Boyolali – Panitia Musyawarah Nasional (MUNAS) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Tahun 2026 melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, guna mematangkan rangkaian agenda nasional yang akan digelar di Kabupaten Boyolali. Audiensi berlangsung di Kantor Wakil Bupati Boyolali, Jalan Merdeka Barat, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026).
Audiensi tersebut menjadi bagian awal koordinasi antara panitia pusat dan daerah dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali, mengingat MUNAS SWI 2026 akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026. Agenda nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 18–22 Mei 2026 dengan pusat kegiatan sosial di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Boyolali.
Dalam pertemuan tersebut, panitia daerah diwakili oleh Hendri Hendra selaku PIC Panitia Daerah SWI Boyolali, Ahmad Muklish dari SWI Temanggung, serta Farid Husen dari SWI Karanganyar. Ketiganya memaparkan konsep besar MUNAS SWI 2026 yang tidak hanya berfokus pada forum organisasi, tetapi juga menyentuh langsung kepentingan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MUNAS SWI 2026 beserta seluruh rangkaian kegiatannya. Ia menilai agenda yang disusun memiliki nilai strategis karena menggabungkan peran pers, pemerintah, dan masyarakat dalam satu gerakan kolaboratif.
“Kegiatan ini sangat positif. Peran media sangat penting dalam pembangunan desa dan daerah, karena media menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, serta pengawasan publik terhadap pembangunan,” ujar Dwi Fajar Nirwana.
Salah satu agenda utama yang akan digelar dalam rangkaian MUNAS SWI 2026 adalah **Gerakan Sosial 10 Ribu Relawan**, yang melibatkan insan pers, masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen daerah. Gerakan ini mencakup sejumlah kegiatan strategis yang sarat nilai kebangsaan dan pemberdayaan.
Kegiatan tersebut antara lain **Bentang Merah Putih sepanjang 1.000 meter** sebagai simbol penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah dinamika sosial dan informasi yang semakin kompleks. Selain itu, panitia juga menyiapkan program **penanaman bibit sorgum, jagung, dan tebu** sebagai upaya mendorong kesadaran terhadap ketahanan pangan, penguatan sektor pertanian, serta peningkatan ekonomi lokal berbasis desa.
Agenda sosial lainnya adalah **gotong royong bersih desa**, yang bertujuan menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap kebersihan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem desa. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan **SWI Award 2026**, yakni penghargaan bagi individu maupun kelompok yang dinilai berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi kepemudaan, pers, dan pembangunan daerah.
Sementara itu, pelaksanaan inti MUNAS SWI 2026 dijadwalkan berlangsung di **Front One The Andia Hotel**, yang berlokasi di pusat Kota Boyolali. Lokasi tersebut dipilih untuk mendukung kelancaran agenda nasional, termasuk sidang-sidang organisasi dan forum diskusi pers.
Ketua Panitia MUNAS SWI 2026, **Prof. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A**, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan memiliki orientasi jangka panjang bagi masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya seremonial. Kami ingin menjadikannya contoh nyata bahwa pers dapat hadir dan berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Nilai gotong royong, optimalisasi lahan, dan budaya kebersamaan harus terus dihidupkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Prof. Supiyat.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Boyolali, panitia optimistis MUNAS SWI 2026 tidak hanya menjadi agenda internal organisasi pers, tetapi juga meninggalkan jejak sosial, ekonomi, dan edukatif yang nyata bagi masyarakat Boyolali dan wilayah sekitarnya.
Diharapkan, kolaborasi antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dapat memperkuat peran pers yang profesional, independen, serta berpihak pada kepentingan publik dan pembangunan nasional.
*(Bambang)*







