banner 728x250

Dari Sampah Jadi Berkah: Kecamatan Gending Gandeng Paiton Energy Kembangkan Wirausaha Ramah Lingkungan

Dari Sampah Jadi Berkah: Kecamatan Gending Gandeng Paiton Energy Kembangkan Wirausaha Ramah Lingkungan
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Pemerintah Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, berkolaborasi dengan PT POMI–Paiton Energy menggelar pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi berbasis sirkular. Kegiatan berlangsung di Recreation Hall POH 1, Jalan Raya Surabaya–Situbondo Km 141 Paiton, Kamis hingga Jumat (12–13/2/2026).

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 85 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Gending, kader lingkungan, calon pengurus bank sampah desa, perwakilan unit usaha BUMDes, komunitas pecinta lingkungan, Pramuka, tenaga kesehatan dari Puskesmas, organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat dan Fatayat, hingga perwakilan dunia usaha dan lembaga pendidikan.

banner 325x300

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI Rochman Hidayat, Facility Supervisor PT POMI Erfin Budianto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo Jurianto, Camat Gending Winda Permata Erianti serta perwakilan Puskesmas Gending.

Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Sampah

Manager HCFC PT POMI Rochman Hidayat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tersebut. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga tantangan global yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini tidak kami jalankan sendiri, tetapi mendapat dukungan pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta berbagai mitra. Kolaborasi ini penting agar pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Rochman menegaskan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berupaya memastikan pengelolaan sampah sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan. Perusahaan, kata dia, juga wajib melaporkan neraca sampah setiap bulan sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan.

Ia menambahkan, perusahaan kini dituntut mampu mengurangi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 30–40 persen melalui pengelolaan mandiri. Berbagai inisiatif telah dijalankan, seperti pelatihan eco enzyme, pengomposan, budidaya maggot, hingga pengembangan perikanan berbasis hasil olahan sampah.

“Kami berharap penguatan bank sampah ini bisa menjadi role model baru bagi pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sampah sebagai Sumber Ekonomi

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan isu lingkungan hidup kini menjadi perhatian global yang berdampak langsung terhadap masa depan generasi mendatang.

Menurutnya, sampah tidak selalu menjadi masalah jika dikelola dengan baik. Sebaliknya, sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi yang bernilai.

“Bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, tetapi sarana edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, sekaligus penguatan ekonomi keluarga. Dari sini bisa lahir wirausaha berbasis ekonomi sirkular,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong lahirnya bank sampah profesional, serta mengurangi beban TPA melalui pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa.

Dorong Kesadaran Kolektif Masyarakat

Camat Gending Winda Permata Erianti menjelaskan pelatihan ini dilatarbelakangi kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan serta pengembangan kewirausahaan berbasis sampah.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas sekaligus mendorong lahirnya wirausaha ramah lingkungan,” jelasnya.

Menurut Winda, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan desa, meningkatkan kesadaran lintas sektor, serta mendukung terwujudnya ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT POMI–Paiton Energy atas dukungan penuh dalam kegiatan tersebut, serta kepada sejumlah perusahaan lain seperti PT Sasa Inti dan PT Sinergi Gula Nusantara (PG Gending) yang turut berkontribusi.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Gending berencana menindaklanjuti pelatihan dengan penerbitan regulasi desa terkait pengelolaan sampah, pembentukan bank sampah di setiap desa, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga pembentukan satuan tugas pengelolaan sampah.

“Harapannya akan muncul bank sampah aktif di setiap desa sehingga kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan semakin kuat, sekaligus melahirkan inovasi ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya.

(Bambang/*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *