banner 728x250
TNI  

Museum Tengger Diresmikan Menbud Fadli Zon, Kodim 0820 Probolinggo Pastikan Keamanan Acara

Museum Tengger Diresmikan Menbud Fadli Zon, Kodim 0820 Probolinggo Pastikan Keamanan Acara
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengawal dan mengamankan jalannya peresmian revitalisasi Museum Tengger yang dilakukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/1/2026).

Peresmian revitalisasi Museum Tengger ditandai dengan pemotongan untaian bunga serta penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo, perwakilan instansi vertikal, tokoh adat Tengger, serta undangan lainnya.

banner 325x300

Pengamanan dan pengawalan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh jajaran Kodim 0820/Probolinggo guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Menteri Kebudayaan RI di kawasan strategis wisata nasional Gunung Bromo menjadi perhatian khusus aparat keamanan mengingat nilai penting agenda pelestarian budaya tersebut.

Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengatakan Museum Tengger memiliki posisi strategis sebagai pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal. Menurutnya, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer artefak, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Museum Tengger merupakan pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang memiliki nilai sejarah tinggi. Museum ini dibangun sebagai ruang edukasi, dokumentasi, sekaligus pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang,” ujar Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono di sela kegiatan.

Ia berharap revitalisasi yang telah dilakukan dapat menjadikan Museum Tengger semakin representatif sebagai pusat kajian kebudayaan sekaligus destinasi wisata edukasi. Keberadaan museum ini dinilai mampu memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya.

“Semoga Museum Tengger dapat berkembang sebagai pusat kajian kebudayaan dan destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan revitalisasi Museum Tengger merupakan respons cepat pemerintah pusat setelah dirinya meninjau langsung kondisi museum beberapa bulan lalu, bertepatan dengan pelaksanaan upacara adat Yadnya Kasada.

“Alhamdulillah, hari ini revitalisasi Museum Tengger telah selesai. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dalam mewujudkan revitalisasi ini,” kata Fadli Zon.

Menurut Fadli, rehabilitasi dan revitalisasi museum merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa. Museum memiliki peran penting sebagai ruang penyimpanan memori kolektif, sekaligus media pembelajaran bagi masyarakat luas tentang sejarah, tradisi, dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Museum Tengger yang berada di kaki Gunung Bromo menyimpan beragam koleksi budaya, mulai dari benda pusaka bersejarah, dokumentasi visual, busana adat, hingga artefak budaya yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Tengger. Koleksi tersebut mencerminkan nilai-nilai leluhur, termasuk tradisi Yadnya Kasada yang menjadi identitas kuat masyarakat Tengger.

“Masyarakat Tengger telah menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber kekuatan. Nilai harmoni antara manusia dengan alam, sesama manusia, serta dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, merupakan jati diri yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Fadli Zon menegaskan Museum Tengger diharapkan menjadi pusat informasi, pusat edukasi, sekaligus pusat budaya yang terbuka bagi masyarakat luas. Ia mengajak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo untuk tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami kekayaan budaya lokal melalui Museum Tengger.

“Saya mengajak para wisatawan yang datang ke Bromo agar menyempatkan diri mengunjungi Museum Tengger, sehingga dapat memahami lebih dalam budaya masyarakat Tengger sebagai bagian penting dari khazanah budaya bangsa,” pungkasnya.

(Bambang/Pendim0820)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *