banner 728x250

Inpari 32 Jadi Andalan, Penyuluh dan KTNA Wonomerto Dorong Petani Terapkan SOP Budidaya Modern

Inpari 32 Jadi Andalan, Penyuluh dan KTNA Wonomerto Dorong Petani Terapkan SOP Budidaya Modern
banner 120x600
banner 468x60

**Probolinggo, Kamis (22/1/2026)** – Upaya peningkatan produktivitas pertanian terus digencarkan di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui penerapan demplot (demonstration plot) padi varietas unggul Inpari 32 yang kini mulai dikembangkan oleh kelompok tani setempat.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonomerto, **Febti Suryani**, bersama jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta pengurus **Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Wonomerto**, melakukan kunjungan lapangan ke salah satu desa di wilayah tersebut untuk meninjau langsung pelaksanaan demplot padi Inpari 32 yang dikelola kelompok tani penerima bantuan.

banner 325x300

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penerapan teknis budidaya berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sekaligus mendorong replikasi demplot oleh kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) lainnya di seluruh Kecamatan Wonomerto.

Febti Suryani menegaskan, demplot bukan sekadar lahan percontohan, tetapi menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

“Kami berharap seluruh Poktan dan Gapoktan memiliki inisiatif untuk melakukan demplot seperti ini. Melalui demplot, petani bisa melihat langsung perbedaan hasil, baik dari segi pertumbuhan tanaman maupun produksi panen,” ujar Febti di sela-sela kunjungan.

Menurutnya, penerapan varietas unggul seperti Inpari 32 yang dipadukan dengan teknik budidaya yang tepat berpotensi meningkatkan hasil panen secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya untuk komoditas padi tetapi juga tanaman pangan lainnya ke depan.

“Target kami jelas, bagaimana produksi petani bisa meningkat dan pendapatan mereka ikut terdongkrak. Demplot menjadi kunci untuk membuktikan bahwa dengan teknologi dan pendampingan yang tepat, hasil yang lebih baik sangat mungkin dicapai,” katanya.

Senada dengan itu, **Ketua KTNA Kecamatan Wonomerto** turut mengimbau seluruh Poktan dan Gapoktan agar melakukan perbandingan antara pola tanam konvensional dengan formula dan model budidaya yang saat ini sedang diterapkan pada demplot Inpari 32.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan petani dalam mengikuti SOP yang telah disusun berdasarkan pengalaman dan uji lapangan sebelumnya.

“Kami yakin, jika formula yang kami berikan dijalankan secara konsisten dan sesuai SOP, maka hasilnya akan sangat maksimal. Ini bukan sekadar teori, tetapi sudah kami terapkan dan uji sebelumnya,” tegasnya.

KTNA Wonomerto pun optimistis, dengan sinergi antara petani, penyuluh, dan lembaga pendamping, Kecamatan Wonomerto mampu mencatat lonjakan produksi pada musim panen raya mendatang.

“Untuk panen raya nanti, sangat memungkinkan hasil produksi mencapai **10 ton padi per hektare**. Ini target realistis selama petani mengikuti tahapan budidaya dengan benar,” tambahnya.

Program demplot padi Inpari 32 ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan pola tanam petani menuju pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Pemerintah melalui BPP dan dukungan KTNA berkomitmen terus melakukan pendampingan agar keberhasilan demplot dapat direplikasi secara luas di seluruh wilayah Kecamatan Wonomerto.

Dengan langkah tersebut, Wonomerto diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi salah satu sentra produksi padi unggulan di Kabupaten Probolinggo.

(Bambang/**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *