JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 25 September 2026, PT Telkom Indonesia, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, terus berinovasi dalam memberikan solusi yang relevan dengan kebutuhan infrastruktur teknologi terkini. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem, yang dikenal juga dengan nama Neutradc. Dalam upayanya memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, Neutradc berencana untuk membangun pusat data baru yang sangat bertenaga.
Pusat data yang diusulkan ini akan memiliki kapasitas total 1 gigawatt dan direncanakan akan tersebar di beberapa wilayah utama, termasuk Jabodetabek dan Manado. Dengan pengembangan ini, PT Telkom berharap dapat memenuhi lonjakan permintaan yang terus meningkat terhadap layanan komputasi yang memanfaatkan teknologi AI. Penggunaan AI dalam industri tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
Pembangunan pusat data AI ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik untuk inovasi di bidang teknologi, mendorong kolaborasi berbagai sektor dan pemangku kepentingan. Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat menarik investasi asing yang mendukung pengembangan teknologi di tanah air. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Telkom dan Neutradc, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pusat kecerdasan buatan di region Asia Tenggara.
Seiring dengan perkembangan kebutuhan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat, keberadaan pusat data yang kuat dan handal menjadi kunci. Telkom dan Neutradc berkomitmen untuk mengatasi tantangan ini dengan infrastruktur yang mampu mendukung berbagai aplikasi kecerdasan buatan, yang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan yang ada, tetapi juga untuk memajukan inovasi di Indonesia secara keseluruhan.
Dalam rangka mendukung rencana pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, Neutradc telah berpartisipasi dalam sebuah workshop bertajuk ‘Pengembangan Strategi Data Center Nasional’. Workshop ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga pemerintah, perwakilan badan usaha milik negara, serta profesional dari sektor swasta.
Diskusi dalam workshop tersebut difokuskan pada pentingnya membangun infrastruktur yang memadai untuk mendukung penerapan teknologi AI di berbagai sektor. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pembentukan national AI data center, yang dianggap vital dalam pengumpulan, penyimpanan, dan pemrosesan data. Data center ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif tetapi juga mendukung inovasi teknologi melalui akses data yang lebih cepat dan lebih efisien.
Para peserta workshop juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan data center, termasuk skala investasi yang dibutuhkan, keamanan data, dan isu regulasi. Terdapat kesepakatan umum mengenai perlunya sinergi informasi dan teknologi, serta penguatan sistem elektromagnetis untuk mensponsori kebutuhan kelistrikan data center. Ini menjadi krusial, terutama dalam konteks percepatan transformasi digital di Indonesia.
Neutradc berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya ini dengan menjalin kerja sama antar pemangku kepentingan. Kolaborasi pemerintah, swasta, dan komunitas teknologi diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur AI yang andal. Implementasi strategi yang dihasilkan dari workshop ini diharapkan menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pengembangan sains serta teknologi di Indonesia, serta meningkatkan daya saing nasional di panggung internasional.
Dalam mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, pemetaan permintaan pusat data menjadi langkah penting untuk memahami di mana alokasi sumber daya terbaik seharusnya dilakukan. Berdasarkan analisis terbaru terhadap lebih dari 70 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), teridentifikasi bahwa konsentrasi kebutuhan komputasi terbesar terletak di sektor-sektor vital termasuk perbankan, layanan publik, dan sektor lainnya yang padat data. Pertumbuhan digitalisasi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah memicu meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur yang mumpuni, khususnya pusat data yang dapat mendukung aplikasi berbasis AI.
Wilayah Jawa-Madura-Bali menjadi fokus utama dalam pengembangan infrastruktur pusat data, mengingat konsentrasi populasi dan kegiatan ekonomi yang tinggi. Di sisi lain, Batam juga menunjukkan potensi besar yang dikarenakan posisi geografisnya yang strategis dan aksesibilitasnya yang mendukung investasi teknologi. Selain itu, kawasan Indonesia Timur, yang historically kurang diperhatikan, mulai menarik perhatian sebagai lokasi baru permintaan pusat data. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang meningkat, sekaligus kebutuhan untuk meratakan akses teknologi informasi di seluruh nusantara.
Permintaan pusat data tidak hanya dibatasi pada kapasitas penyimpanan data, tetapi juga mencakup kebutuhan untuk komputasi kinerja tinggi dan kecepatan akses yang optimal. Dalam kontek AI, kemampuan untuk memproses data dengan cepat dan efisien akan meningkatkan pengambilan keputusan di berbagai sektor, sehingga menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kompetitif di tengah era teknologi global. Oleh karena itu, fokus pada inisiatif pengembangan pusat data di kawasan-kawasan strategis ini tidak hanya menjadi suatu keharusan, tetapi juga suatu investasi untuk masa depan yang lebih cerdas dan terhubung.
Pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Indonesia tidak dapat diabaikan, terutama dalam hal pemrosesan data. Dalam konteks ini, Neutradc merencanakan kolaborasi strategis dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menciptakan sistem pasokan energi hijau yang andal. Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi pusat data yang semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan pesat penggunaan teknologi AI.
Kebutuhan energi untuk pusat data bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan sumber energi yang digunakan. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya dekarbonisasi, pemilihan sumber energi yang ramah lingkungan sangat penting. Kolaborasi Neutradc dan PLN diharapkan dapat memfasilitasi transisi ini, sehingga infrastruktur AI di Indonesia tidak hanya efisien tetapi juga berkelanjutan.
Dari perspektif keberlanjutan, penggunaan energi hijau menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam pengoperasian pusat data yang intensif energi. PLN, sebagai penyedia utama layanan listrik di Indonesia, memiliki potensi yang besar untuk menyediakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga air, angin, dan matahari. Dengan memanfaatkan sumber-sumber ini, kolaborasi yang dibangun dapat mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh pusat data, berkontribusi pada upaya global dalam memerangi perubahan iklim.
Adalah penting bagi para pemangku kepentingan di industri teknologi untuk menyadari bahwa pembangunan infrastruktur AI yang berkelanjutan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Sinergi pemerintah, perusahaan energi, dan pengembang teknologi dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga mempersiapkan generasi mendatang. Dalam hal ini, Neutradc dan PLN memainkan peran vital dalam menciptakan ekosistem energi hijau yang mendukung pengembangan infrastruktur AI yang berkelanjutan di Indonesia.













