut adalah desakan agar PT Sasa Inti, termasuk perusahaan mitra seperti Persada dan berbagai CV rekanan, memberikan prioritas bagi warga lokal se-Kecamatan Gending.
“Kami tidak anti tenaga kerja luar, tapi warga sekitar harus prioritas utama. Dampak lingkungan kami yang rasa, tapi akses kerja malah dipersulit,” tegas salah satu perwakilan warga di lokasi.
Keresahan warga kian diperparah dengan beredarnya isu praktik percaloan yang menjanjikan posisi di perusahaan dengan imbalan uang. Praktik ilegal ini diduga telah berlangsung selama setahun terakhir dan sangat mencederai masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah.
Soroti Dampak Limbah dan Upah
Tak hanya soal pekerjaan, persoalan lingkungan turut menjadi rapor merah bagi perusahaan di wilayah Gending. Warga Desa Pesisir dan Pajurangan secara khusus menyoroti dugaan kebocoran limbah yang dirasakan secara berkala.
Bambang, seorang warga desa Gending , mengusulkan langkah konkret berupa uji laboratorium. “Pembuangan limbah ini tidak terjadi tiap saat, ada waktu-waktu tertentu. Kita perlu ambil sampel air dan tanah agar ada bukti ilmiah soal dampaknya,” ujarnya.
Di sisi lain, Arif, warga Desa Sebaung, juga menyentil persoalan polusi dari Pabrik Gula Gending serta ketidak sesuaian upah yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan buruh lokal.
Pembentukan Aliansi Masyarakat Kecamatan Gending
Menghindari agar pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang keluh kesah, forum secara resmi membentuk Aliansi Masyarakat Kecamatan Gending. Aliansi ini akan menjadi motor penggerak untuk mengawal aspirasi warga secara hukum dan prosedural.
Sanemo, S.H., Kades Pesisir selaku tuan rumah menyatakan kesiapannya untuk membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi jika pihak perusahaan tetap tertutup. “Setelah ini, Aliansi akan bersurat secara resmi ke perusahaan. Jika diperlukan, kami membuka opsi audiensi langsung ke DPRD Kabupaten Probolinggo,” tegas Sanemo.
Pertemuan yang dipantau langsung oleh jajaran Polsek dan Koramil Gending ini berakhir dengan kesepakatan bahwa transparansi adalah harga mati demi menjaga kondusivitas sosial di wilayah Gending. (Bambang)







