banner 728x250
Berita  

Kematian Pengunjung di Mar Bagong Jadi Misteri, Minim Penjelasan Picu Tanda Tanya

banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Insiden meninggalnya seorang pengunjung di objek wisata pemandian Mar Bagong, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, memunculkan tanda tanya serius terkait aspek keselamatan, pengawasan, hingga legalitas operasional tempat wisata yang dikelola swasta tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (3/4/26) dan berujung duka, setelah korban dinyatakan meninggal dunia dan dipulangkan ke daerah asalnya di Gili oleh pihak keluarga.

banner 325x300

Kanit Reskrim Polsek Gending saat dikonfirmasi sebelumnya membenarkan adanya kejadian tersebut, namun belum memberikan keterangan rinci terkait kronologi maupun penyebab pasti kematian korban.

“Ya mas, kemarin sore. Korban sudah dibawa pulang ke Gili. Tadi pagi dari pihak Mar Bagong juga sudah ke Gili,” ujarnya singkat.

Guna menggali informasi lebih mendalam, media ini telah mengajukan sejumlah pertanyaan lanjutan kepada pihak kepolisian, meliputi kronologi lengkap kejadian, identitas korban, penyebab sementara kematian, hingga kemungkinan adanya unsur kelalaian pengelola, standar keselamatan di lokasi, serta keberadaan saksi maupun rekaman CCTV. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat jawaban lebih lanjut.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kapolsek Gending. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan menyampaikan tidak dapat mendengar dengan jelas karena berada di dalam kapal dengan kondisi bising suara mesin. Sementara pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp pada Sabtu (4/4/2026) terpantau telah diterima (centang dua), namun belum mendapatkan tanggapan.

Dalam perkembangan terbaru, Kanit Reskrim Polsek Gending menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Saya masih cuti dan lagi di luar kota. Dari Polsek sudah ada tindakan dan sudah dilaporkan ke Polres. Untuk adanya kelalaian atau apapun masih lidik dan pasti saya akan melaporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Yang jelas dari rumah sakit tidak ada kejanggalan atau luka pada korban dan dimungkinkan karena ada sakit jantung. Itu keterangan dari nakes kemarin yang memeriksa,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, media ini kembali melakukan konfirmasi lanjutan guna memastikan status resmi penyelidikan, termasuk penegasan dugaan sementara penyebab kematian serta kemungkinan pendalaman aspek keselamatan di lokasi. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum terdapat tanggapan lanjutan dari pihak kepolisian.

Di sisi lain, Camat Gending, Winda mengaku belum menerima laporan lengkap dan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“Saya belum mendengar laporan kejadian secara utuh. Monggo menunggu keterangan dari pihak kepolisian selaku yang berwenang,” ujarnya.

Ia juga menyebut kemungkinan penyebab kejadian masih terbuka, termasuk faktor kesehatan korban.

“Dikhawatirkan kejadian tersebut murni kecelakaan atau korban memiliki riwayat sakit tertentu,” tambahnya.

Terkait pengawasan, pihak kecamatan menegaskan tidak memiliki kewenangan langsung terhadap objek wisata swasta dan menyerahkan kepada dinas terkait di tingkat kabupaten.

“Kami menunggu petunjuk lebih lanjut dari dinas terkait selaku pengawas objek wisata yang dikelola swasta di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Saya kira kita semua sepakat bahwa keamanan, kenyamanan dan keselamatan warga adalah prioritas utama dalam berwisata,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perizinan Kabupaten Probolinggo mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut dan akan melakukan penelusuran.

“Kami belum mendapatkan informasi tersebut. Kami baru mendengar informasi dari media. Hari Senin kami akan melihat perizinannya terkait wisata pemandian Mar Bagong tersebut,” ujar Dwi Joko

Sebagai informasi, Waterpark Mar Bagong berlokasi di Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Tempat wisata ini mengusung konsep semi-indoor dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang dewasa dan anak, kolam ombak, seluncuran, taman bunga, wahana permainan, musala, hingga area kuliner.

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat informasi resmi terkait sistem keselamatan di lokasi, seperti keberadaan petugas penjaga (lifeguard), rambu keselamatan, maupun prosedur penanganan darurat.

Kematian pengunjung di wisata ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Minimnya informasi rinci yang disampaikan ke publik membuat peristiwa ini terkesan berjalan tanpa banyak penjelasan. Sejumlah pihak menilai, transparansi informasi menjadi penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Media ini juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola wisata Mar Bagong guna memperoleh keterangan resmi. Namun hingga berita ini diterbitkan, kontak pengelola belum berhasil diperoleh.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberimbangan informasi, media ini akan terus berupaya melakukan penelusuran dan membuka ruang konfirmasi kepada pihak pengelola untuk menyampaikan klarifikasi atau tanggapan atas insiden tersebut.

Selain itu, media ini juga telah menghubungi Pemerintah Desa Sumberkerang melalui Kepala Desa setempat, namun hingga berita ini diterbitkan belum terdapat tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp juga belum direspons meski dalam kondisi berdering.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kejadian. Publik kini menanti kejelasan, sekaligus langkah konkret dari pihak terkait agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Bersambung…..????

(Tim investigasi gabungan media online Nusantara/**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *