banner 728x250
Polri  

Disiplin Berlalu Lintas Jadi Fokus, Polisi Probolinggo Intensifkan Teguran Persuasif bagi Pengendara

Disiplin Berlalu Lintas Jadi Fokus, Polisi Probolinggo Intensifkan Teguran Persuasif bagi Pengendara
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Kepolisian terus mengintensifkan upaya peningkatan disiplin berlalu lintas di wilayah Kabupaten Probolinggo. Melalui kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur) pada jam sibuk pagi hari, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo tidak hanya memastikan kelancaran arus kendaraan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat pengguna jalan.

Kegiatan tersebut terlihat di jalur utama Probolinggo–Lumajang, tepatnya di kawasan Raya Leces, yang dikenal sebagai salah satu titik padat mobilitas kendaraan pada pagi hari. Petugas tampak aktif mengatur arus sekaligus menegur pengendara yang masih melakukan pelanggaran, seperti melawan arus dan tidak menggunakan helm.

banner 325x300

Petugas gatur pagi Satlantas Polres Probolinggo menjelaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi prioritas dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, teguran persuasif dinilai lebih efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dibandingkan penindakan semata.

“Kami mengedepankan edukasi dan teguran humanis. Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa disiplin berlalu lintas bukan hanya soal aturan, tetapi juga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya di sela kegiatan pengaturan lalu lintas.

Ia menambahkan, jalur Leces merupakan akses vital penghubung Probolinggo dengan Lumajang yang setiap hari dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk angkutan umum dan kendaraan logistik. Kondisi tersebut menuntut kehadiran polisi untuk menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Sejumlah pelanggaran yang masih kerap ditemukan di antaranya pengendara sepeda motor tanpa helm, melawan arus demi mempersingkat waktu, hingga kurangnya kelengkapan kendaraan. Polisi berharap melalui pendekatan persuasif, masyarakat bisa lebih disiplin tanpa harus selalu dilakukan penindakan hukum.

Sementara itu, salah seorang pengemudi angkutan kota, Slamet, mengaku pernah mendapat teguran langsung dari petugas saat melintas di kawasan tersebut. Ia menilai cara penyampaian petugas cukup santun sehingga mudah diterima.

“Tadi diingatkan dengan baik, bukan dimarahi. Jadi saya merasa diingatkan, bukan ditindak. Ke depan tentu saya akan lebih tertib,” tuturnya.

Kehadiran polisi di titik-titik rawan kepadatan lalu lintas juga dinilai membantu kelancaran aktivitas masyarakat, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah. Selain mengurai kemacetan, edukasi langsung di lapangan diharapkan mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.

Satlantas Polres Probolinggo pun mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga etika berlalu lintas demi menciptakan situasi jalan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

(Bambang/Fahrul Mozza)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *