JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 23 September 2026, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) baru-baru ini berhasil menggelar acara Pembekalan Karakter dan Kepemimpinan Mahasiswa Baru (PKKMB) yang menjadi tahap penting bagi para mahasiswa baru. Di tahun ini, PKKMB mengusung tema ‘Green and Sustainable Global Campus’. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa baru dari Indonesia, tetapi juga melibatkan 67 mahasiswa internasional yang berasal dari 17 negara, menjadikan suasana pembekalan ini semakin beragam dan menarik.
Tema yang diangkat dalam PKKMB ini mencerminkan kepedulian UMJ terhadap isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan keberlanjutan dan kesadaran lingkungan. Dalam konteks perkembangan zaman yang semakin menuntut respons cepat terhadap krisis lingkungan, fokus pada "green campus" menjadi sangat relevan. Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kampus, seperti yang tertuang dalam acara ini, diharapkan dapat menyulut semangat kolaborasi dan inisiatif yang lebih besar dalam menjaga keberlanjutan di lingkungan kampus dan di luar.
Melalui tema ini, UMJ juga bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa baru tentang peran mereka sebagai agent of change. Mahasiswa diharapkan dapat lebih responsif dan kreatif dalam merespons tantangan-tantangan lingkungan yang ada, sekaligus mengembangkan soft skills yang diperlukan dalam kehidupan profesional mereka kelak. PKKMB diharapkan menjadi platform bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar di dalam kelas tetapi juga memahami pentingnya keterlibatan dalam organisasi kampus yang mendukung inisiatif keberlanjutan.
Secara keseluruhan, acara ini menandai awal yang baik bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran akan perlunya tindakan bersama untuk mencapai kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat melalui PKKMB, mahasiswa diharapkan akan mampu berkontribusi positif bagi UMJ dan masyarakat secara luas.
H. Yandri Susanto, selaku Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, menyampaikan sambutan yang penuh inspirasi pada acara penyambutan mahasiswa baru. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya membangun mentalitas yang kuat di kalangan mahasiswa. Di dunia yang kompetitif ini, memiliki ketahanan mental adalah hal yang krusial untuk meraih kesuksesan. Mahasiswa diharapkan untuk tidak hanya fokus pada akademis, tetapi juga pada pengembangan pribadi yang dapat membantu mereka berkontribusi lebih baik bagi masyarakat.
Kepada mahasiswa baru, Menteri Yandri mengingatkan bahwa keberanian untuk mengambil risiko dan mengeksplorasi berbagai peluang di kampus adalah langkah awal menuju masa depan yang gemilang. Setiap kesempatan yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik itu melalui organisasi, kepemimpinan, maupun kegiatan akademis lainnya. Poin ini sangat relevan, karena keterlibatan dalam organisasi kampus mampu melatih keterampilan interpersonal yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.
Selain itu, Yandri menegaskan bahwa pengembangan karakter dan kepemimpinan harus menjadi fokus utama mahasiswa selama masa studi mereka. Karakter yang baik akan membekali mahasiswa dengan integritas dan etika dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sebagai bagian dari pendidikan, kegiatan di organisasi memberikan gambaran nyata tentang dinamika kerja dalam tim, kepemimpinan yang efektif, serta bagaimana menghadapi tantangan dengan solusi khusus. Keterlibatan dalam organisasi tidak hanya meningkatkan skill, tetapi juga memperluas jaringan sosial yang sangat berharga.
Dengan demikian, pesan dari Menteri Desa ini mengingatkan mahasiswa baru untuk berani mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengejar impian mereka. Menghadapi tantangan dengan sikap positif, serta berani melibatkan diri dalam berbagai kegiatan di kampus, adalah kunci untuk meraih kesuksesan bukan hanya dalam bidang akademis, tetapi juga dalam kehidupan sosial.
Dalam era pendidikan tinggi yang kompetitif, keterlibatan mahasiswa dalam organisasi di kampus menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma’mun Murod, secara tegas mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga untuk aktif dalam pengembangan potensi diri di luar lingkungan kelas. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan soft skills, tetapi juga memperluas jaringan sosial dan profesional yang akan berguna di masa depan.
Prof. Ma’mun mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus yang diharapkan mampu berkontribusi positif kepada masyarakat. Dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan kepemimpinan, kerjasama tim, serta keterampilan komunikasi. Aspek-aspek ini sangat penting, terutama dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa menjadi bagian dari UMJ adalah suatu kebanggaan. Hal ini seharusnya dijadikan motivasi bagi mahasiswa untuk memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya. Rektor juga mengajak mahasiswa untuk menyadari betapa pentingnya kontribusi mereka terhadap pengembangan kampus dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pendidikan di UMJ tidak hanya terbatas pada transfer ilmu, tetapi juga mencakup pengalaman berharga yang diperoleh melalui keterlibatan dalam organisasi.
Dengan begitu, melalui seruan yang disampaikan oleh Rektor UMJ, diharapkan mahasiswa dapat termotivasi untuk lebih aktif dalam berorganisasi. Keterlibatan ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat luas, menciptakan alumnus yang siap berkontribusi secara nyata.
Berwirausaha merupakan salah satu alternatif yang kini semakin populer di kalangan mahasiswa. Yandri Susanto, dalam penelitiannya, menekankan betapa pentingnya bagi mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada pencarian pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga berani untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Pada era yang serba cepat ini, mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi yang mengharuskan mereka untuk berpikir kreatif dan inovatif.
Dengan mendorong mahasiswa untuk berwirausaha, mereka diajak untuk mengeksplorasi ide-ide baru yang dapat dijadikan peluang bisnis. Terlibat dalam dunia wirausaha tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga pembelajaran praktis yang berharga. Melalui proses ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan manajerial, pemasaran, serta keuangan, yang semuanya merupakan aspek penting dalam menjalankan bisnis.
Pembekalan yang diberikan di kampus harus mencakup hadirin yang berbagi pengalaman nyata dalam berwirausaha, memberikan wawasan yang lebih dalam tentang tantangan dan keuntungan yang ada di dunia bisnis. Mahasiswa juga perlu diberi dukungan seperti inkubator bisnis, akses ke modal, serta jaringan agen yang dapat mendukung usaha mereka. Dengan demikian, keterlibatan dalam berwirausaha akan membekali mahasiswa dengan kemandirian dan ketahanan, yang sangat dibutuhkan di era globalisasi. Mahasiswa yang memiliki keberanian untuk berwirausaha memiliki potensi besar untuk menciptakan solusi baru dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, berwirausaha bukan hanya sekadar pilihan karir, melainkan juga sebuah sikap mental yang mencerminkan keberanian, inovasi, serta daya saing yang tinggi. Hal ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk menjadi lebih produktif dan berpikir ke depan.













