banner 728x250

Jalan Rusak dan Longsor Mengancam, Warga Sumberanom Bergerak Cepat Amankan Akses Sumber–Sukapura

Jalan Rusak dan Longsor Mengancam, Warga Sumberanom Bergerak Cepat Amankan Akses Sumber–Sukapura
banner 120x600
banner 468x60

Sumber, Probolinggo – Kerukunan warga Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terasa kian kuat di tengah tantangan alam yang menerpa kawasan lereng pegunungan Tengger. Pada Minggu (1/3/2026) pagi, masyarakat setempat menggelar kerja bakti membersihkan rumput liar dan selokan yang tersumbat akibat longsoran tanah menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Di desa yang mayoritas dihuni masyarakat Suku Tengger itu, perbedaan agama antara Islam dan Hindu tak menjadi sekat. Semangat gotong royong justru menguat, terlebih di bulan suci Ramadan. Warga tampak bahu-membahu membersihkan saluran air yang tersumbat agar aliran hujan tidak lagi meluap ke badan jalan.

banner 325x300

Kecamatan Sumber yang berada di kawasan pegunungan memang kerap menghadapi risiko longsor saat intensitas hujan tinggi. Material tanah yang terbawa air hujan menutup selokan, menyebabkan air melimpas ke jalan utama dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Kepala Desa Sumberanom, Abdi Siswo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama perangkat desa, mulai kepala dusun hingga RT/RW. Ia mengatakan kerja bakti ini menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan lingkungan.

“Cuaca beberapa pekan terakhir cukup ekstrem. Banyak titik longsor kecil yang menutup saluran air. Kalau tidak segera dibersihkan, air hujan akan mengalir ke jalan dan membahayakan warga,” ujar Abdi di sela kegiatan.

Akses jalan yang dibersihkan merupakan jalur utama penghubung Kecamatan Sumber menuju Kecamatan Sukapura. Jalur tersebut dikenal memiliki kontur naik-turun serta tikungan tajam khas pegunungan Tengger. Kondisi jalan yang licin, berlubang, dan rusak dinilai sangat berisiko, terutama saat hujan turun.

Meski sebagian ruas jalan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, warga tetap menunjukkan kepedulian dengan menjaga kebersihan dan fungsi drainase di sepanjang jalur desa. Mereka membersihkan selokan, memangkas rumput liar di tepi jalan, hingga mengangkat material tanah yang menghambat aliran air.

Semangat kebersamaan itu menjadi potret harmoni masyarakat Tengger yang tetap menjaga tradisi gotong royong. Di tengah perbedaan keyakinan, warga Muslim yang menjalankan ibadah puasa dan warga Hindu tetap bekerja berdampingan tanpa sekat.

Salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, kerja bakti rutin digelar setiap kali cuaca ekstrem menyebabkan gangguan di lingkungan desa. “Kami sudah terbiasa hidup berdampingan. Kalau ada masalah, ya diselesaikan bersama,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur di kawasan pegunungan, terutama jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Sumber dan Kecamatan Sukapura. Perbaikan permanen jalan dan sistem drainase dinilai mendesak guna meminimalkan risiko kecelakaan serta dampak longsor di musim hujan.

Di tengah ancaman alam, Desa Sumberanom menunjukkan bahwa solidaritas sosial tetap menjadi fondasi utama. Kerja bakti yang digelar bukan sekadar membersihkan selokan, tetapi juga mempertegas bahwa harmoni dan kepedulian adalah kekuatan utama masyarakat Tengger. (Bambang/*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *