Probolinggo – Awal tahun 2026 menjadi penanda penting bagi arah dan dinamika politik Kabupaten Probolinggo. Dua partai politik berbasis massa Nahdliyyin, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Probolinggo, menggelar pertemuan strategis di kawasan wisata Pekalen Rafting, Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Sabtu (10/1/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi AHZ, dan Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Mahdi, bersama jajaran pengurus struktural masing-masing partai serta anggota Fraksi DPRD Kabupaten Probolinggo dari PKB dan PPP.
Lengkapnya unsur struktural dan legislatif yang hadir menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar silaturahmi. Forum tersebut dibaca sebagai langkah konsolidasi politik jangka panjang, seiring mulai menghangatnya dinamika politik daerah pasca-Pemilu dan menjelang fase-fase politik strategis berikutnya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas politik dalam rangka menjaga stabilitas pemerintahan dan kesinambungan pembangunan daerah.
“PKB dan PPP memiliki sejarah perjuangan serta basis ideologis yang sama. Di awal 2026 ini, kami menegaskan kembali komitmen bersama agar arah kebijakan di Kabupaten Probolinggo tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Fahmi.
Wakil Bupati Probolinggo tersebut juga menekankan pentingnya komunikasi politik yang intens dan berkelanjutan. Menurutnya, koalisi politik tidak boleh berhenti pada kepentingan elektoral semata, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan strategis dalam mengawal kebijakan publik.
“Koalisi yang kuat adalah koalisi yang mampu bekerja sama dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi perbedaan pandangan dan tekanan politik,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Mahdi. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya merawat harmoni koalisi yang selama ini telah terbangun.
“Ini adalah ruang kebersamaan. Koalisi tidak boleh bersifat musiman, tetapi harus dirawat secara konsisten demi keberlanjutan pembangunan dan stabilitas politik Kabupaten Probolinggo,” ujar Mahdi.
Usai diskusi panjang terkait arah konsolidasi dan penguatan kerja politik, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama arung jeram di Pekalen Rafting. Lokasi yang dikenal memiliki arus deras dan menantang itu dinilai sarat makna simbolik.
Kebersamaan di tengah derasnya arus menjadi refleksi kekompakan serta kemampuan mengendalikan arah di tengah dinamika politik yang kian kompleks.
Melalui pertemuan ini, PKB dan PPP menegaskan bahwa koalisi politik bukan sekadar kalkulasi kursi, melainkan kerja bersama untuk menjaga stabilitas pemerintahan, konsistensi kebijakan, serta keberlanjutan pembangunan Kabupaten Probolinggo di tengah tantangan politik tahun-tahun mendatang. (Bambang)







