banner 728x250

Luapan Sungai Kali Bulan Rendam Rumah Warga di Aceh Tenggara

Luapan Sungai Kali Bulan Rendam Rumah Warga di Aceh Tenggara
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Aceh Tenggara | Sungai Kali Bulan meluap hingga mencapai kawasan permukiman di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Sabtu (10/10) dini hari. Luapan air sungai tersebut merendam sebagian rumah warga yang berada di sekitar aliran sungai. Air juga mengalir hingga ke badan jalan, sehingga kondisi di kawasan tersebut menjadi perhatian warga sejak dini hari.

Peristiwa itu terjadi ketika warga masih berada di dalam rumah. Air yang mulai memasuki kawasan permukiman membuat sejumlah warga panik. Mereka berhamburan keluar rumah setelah melihat genangan terus mencapai lingkungan tempat tinggal. Situasi tersebut berlangsung dalam suasana gelap dini hari, ketika warga harus segera memperhatikan kondisi sekitar dan memastikan keadaan rumah masing-masing.

banner 325x300

Luapan Sungai Kali Bulan menyebabkan air menyebar dari kawasan sungai menuju permukiman Desa Pulonas Baru. Sebagian rumah warga terdampak genangan, sementara aliran air yang mencapai badan jalan menunjukkan bahwa luapan telah meluas ke ruang publik di sekitar desa. Warga yang menyaksikan air masuk ke kawasan tempat tinggal mereka memilih keluar rumah untuk melihat situasi secara langsung. Kepanikan pun terjadi karena kedatangan air berlangsung pada dini hari dan secara langsung mengganggu aktivitas warga di permukiman. Peristiwa ini menjadi gambaran kondisi banjir yang melanda Desa Pulonas Baru setelah Sungai Kali Bulan tidak mampu menampung aliran air, hingga menggenangi sebagian rumah dan badan jalan di wilayah tersebut.

Hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10) malam. Berdasarkan informasi yang tersedia, hujan tersebut masih berlangsung ketika laporan dibuat. Curah hujan yang belum berhenti menyebabkan debit air di Sungai Kali Bulan meningkat dan kemudian meluap hingga merendam rumah warga di sekitar aliran sungai.

Luapan sungai membuat genangan memasuki permukiman. Ketinggian air dilaporkan telah mencapai lutut orang dewasa, atau sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini menunjukkan bahwa air tidak hanya menggenangi halaman, tetapi juga berdampak langsung pada rumah-rumah warga yang berada di kawasan terdampak. Warga harus menghadapi genangan selama hujan masih turun dan aliran sungai terus menerima tambahan air.

Hujan yang masih mengguyur menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Mereka mencemaskan debit air dapat terus bertambah apabila hujan tidak segera reda. Kekhawatiran tersebut muncul karena kenaikan air sungai berlangsung ketika hujan masih terjadi, sementara ketinggian genangan telah berada pada kisaran 50 sentimeter. Warga pun memantau keadaan di sekitar rumah dan aliran Sungai Kali Bulan untuk mengantisipasi perubahan ketinggian air.

Situasi banjir ini berkaitan dengan intensitas hujan yang mengguyur Aceh Tenggara sejak malam sebelumnya. Selama hujan tetap berlangsung, kemungkinan bertambahnya debit air menjadi perhatian utama warga yang rumahnya telah terdampak luapan. Informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan berdasarkan keadaan saat laporan dibuat, ketika air telah merendam rumah warga dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa.

Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali Bulan mulai berjaga-jaga setelah luapan air merendam sejumlah rumah di Aceh Tenggara. Kondisi tersebut mendorong warga untuk memperhatikan perubahan ketinggian air dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir yang semakin meluas. Selain menjaga keselamatan keluarga, mereka berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah agar tidak rusak atau terbawa arus apabila genangan bertambah tinggi.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dampak luapan sungai yang masih dikhawatirkan berkembang. Warga menempatkan barang penting di lokasi yang lebih aman dan terus memantau keadaan di sekitar permukiman. Kewaspadaan diperlukan karena banjir dapat menimbulkan kerugian apabila air semakin besar, terutama bagi rumah yang berada dekat dengan aliran sungai. Situasi tersebut membuat aktivitas warga berfokus pada perlindungan keluarga dan harta benda yang masih dapat diselamatkan.

Supardi menyampaikan bahwa warga memilih tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi keadaan yang lebih buruk. Mereka mencemaskan banjir akan semakin membesar dan membawa mudarat bagi masyarakat serta rumah yang terdampak. “Kami berjaga-jaga menyelamatkan barang berharga karena khawatir banjir semakin membesar dan membawa mudarat,” kata Supardi. Pernyataan itu menggambarkan kekhawatiran warga terhadap perkembangan luapan Sungai Kali Bulan sekaligus alasan mereka segera mengamankan barang-barang penting. Hingga situasi membaik, kewaspadaan menjadi langkah yang diutamakan agar warga dapat merespons perubahan kondisi banjir dengan lebih cepat.

Di tengah luapan Sungai Kali Bulan yang merendam sejumlah rumah warga di Aceh Tenggara, masyarakat setempat melakukan gotong royong untuk mengurangi risiko meluasnya banjir. Upaya tersebut dipusatkan di beberapa titik yang dinilai dapat menghambat aliran air, yakni Jembatan Pajak Pagi di Desa Lawe Rutung serta Jembatan Pulo Latong.

Warga menyingkirkan material kayu yang tersangkut di bawah jembatan. Kayu-kayu tersebut diduga terbawa arus sungai dan kemudian menumpuk pada bagian bawah konstruksi jembatan. Dengan menggunakan alat seadanya, warga berusaha mengangkat, memindahkan, dan memecah material yang menghalangi jalannya air agar aliran sungai tetap memiliki ruang untuk bergerak.

Sejumlah warga bekerja secara bergantian di sekitar jembatan. Mereka memperhatikan kondisi arus sebelum menarik kayu, mengingat debit air masih tinggi dan dapat membahayakan keselamatan. Selain membersihkan bagian bawah jembatan, warga juga memantau kenaikan air serta menyampaikan informasi kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak.

Riko, salah seorang warga, mengatakan bahwa air telah naik di atas jembatan. Menurut dia, kayu-kayu yang tersangkut perlu segera diangkat agar luapan tidak semakin besar dan tidak menghambat aliran sungai. Warga berharap pembersihan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan air, meskipun kondisi banjir masih memerlukan pemantauan secara berkelanjutan.

Masyarakat juga mengimbau warga lain untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal dekat bantaran sungai dan jalur rendah. Mereka berharap banjir segera surut serta tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda. Selama air masih menggenangi permukiman, warga akan terus berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah sederhana yang dinilai dapat mengurangi risiko banjir meluas.

banner 325x300