banner 728x250

Merawat Nilai Keibuan di Ruang Terbatas, Hari Ibu Diperingati di Rutan Kraksaan

Merawat Nilai Keibuan di Ruang Terbatas, Hari Ibu Diperingati di Rutan Kraksaan
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo (investigasi88.com) – Di balik tembok dan jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, makna seorang ibu tetap hidup dan dirayakan. Senin (22/12/2025), Rutan Kraksaan menggelar upacara bendera memperingati Hari Ibu ke-97 dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh refleksi. Jajaran pegawai, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP), peserta magang, hingga warga binaan berdiri bersama, menyatukan penghormatan bagi peran ibu dan perempuan yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga dan bangsa, meski berada dalam ruang yang serba terbatas.

banner 325x300

Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menegaskan, peringatan Hari Ibu memiliki makna yang jauh melampaui seremoni. Di lingkungan pemasyarakatan, peran ibu justru menjadi simbol harapan, pengingat nilai kemanusiaan, dan kekuatan moral yang terus dirawat.

“Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran sentral dalam membentuk karakter manusia. Mereka adalah pendidik pertama, penjaga nilai, sekaligus penggerak perubahan. Perempuan yang berdaya dan berkarya adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Galih.

Menurut dia, nilai keibuan seperti keteladanan, kesabaran, dan kasih sayang perlu terus ditanamkan, termasuk kepada warga binaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karakter dan pemulihan kesadaran moral.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kepegawaian Rutan Kraksaan Fathorrasi menilai peringatan Hari Ibu di lingkungan rutan memiliki pesan edukatif yang kuat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran tentang penghormatan terhadap perempuan dan kesetaraan peran dalam kehidupan sosial.

“Upacara ini kami maknai sebagai sarana menanamkan nilai penghormatan terhadap perempuan, kebersamaan, dan kesetaraan peran. Baik bagi pegawai maupun warga binaan, ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan pembinaan moral,” katanya.

Peringatan Hari Ibu di Rutan Kraksaan menjadi pengingat bahwa peran ibu tidak dibatasi oleh ruang dan keadaan. Di tengah keterbatasan, nilai keibuan tetap hadir sebagai sumber kekuatan, pengharapan, dan pembelajaran tentang kemanusiaan. Dari ruang pemasyarakatan, pesan tentang penghormatan kepada ibu dan perempuan terus disuarakan, menegaskan bahwa masa depan bangsa dibangun dari nilai-nilai yang dirawat dengan kasih dan keteladanan.

(Bambang/Fahrul/)*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *