banner 728x250

Halal Bihalal Penuh Makna, SMKN 1 Wonomerto Perkuat Silaturahmi Lewat Kebersamaan Nyata

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pascalibur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, SMKN 1 Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan halal bihalal yang melibatkan seluruh elemen sekolah, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara guru dan siswa dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMKN 1 Wonomerto, Budi Jatmiko, S.Pd., M.M., bersama jajaran dewan guru, staf, serta ratusan siswa. Sejak pagi, suasana kebersamaan tampak kental, ditandai dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai bagian dari tradisi Idulfitri.

banner 325x300

Tidak sekadar seremoni, kegiatan halal bihalal tahun ini juga diwarnai dengan tradisi makan bersama yang menjadi ciri khas sekolah tersebut. Menariknya, seluruh hidangan yang disajikan merupakan hasil partisipasi sukarela para guru yang membawa makanan dari rumah masing-masing.

Beragam menu tersaji, mulai dari nasi, lontong, aneka sayur, lauk pauk, hingga kue dan minuman. Seluruh hidangan kemudian dinikmati bersama tanpa sekat, baik oleh guru maupun siswa, menciptakan suasana egaliter yang jarang ditemui dalam aktivitas formal sekolah.

Kepala SMKN 1 Wonomerto, Budi Jatmiko, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun karakter kebersamaan dan nilai kekeluargaan di lingkungan pendidikan.

“Halal bihalal ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan emosional antara guru dan siswa. Kami ingin menciptakan suasana sekolah yang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai rumah kedua yang penuh kehangatan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menambahkan, tradisi membawa makanan dari rumah secara sukarela telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi simbol kekompakan serta kepedulian antarwarga sekolah.

“Tidak ada paksaan dalam kegiatan ini. Semua dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan. Justru dari situlah nilai kebersamaan itu tumbuh. Guru dan siswa bisa duduk bersama, makan bersama, tanpa ada batas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada momen tersebut seluruh guru dan siswa mengenakan busana muslim, tanpa menggunakan seragam sekolah seperti hari biasanya. Hal ini, menurutnya, menjadi simbol kuat tidak adanya sekat maupun perbedaan di antara warga sekolah.

“Para guru dan siswa nampak memakai baju muslim, jadi tidak ada yang memakai seragam sekolah. Itu menunjukkan tidak ada pembeda atau pemisah antara guru dan siswa,” tegasnya.

Para guru pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai halal bihalal dan makan bersama menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair dengan siswa, di luar suasana pembelajaran di kelas.

Salah seorang guru, Abu mengungkapkan bahwa momen seperti ini mampu mencairkan suasana dan menghilangkan jarak antara pendidik dan peserta didik.

“Biasanya di kelas ada batasan formal, tetapi di sini kita bisa berinteraksi lebih santai. Ini penting untuk membangun kedekatan emosional,” ujarnya.

Sementara itu, para siswa juga mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Selain bisa menikmati hidangan bersama, mereka juga merasa lebih dekat dengan para guru.

“Senang sekali, bisa makan bareng guru dan teman-teman. Rasanya seperti keluarga besar,” kata salah satu siswa.

Kegiatan halal bihalal ini diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menyambut kembali aktivitas belajar mengajar, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai di lingkungan sekolah.

Dengan tradisi yang terus dijaga, SMKN 1 Wonomerto menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui kebersamaan dan nilai-nilai kemanusiaan.

(Bambang/*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *