Probolinggo – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulang atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Bulang resmi beroperasi setelah diresmikan pada Senin (26/1/2026). Peresmian ini menandai hadirnya SPPG ketiga yang beroperasi di wilayah Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG Bulang melayani penerima manfaat dari empat desa, yakni Desa Bulang, Desa Jatiyadi, Desa Berumbungan Lor, dan Desa Klaseman. Pada tahap awal, layanan MBG masih difokuskan kepada peserta didik sekolah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Sementara untuk siswa SMA serta kelompok B3—ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD—belum terlayani karena masih dalam tahap persiapan.
Peresmian SPPG Bulang dihadiri Camat Gending Winda Permata Erianti bersama jajaran Forkopimka Gending, Kepala Puskesmas Gending dr. Pungki Arihanti, Koordinator PLKB, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Gending, serta para kepala sekolah dari empat desa penerima manfaat. Hadir pula perwakilan Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) Kecamatan Gending, Kepala Dapur Sumberkerang, dan pengawas dari tingkat Kabupaten Probolinggo.
Camat Gending Winda Permata Erianti menyampaikan bahwa peresmian SPPG Bulang merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan layanan MBG di wilayahnya. Dengan beroperasinya dapur ini, Kecamatan Gending kini memiliki tiga SPPG aktif setelah sebelumnya SPPG Sumberkerang dan SPPG Randupitu.
“Alhamdulillah, hari ini SPPG Bulang atau Dapur MBG Bulang resmi dibuka. Ini merupakan dapur MBG ketiga di Kecamatan Gending yang melayani penerima manfaat dari empat desa, yakni Bulang, Jatiyadi, Berumbungan Lor, dan Klaseman,” ujar Winda.
Ia menjelaskan, pembatasan penerima manfaat pada tahap awal dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur dan kualitas layanan. Menurutnya, perlu proses bertahap sebelum layanan diperluas ke kelompok sasaran lainnya.
“Karena masih baru, penerima manfaat sementara ini difokuskan kepada anak-anak sekolah dari PAUD sampai SMP. Untuk SMA dan kelompok B3 belum bisa dilayani karena masih tahap persiapan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil monitoring bersama Forkopimka, puskesmas, koordinator PLKB, Korwil Bidang Dikdaya, serta tim SPPI, Winda menilai SPPG Bulang memiliki kesiapan yang lebih baik dibandingkan dua dapur MBG sebelumnya.
“Secara objektif kami melihat dapur MBG Bulang ini lebih prepare, lebih siap, dan lebih rapi dibanding SPPG yang sudah berdiri sebelumnya. Ini tentu menjadi modal penting agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lancar dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Meski demikian, Winda menekankan pentingnya mekanisme pengaduan yang tertata dengan baik apabila terdapat keluhan dari penerima manfaat. Ia mengingatkan agar setiap persoalan disampaikan melalui jalur resmi untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh penerima manfaat yang diwakili para kepala sekolah, jika ada keluhan terkait menu, kebersihan, atau kualitas makanan agar disampaikan melalui jalur yang benar, tidak langsung diunggah ke media sosial,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Camat Gending meminta SPPI Kecamatan Gending membuka dan mengoptimalkan layanan aduan, sehingga setiap masukan dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Keluhan bisa disampaikan langsung ke SPPI atau kepala dapur, sehingga bisa segera dievaluasi dan diperbaiki. Ini penting agar kualitas layanan tetap terjaga,” tambahnya.
Lebih jauh, Winda berharap keberadaan Dapur MBG Bulang tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi desa-desa sekitar melalui kolaborasi lintas sektor.
“Ke depan kami berharap dapur MBG Bulang dapat bekerja sama dengan BUMDes di masing-masing desa, baik sebagai pemasok bahan pangan maupun dalam pengelolaan sampah sisa makanan. Dengan begitu, manfaat program MBG bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
*(Bambang)*







