banner 728x250

BPBD Probolinggo Libatkan Lintas Sektor Tangani Tanggul Jebol di Pajarakan

BPBD Probolinggo Libatkan Lintas Sektor Tangani Tanggul Jebol di Pajarakan
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menangani jebolnya tanggul sungai di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Senin (26/1/2026). Respons sigap ini dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak banjir di tengah intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi mengancam permukiman warga.

Kerusakan tanggul diketahui setelah terjadi rembesan air dari luar alur sungai yang masuk melalui sejumlah lubang pada struktur tanggul. Aliran air yang terus-menerus menggerus tanah menyebabkan kondisi tanggul melemah hingga akhirnya jebol. Situasi tersebut dinilai berisiko tinggi mengingat posisi tanggul yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman warga.

banner 325x300

Menyikapi kondisi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Upaya perbaikan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Sukokerto, pihak Kecamatan Pajarakan, Koramil Pajarakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), masyarakat setempat, hingga dukungan teknis dari 20 personel Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Provinsi Jawa Timur.

Selain kerja bakti secara manual, satu unit alat berat jenis excavator juga dikerahkan guna mempercepat proses normalisasi alur sungai serta memperkuat kembali konstruksi tanggul yang rusak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tanggul mampu menahan debit air sungai apabila terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi.

Di sela proses perbaikan fisik, BPBD Kabupaten Probolinggo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kelestarian dan fungsi infrastruktur sungai. Petugas menyoroti masih banyaknya pohon sengon dan tanaman keras lainnya yang ditanam warga tepat di atas badan tanggul, yang dalam jangka panjang berpotensi merusak struktur karena perakaran yang kuat dan menyebar.

BPBD mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif melalui tiga langkah utama, yakni menjaga sempadan sungai tetap steril dari bangunan maupun tanaman berisiko, menghentikan penanaman pohon keras di area tanggul dan bantaran sungai, serta melakukan gotong royong memangkas pohon besar yang berpotensi melemahkan konstruksi tanggul.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun dalam penanganan tanggul jebol tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi bencana.

“Ini adalah bentuk sinergi nyata antara BPBD, pemerintah desa, kecamatan, serta masyarakat Sukokerto. Kami ingin memastikan Desa Sukokerto kembali pulih dan aman. Perbaikan ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana,” ujar Oemar.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga keberlanjutan fungsi tanggul. “Kami mohon dukungan masyarakat untuk tidak lagi menanam pohon keras di area sempadan sungai demi menjaga ketahanan tanggul ke depan,” tambahnya.

Upaya responsif pemerintah daerah ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Herwanto dan Lukman, warga Desa Sukokerto, mengaku lega dengan cepatnya penanganan yang dilakukan BPBD dan unsur terkait.

“Kami berterima kasih atas respons cepat dari BPBD dan semua pihak. Kekhawatiran kami terhadap banjir susulan sekarang jauh berkurang. Semoga Desa Sukokerto ke depan semakin aman dan sejahtera,” ungkap mereka.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi tanggul benar-benar stabil dan aman. Penanganan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah berbasis partisipasi masyarakat.

*(Bambang)*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *