Kabupaten Tuban | Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah truk boks terjadi di Jalan Raya Tuban–Semarang, jalur Pantura, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Senin, 12 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan bangunan warga di sekitar lokasi kejadian.
Truk boks itu diduga kehilangan kendali saat melintas di ruas jalan tersebut. Setelah keluar dari kendali, kendaraan niaga tersebut menabrak dua kendaraan yang berada di jalurnya. Benturan kemudian berlanjut hingga bagian depan tiga rumah warga mengalami kerusakan.
Dampak paling serius dalam kecelakaan ini adalah dua pengendara mengalami luka berat. Keduanya segera mendapat penanganan setelah kejadian, sementara kondisi kendaraan yang terlibat serta tingkat kerusakan rumah warga masih menjadi bagian dari pendataan di lapangan.
Kerusakan pada tiga rumah terutama terlihat di bagian depan bangunan. Benturan truk boks menyebabkan area yang berada paling dekat dengan badan jalan terdampak, sehingga warga dan petugas perlu memastikan kondisi struktur bangunan sebelum rumah kembali digunakan secara normal.
Insiden tersebut juga sempat mengganggu aktivitas lalu lintas di jalur Pantura Tuban–Semarang. Jalur ini merupakan salah satu ruas penting yang menghubungkan wilayah pantai utara Jawa, sehingga kecelakaan dengan melibatkan kendaraan berukuran besar dapat menimbulkan hambatan bagi pengguna jalan lainnya. Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap korban, kendaraan, dan lokasi tabrakan agar arus lalu lintas dapat kembali terkendali.
Penyebab pasti truk kehilangan kendali belum dapat disimpulkan dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Petugas berwenang akan mendalami rangkaian kejadian, termasuk kondisi kendaraan, situasi jalan, serta faktor lain yang mungkin berperan sebelum tabrakan terjadi. Informasi mengenai identitas korban dan nilai kerusakan juga masih menunggu keterangan resmi.
Truk boks melaju dari arah barat ke timur, dengan rute dari Semarang menuju Tuban, ketika kecelakaan terjadi di jalur Pantura Tuban. Kendaraan tersebut bergerak pada jalur yang sama dengan kendaraan lain yang sedang melintas. Dalam peristiwa itu, truk boks kemudian menabrak kendaraan roda tiga jenis Tossa dan sebuah sepeda motor. Benturan tersebut melibatkan kedua kendaraan yang berada di jalur perjalanan truk boks.
Setelah menabrak Tossa dan sepeda motor, rangkaian kecelakaan berlanjut dengan terpentalnya pengendara kendaraan roda tiga serta pengendara sepeda motor. Keduanya terpental ke sisi kanan dari jalur kendaraan. Akibat benturan dan posisi kedua pengendara setelah terpental, mereka kemudian masuk ke badan jalan. Rangkaian pergerakan kendaraan dan pengendara itu menjadi bagian dari kronologi kecelakaan yang melibatkan truk boks, kendaraan roda tiga, dan sepeda motor.
Keterangan mengenai rangkaian tabrakan tersebut disampaikan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban, Ipda Rizky Dwi P. Berdasarkan keterangan itu, kecelakaan bermula ketika truk boks melaju dari barat menuju timur, dari Semarang ke Tuban, lalu menabrak Tossa dan sepeda motor yang sedang melintas di jalur tersebut. Seusai benturan, pengendara Tossa dan sepeda motor terpental ke sisi kanan hingga masuk ke badan jalan. Kronologi ini menggambarkan urutan kejadian berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian.
Truk boks yang terlibat dalam peristiwa di jalur Pantura Tuban tercatat menggunakan nomor polisi W 9388 PF. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Feri Yudin, yang berusia 41 tahun dan merupakan warga Banyuwangi. Identitas nomor polisi serta pengemudi itu menjadi keterangan utama untuk mengenali truk boks yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Selain Feri Yudin sebagai pengemudi truk boks, terdapat dua pengendara lain yang berkaitan dengan kendaraan yang tertabrak. Kendaraan pertama dikemudikan oleh Ahmad Rofiq, sedangkan kendaraan kedua dikemudikan oleh Sakiman. Kedua nama tersebut disebut sebagai pengemudi dari dua kendaraan yang terdampak dalam peristiwa itu.
Dengan demikian, kendaraan yang terlibat dapat dikenali melalui satu truk boks bernomor polisi W 9388 PF dan dua kendaraan lain yang masing-masing dikemudikan Ahmad Rofiq serta Sakiman. Truk boks itu berada di bawah kendali Feri Yudin, 41 tahun, warga Banyuwangi. Keterangan tersebut membedakan identitas pengemudi berdasarkan kendaraan yang mereka bawa atau kendalikan, tanpa menambahkan rincian lain di luar informasi yang tersedia.
Rincian identitas ini penting dalam pemberitaan karena memberikan kejelasan mengenai pihak-pihak yang terkait dengan kejadian di Pantura Tuban. Feri Yudin disebut sebagai pengemudi truk boks dengan nomor polisi W 9388 PF, sementara Ahmad Rofiq dan Sakiman masing-masing disebut sebagai pengemudi kendaraan yang tertabrak. Data tersebut menjadi dasar penyebutan identitas kendaraan dan pengemudi dalam laporan mengenai peristiwa itu.
Kecelakaan truk boks di jalur Pantura Tuban menimbulkan dampak serius bagi para pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan aparat, truk tersebut melaju dari arah barat menuju timur. Dalam peristiwa itu, truk menabrak kendaraan roda tiga dan sepeda motor yang berada di jalurnya. Benturan tersebut membuat dua pengendara terpental ke badan jalan dan mengalami luka berat.
Dua korban yang terlibat dalam kecelakaan menjadi pihak yang paling terdampak dalam insiden tersebut. Kondisi luka berat yang dialami keduanya menunjukkan kuatnya benturan truk boks dan kendaraan yang ditabrak. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci mengenai penanganan medis, identitas korban, maupun perkembangan kondisi mereka setelah kejadian. Keterangan mengenai dampak terhadap korban disampaikan berdasarkan informasi aparat di lokasi.
Selain mengenai korban, kecelakaan itu juga menyebabkan kerusakan pada lingkungan permukiman di sekitar ruas Pantura. Setelah menabrak kendaraan roda tiga dan sepeda motor, truk boks menghantam tiga rumah warga. Bagian depan ketiga bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat benturan, sehingga insiden tidak hanya berdampak pada pengguna jalan, tetapi juga pada warga dan properti di sekitar titik kejadian.
Kerusakan pada bagian depan rumah menjadi dampak langsung yang terlihat di lingkungan sekitar. Tiga bangunan warga yang terdampak berada di area jalur kecelakaan, sementara kendaraan dan korban berada di badan jalan setelah benturan. Rangkaian kejadian tersebut menggambarkan luasnya dampak kecelakaan, mulai dari luka berat yang dialami dua pengendara hingga kerusakan pada rumah warga. Belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai nilai kerugian bangunan atau kondisi rumah setelah peristiwa tersebut.






