Probolinggo — Polres Probolinggo Kota terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang digelar di Graha Prabu Mapolres Probolinggo Kota.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, narasumber dari Bank BRI Cabang Probolinggo, para pejabat utama Polres, Kapolsek dan Kapolsubsektor jajaran, serta perwakilan bamin dan operator dari seluruh satuan fungsi. Kehadiran lintas fungsi tersebut menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan agenda bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh personel.
Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri menekankan bahwa Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi atau simbol pencitraan institusi, melainkan implementasi nyata dari perubahan pola kerja dan pola pikir aparat kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Zona Integritas bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen nyata yang harus diwujudkan dalam setiap bentuk pelayanan. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, adil, transparan, dan profesional,” ujar Rico.
Rico juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ZI menuju WBBM sangat bergantung pada konsistensi seluruh personel dalam menjaga integritas, menghindari praktik penyimpangan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai pelayanan publik yang berkeadilan.
Rangkaian kegiatan sosialisasi berlangsung secara sistematis, dimulai dari registrasi peserta, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan panitia pembangunan ZI, hingga pemaparan arah kebijakan oleh Kapolres Probolinggo Kota.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing satuan fungsi memaparkan berbagai layanan publik yang menjadi ujung tombak interaksi langsung dengan masyarakat. Di antaranya layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) oleh Satintelkam, layanan SIM dan inovasi pelayanan berbasis teknologi oleh Satlantas, layanan barcode permohonan narasumber penyuluhan bahaya narkotika oleh Satresnarkoba, layanan identifikasi sidik jari dan pengaduan masyarakat oleh Satreskrim, serta layanan terpadu melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Pemaparan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi internal untuk memastikan bahwa setiap layanan telah memenuhi prinsip transparansi, kemudahan akses, serta bebas dari praktik pungutan liar.
Sementara itu, Kabagren Polres Probolinggo Kota selaku Sekretaris Pembangunan Zona Integritas menegaskan bahwa pencapaian predikat ZI dan WBBM tidak dapat diraih secara parsial. Seluruh satuan fungsi harus berjalan seiring dan saling menguatkan.
“Zona Integritas dan WBBM hanya bisa diraih apabila semua unsur bergerak bersama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ini membutuhkan komitmen kolektif, disiplin, dan konsistensi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Zona Integritas mengacu pada enam area perubahan yang menjadi indikator utama penilaian, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Keenam area tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun institusi Polri yang modern dan terpercaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi etika komunikasi pelayanan publik yang disampaikan oleh Asisten Manager Operasional Bank BRI Cabang Probolinggo, Apriyanty Surya Ningsih. Dalam materinya, Apriyanty menekankan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga dari sikap, bahasa, penampilan, serta empati petugas terhadap masyarakat.
“Pelayanan yang baik dimulai dari sikap ramah, komunikasi yang jelas, serta penampilan yang profesional. Hal-hal kecil inilah yang justru membentuk kepercayaan publik terhadap institusi,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Polres Probolinggo Kota berharap seluruh personel memiliki pemahaman yang utuh tentang pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Pembangunan Zona Integritas diharapkan tidak hanya berujung pada predikat WBBM, tetapi juga berdampak nyata pada meningkatnya kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
(Bambang/)*







