Probolinggo — Komunitas Gerakan Media Berbagi Al-Qur’an (GMBQ) Probolinggo Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial keagamaan dengan menyalurkan wakaf Al-Qur’an ke dua musholla di wilayah Kota Probolinggo, Sabtu (13/12/2025) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas akses masyarakat terhadap mushaf Al-Qur’an yang layak sekaligus memperkuat syiar Islam di tingkat akar rumput.
Dua lokasi penerima wakaf tersebut yakni Musholla Al-Buchori yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo, tepatnya di halaman Pusat Kuliner GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo, serta Musholla Hidayatul Rohma yang berada di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.
Penyaluran wakaf Al-Qur’an ini dihadiri langsung oleh Ketua GMBQ Probolinggo Raya Bambang Prasojo, didampingi Sekretaris GMBQ Septyan Dwi Cahyo, bersama sejumlah anggota komunitas. Aksi tersebut merupakan lanjutan dari program rutin GMBQ dalam menjembatani amanah para donatur wakaf Al-Qur’an kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua GMBQ Probolinggo Raya Bambang Prasojo menjelaskan, kegiatan wakaf Al-Qur’an ini merupakan wujud kepedulian sosial berbasis keagamaan yang secara konsisten dijalankan komunitasnya.
“Menjelang tutup tahun 2025, kami berkomitmen menyalurkan seluruh titipan dan amanah wakaf Al-Qur’an dari para donatur. Harapannya, mushaf Al-Qur’an yang disalurkan ini dapat menjadi ladang pahala jariyah, setiap kali dibaca dan diamalkan oleh jamaah musholla,” ujar Prasojo usai penyaluran.
Prasojo menambahkan, penyaluran wakaf ini juga dilatarbelakangi oleh informasi yang diterima GMBQ terkait kondisi mushaf Al-Qur’an di kedua musholla tersebut yang sudah usang dan jumlahnya terbatas. Hal itu mendorong GMBQ untuk segera bergerak tanpa menunda.
“Kami menerima informasi bahwa Al-Qur’an di musholla-musholla ini sudah banyak yang tidak layak pakai dan jumlahnya terbatas. Dari situ, kami berinisiatif langsung menyalurkan mushaf Al-Qur’an yang lebih layak agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman,” kata dia.
Ia berharap, mushaf Al-Qur’an yang diwakafkan dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya menjelang bulan Ramadhan mendatang untuk kegiatan tadarus dan ibadah bersama.
“Semoga Al-Qur’an ini benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga para donatur juga terus mendapatkan aliran pahala dari setiap ayat yang dibaca jamaah,” tutur Prasojo.
Sementara itu, Imam Musholla Al-Buchori, Hananto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas wakaf Al-Qur’an yang diterima pihaknya. Ia mengaku terharu karena bantuan tersebut datang dengan cepat setelah kebutuhan musholla disampaikan.
“Tadi siang saya sempat menyampaikan kondisi Al-Qur’an yang sudah usang kepada Mas Cahyo. Alhamdulillah, sore harinya langsung disalurkan bersama tim GMBQ. Ini benar-benar di luar dugaan dan sangat kami syukuri,” ucap Hananto dengan nada haru.
Menurutnya, mushaf Al-Qur’an tersebut akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh jamaah musholla, baik untuk membaca Al-Qur’an di waktu senggang maupun dalam kegiatan keagamaan lainnya.
“Kami pastikan mushaf ini digunakan dengan baik untuk jamaah. Terima kasih GMBQ atas kepeduliannya,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan pengurus Musholla Hidayatul Rohma, Andik Joko. Ia mengaku terkejut dengan gerak cepat GMBQ yang langsung menyalurkan Al-Qur’an tanpa prosedur yang berbelit.
“Saya hanya mendapat informasi mendadak dari RT sebelah terkait rencana survei. Namun saat tim GMBQ datang, Al-Qur’an langsung diberikan tanpa syarat apa pun. Ini luar biasa,” ujar Joko, yang juga menjabat Ketua RT 02 RW 09 Kelurahan Mangunharjo.
Joko pun mendoakan agar komunitas GMBQ semakin berkembang dan terus konsisten dalam kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
“Semoga GMBQ semakin jaya, semakin dikenal luas, dan seluruh timnya diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran rezeki dari berbagai arah. Terima kasih telah mengamanahkan mushaf Al-Qur’an ini kepada musholla kami,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, GMBQ Probolinggo Raya menegaskan perannya sebagai komunitas yang aktif menggerakkan kepedulian sosial berbasis keagamaan, sekaligus menjadi penghubung antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan sentuhan nyata dalam bidang syiar Islam.
(Bambang/)*






