Probolinggo — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang konsisten dijalankan adalah pembinaan rohani berupa kegiatan pengajian rutin yang kembali digelar pada Jumat (9/1/2026).
Kegiatan pengajian yang berlangsung di lingkungan Rutan Kraksaan tersebut diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias. Suasana khidmat dan religius terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat warga binaan dalam mengikuti pembinaan spiritual sebagai bagian penting dari proses perbaikan diri selama menjalani masa pidana.
Pengajian rutin ini merupakan bagian dari program pembinaan mental dan kepribadian yang dirancang untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih tenang, beretika, serta memiliki kesadaran moral yang lebih baik. Melalui pendekatan keagamaan, Rutan Kraksaan berupaya menanamkan nilai-nilai positif yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan, baik selama berada di dalam rutan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa pembinaan rohani memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, penguatan aspek spiritual menjadi fondasi dalam membangun sikap dan pola pikir warga binaan agar lebih konstruktif.
“Pembinaan keagamaan ini kami laksanakan secara berkelanjutan karena memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan. Dengan pegangan spiritual yang kuat, diharapkan mereka mampu mengendalikan diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Galih.
Ia menambahkan, kegiatan pengajian tidak hanya berfokus pada peningkatan keimanan, tetapi juga menjadi sarana untuk menenangkan batin, mengurangi tekanan psikologis, serta mendorong warga binaan agar mampu merefleksikan kesalahan masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup.
“Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani pembinaan di rutan maupun saat mereka kembali dan berinteraksi dengan masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan, M. Yasin, menyampaikan bahwa pengajian rutin diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku warga binaan. Dengan pembinaan mental yang dilakukan secara konsisten, suasana rutan diharapkan semakin kondusif, aman, dan harmonis.
“Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan menjadi lebih tenang, tertib, saling menghargai, serta memiliki kesiapan mental untuk kembali beradaptasi di lingkungan sosial,” ungkap Yasin.
Menurutnya, pengajian juga berfungsi sebagai sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, kedisiplinan, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting sebagai bekal reintegrasi sosial bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.
“Pembinaan rohani ini menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Dengan mental yang lebih baik, warga binaan diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih positif dan produktif ke depan,” jelasnya.
Rutan Kraksaan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan secara menyeluruh, baik di bidang keagamaan, mental, maupun keterampilan. Langkah ini sejalan dengan pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan utama, dengan orientasi pada perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Dengan pelaksanaan pengajian rutin yang konsisten, Rutan Kraksaan berharap dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang religius, kondusif, serta mendukung proses pembinaan secara optimal demi terciptanya warga binaan yang siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
(Bambang)







