Probolinggo – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus digencarkan di berbagai daerah. Salah satunya melalui keterlibatan aktif TNI dalam mendukung sektor pertanian, seperti yang dilakukan Kodim 0820/Probolinggo melalui jajaran Koramil dalam kegiatan panen raya padi di Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Minggu (5/4/2026).
Panen raya tersebut berlangsung di lahan demplot milik Kelompok Tani (Poktan) Afdhal Jaya III, yang menjadi salah satu percontohan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah setempat. Kegiatan ini tidak hanya berupa pendampingan, tetapi juga pengamanan guna memastikan proses panen berjalan lancar.
Anggota Koramil 0820-07/Wonomerto, Kopda Hisam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga gabah agar petani tidak mengalami kerugian.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan pihak terkait agar harga jual gabah tetap menguntungkan bagi petani. Dengan demikian, roda perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Probolinggo, dapat terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Dengan potensi lahan pertanian yang luas dan produktif, Kabupaten Probolinggo dinilai memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan.
“Peningkatan hasil panen diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lokal,” katanya.
Kopda Hisam juga memberikan apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras sehingga panen dapat berlangsung optimal. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan, termasuk melalui pemanfaatan inovasi di bidang pertanian.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Petani juga harus terus beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan pasar yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan produksi pangan memiliki dampak luas, tidak hanya bagi kesejahteraan petani, tetapi juga dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi.
Panen raya ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya kedaulatan pangan dari tingkat desa hingga nasional.
(Bambang/Pendim0820)







