Probolinggo — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Probolinggo bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan penyedotan genangan air di sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pajarakan, Rabu hingga Kamis (21–22/1/2026).
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait genangan air yang muncul pascahujan deras dengan intensitas tinggi. Dua lokasi yang menjadi fokus penanganan adalah Blok Habib Hadi dan Dusun Lumbang, wilayah yang kerap terdampak genangan akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, **H. Ahmad Muzammil**, mengatakan keterlibatan Baznas melalui unit BTB merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai dengan sistem kebencanaan nasional.
“BTB dibentuk sebagai wujud kepedulian Baznas untuk ikut serta dalam penanganan bencana. Kinerjanya terstruktur hingga ke tingkat pusat, namun perlu ditegaskan bahwa BTB tidak berdiri sendiri. Seluruh aktivitas tetap berada dalam satu komando dengan BPBD Kabupaten Probolinggo,” ujar Muzammil di sela kegiatan.
Ia menegaskan, keberadaan BTB Baznas merupakan bagian dari sistem penanggulangan bencana daerah yang bertugas memperkuat peran BPBD, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.
“BTB adalah bagian dari BPBD. Tugas utama kami membantu upaya penyelamatan korban bencana serta pemenuhan kebutuhan mendesak pascabencana, seperti pangan dan sandang, agar masyarakat terdampak tetap bisa bertahan. Tentu semuanya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia dalam KAT Baznas,” jelasnya.
Muzammil juga mengungkapkan, BTB Baznas Kabupaten Probolinggo saat ini memiliki enam personel aktif yang selalu dilibatkan setiap kali terjadi bencana. Para personel tersebut telah dibekali pelatihan kebencanaan secara berkala oleh BTB tingkat pusat maupun Provinsi Jawa Timur.
“Personel BTB kami berjumlah enam orang dan secara rutin mendapatkan pelatihan dari BTB pusat dan provinsi. Sarana serta perlengkapan pendukung juga telah kami siapkan untuk menunjang tugas di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan bahwa proses penyedotan genangan air dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan peralatan pompa air guna mempercepat surutnya genangan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Kolaborasi antara BTB Baznas dan BPBD Kabupaten Probolinggo ini dinilai menjadi contoh sinergi lintas lembaga dalam merespons kejadian kebencanaan secara cepat dan terkoordinasi. Diharapkan, langkah tersebut dapat meminimalisir dampak genangan air terhadap aktivitas warga serta mencegah potensi gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan potensi bencana di lingkungan masing-masing agar dapat ditangani lebih dini, sekaligus mendorong perbaikan sistem drainase sebagai solusi jangka panjang dalam menghadapi curah hujan tinggi. *(Bambang)*







