Probolinggo – Upaya mewujudkan institusi kepolisian yang bersih, profesional, dan berintegritas terus diperkuat Polres Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat **Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)** yang digelar pada Jumat (23/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo dan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan serta personel, mulai dari Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, perwira, hingga anggota Polres Probolinggo. Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen internal untuk mendorong reformasi birokrasi di lingkungan Polri, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencegahan praktik korupsi.
Dalam arahannya, Kapolres Probolinggo menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak boleh dipahami sebatas program administratif atau sekadar mengejar predikat WBK. Menurutnya, esensi dari ZI adalah perubahan menyeluruh pada pola pikir dan budaya kerja seluruh anggota Polri.
“Zona Integritas ini bukan hanya soal penilaian atau kelengkapan administrasi. Yang paling utama adalah perubahan *mindset* dan *culture set* kita sebagai anggota Polri. Mulai dari cara berpikir, cara bertindak, hingga cara melayani masyarakat,” tegas Kapolres di hadapan peserta kegiatan.
Kapolres menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ZI sangat bergantung pada integritas personal setiap anggota. Oleh karena itu, seluruh personel diminta untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran disiplin, penyalahgunaan wewenang, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang berpotensi mencederai kepercayaan publik.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama Polri. Sekecil apa pun pelanggaran yang dilakukan anggota akan berdampak besar terhadap citra institusi. Jangan ada lagi yang bermain-main dengan kewenangan. Kita harus berani berubah dan saling mengingatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo juga mengingatkan bahwa predikat WBK tidak bisa diraih hanya oleh pimpinan atau segelintir pejabat. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel, tanpa terkecuali.
“WBK ini tidak bisa dicapai oleh Kapolres saja atau oleh pejabat tertentu. Ini adalah kerja bersama seluruh anggota. Jika kita ingin Polres Probolinggo dipercaya dan dicintai masyarakat, maka setiap personel harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, kejujuran, dan etika pelayanan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengajak seluruh jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip profesional, humanis, dan transparan. Pelayanan publik yang responsif dan bebas dari praktik pungutan liar dinilai sebagai indikator nyata keberhasilan pembangunan Zona Integritas.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh personel Polres Probolinggo semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung reformasi birokrasi serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel. Polres Probolinggo pun menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan demi terwujudnya institusi Polri yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas dan berintegritas tinggi.
*(Bambang)*







