banner 728x250
Sosial  

Pria Diduga ODGJ Dievakuasi dari Saluran Air Pasar Serpong

Pria Diduga ODGJ Dievakuasi dari Saluran Air Pasar Serpong
banner 120x600
banner 468x60

Tangerang | Video seorang pria yang tidur di saluran air kawasan Pasar Serpong, Tangerang Selatan, menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Peristiwa tersebut menarik perhatian publik karena menampilkan keberadaan seorang pria di saluran air. Berdasarkan informasi yang tersedia, pria itu diduga mengalami gangguan jiwa. Kabar mengenai keberadaannya kemudian mendapat penanganan dari pihak kepolisian.

Polisi telah mengevakuasi pria tersebut dari saluran air di kawasan Pasar Serpong. Evakuasi dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap situasi yang menjadi perhatian setelah videonya tersebar di media sosial. Setelah dievakuasi, pria itu tidak lagi berada di saluran air tersebut. Penanganan selanjutnya dilakukan dengan membawanya ke Dinas Sosial.

banner 325x300

Informasi mengenai evakuasi ini menjadi inti dari perkembangan peristiwa tersebut. Pria yang sebelumnya diduga mengalami gangguan jiwa itu telah dipindahkan dari lokasi dan diserahkan untuk mendapat penanganan melalui Dinas Sosial. Dengan demikian, peristiwa yang menjadi perhatian di media sosial itu telah ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Peristiwa di Pasar Serpong tersebut menunjukkan bahwa keberadaan seorang pria di saluran air segera mendapat perhatian dan penanganan. Setelah video beredar, polisi melakukan evakuasi terhadap pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu. Ia kemudian dibawa ke Dinas Sosial. Keterangan ini menjadi informasi utama terkait tindak lanjut atas video yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Iptu Yuni mengatakan polisi mendatangi lokasi setelah informasi mengenai seorang pria yang berada di saluran air Pasar Serpong beredar. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pengecekan secara langsung di lokasi. Polisi kemudian berkoordinasi dan mengambil langkah evakuasi terhadap pria itu agar dapat dipindahkan dari saluran air ke tempat yang lebih aman.

Menurut keterangan Iptu Yuni, pria tersebut telah dievakuasi ke Dinas Sosial. Pemindahan itu dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal setelah polisi menemukan dan mengamankan yang bersangkutan dari lokasi. Dinas Sosial selanjutnya menjadi tempat tujuan evakuasi untuk memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Iptu Yuni menyampaikan bahwa pria itu telah dievakuasi dan diduga ODGJ. Keterangan tersebut disampaikan pada Rabu, 13 Oktober 2026. Istilah “diduga ODGJ” dalam informasi awal ini belum dapat diartikan sebagai diagnosis medis yang telah dipastikan. Sumber tidak menyebutkan adanya pemeriksaan atau penetapan dari tenaga kesehatan yang menegaskan kondisi kejiwaan pria tersebut.

Dengan demikian, dugaan gangguan jiwa masih bersumber dari keterangan awal dalam proses evakuasi, bukan hasil diagnosis medis yang ditegaskan. Penanganan melalui Dinas Sosial diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan pria tersebut, termasuk pendataan dan layanan yang sesuai. Polisi dalam hal ini berperan mendatangi lokasi setelah menerima informasi, mengevakuasi pria tersebut, serta menyerahkannya untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Identitas dan kondisi medisnya belum dijelaskan lebih terperinci dalam keterangan yang disampaikan.

Menurut keterangan kepolisian, penemuan pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu bermula ketika petugas Bhabinkamtibmas Serpong sedang menjalankan tugas mengatur lalu lintas pada Senin, 11 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, petugas melihat seorang pria berada di saluran air. Temuan itu kemudian menjadi perhatian petugas karena pria tersebut tampak tidak memberikan respons yang segera terlihat.

Pada awalnya, petugas menduga pria itu telah meninggal dunia. Dugaan tersebut muncul berdasarkan keadaan yang terlihat ketika petugas menemukannya saat menjalankan pengaturan lalu lintas. Meski demikian, petugas tidak langsung menyimpulkan kondisi pria tersebut hanya dari pengamatan awal. Pemeriksaan kemudian dilakukan untuk memastikan keadaan sebenarnya.

Setelah diperiksa, diketahui bahwa pria tersebut masih hidup. Dengan demikian, dugaan awal bahwa pria itu telah meninggal dunia tidak sesuai dengan keadaan yang ditemukan petugas. Urutan kejadian tersebut disampaikan kepolisian sebagai rangkaian awal penemuan, mulai dari tugas Bhabinkamtibmas Serpong mengatur lalu lintas, melihat pria tersebut, mengira ia sudah meninggal, hingga memastikan bahwa yang bersangkutan masih hidup. Keterangan itu menjadi dasar informasi mengenai bagaimana pria tersebut pertama kali ditemukan sebelum proses penanganan berikutnya dilakukan.

Warga di sekitar Pasar Serpong mengungkapkan bahwa pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan tersebut bukan kali pertama berada di saluran air. Menurut keterangan warga, ia sudah beberapa kali diusir dari lokasi karena tidur di dalam saluran air yang berada di kawasan pasar. Keberadaannya dinilai mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan, terutama karena saluran tersebut bukan tempat yang semestinya digunakan untuk beristirahat.

Meski telah berulang kali diminta meninggalkan lokasi, pria itu disebut kembali ke tempat yang sama. Warga mengatakan, setiap kali meninggalkan saluran air, ia kemudian datang lagi dan tidur di lokasi tersebut. Pola itu membuat warga kembali memperhatikannya ketika pria tersebut terlihat berada di dalam saluran air Pasar Serpong.

Sehari sebelum keterangan warga disampaikan, sejumlah warga juga sempat membangunkan pria tersebut. Setelah dibangunkan, ia kemudian meninggalkan lokasi untuk sementara waktu. Namun, warga menyebut pria itu sebelumnya memang beberapa kali kembali ke saluran air setelah diusir, sehingga keberadaannya kembali menjadi perhatian di lingkungan sekitar pasar.

Petugas kepolisian kemudian melakukan evakuasi terhadap pria tersebut dari saluran air. Dalam proses selanjutnya, ia dibawa ke Dinas Sosial sebagai langkah yang dilakukan polisi untuk menangani keberadaannya di lokasi tersebut. Evakuasi itu dilakukan setelah adanya perhatian warga terhadap pria yang berulang kali tidur di saluran air Pasar Serpong.

Baca juga: Sorotan Proyek PUPR Langsa: Diduga Jalan Pasar Ikan dan Pasar Daging Dikerjakan Tanpa Penyekrapan, Papan Proyek Tak Terlihat

banner 325x300