Probolinggo – Polsek Sumberasih, Polres Probolinggo Kota, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) menyalurkan **2.000 karung pasir (glangsi)** untuk perbaikan tanggul penahan ombak yang ambrol akibat gelombang pasang air laut di **Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo**, Selasa (27/1/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan di **Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo**, sebagai titik distribusi utama menuju wilayah kepulauan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh **Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H.**, **Danramil 0820/06 Sumberasih Kapt. (Arh) I Made Lugianta**, perwakilan Kecamatan Sumberasih, perangkat desa, serta unsur **Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Desa Gili Ketapang**.
Sebanyak **2.000 lembar glangsi** secara simbolis diserahkan kepada **Kepala Desa Gili Ketapang, Monir**, didampingi perwakilan HNSI setempat. Bantuan tersebut akan digunakan sebagai wadah pasir untuk memperkuat struktur tanggul yang rusak akibat terjangan gelombang pasang, yang sebelumnya mengancam permukiman warga, fasilitas umum, serta aktivitas nelayan di kawasan pesisir.
Kapolsek Sumberasih **AKP Sugeng Apriyanto** menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam respons cepat terhadap bencana serta penguatan ketahanan wilayah pesisir. Menurutnya, kerusakan tanggul bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa, keberlanjutan ekonomi masyarakat, dan stabilitas lingkungan.
“Bantuan glangsi ini kami harapkan dapat segera dimanfaatkan untuk memperbaiki tanggul penahan ombak yang ambrol akibat gelombang pasang. Upaya ini penting untuk meminimalkan dampak abrasi, mencegah kerusakan lanjutan, serta melindungi keselamatan dan aktivitas warga pesisir,” ujar AKP Sugeng Apriyanto.
Hal senada disampaikan **Danramil 0820/06 Sumberasih Kapt. (Arh) I Made Lugianta** yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan elemen masyarakat merupakan kunci percepatan pemulihan pascabencana, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap gelombang pasang dan abrasi.
Sementara itu, **Kepala Desa Gili Ketapang, Monir**, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polsek Sumberasih dan Forkopimka. Ia menyebut bantuan tersebut sangat strategis untuk pemulihan tanggul yang menjadi pelindung utama permukiman warga dari ancaman laut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan glangsi yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat dan akan segera kami gunakan untuk perbaikan tanggul. Harapannya, keamanan warga kembali terjaga, aktivitas masyarakat dan nelayan bisa berjalan normal, serta risiko abrasi dapat ditekan,” kata Monir.
Selain sebagai langkah tanggap darurat, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari pendekatan **mitigasi bencana berbasis kolaborasi**. Pemerintah desa bersama HNSI dan masyarakat setempat akan mengoordinasikan proses pengisian pasir, penguatan struktur tanggul, serta pengawasan lapangan agar perbaikan dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.
Langkah cepat Polsek Sumberasih bersama Forkopimka ini mencerminkan peran aktif aparat negara tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam perlindungan sosial dan lingkungan. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem, kolaborasi semacam ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah kepulauan seperti Gili Ketapang yang rentan terhadap gelombang pasang dan abrasi laut. (Bambang/*)







