Jakarta | Dewa United Banten mengawali kiprahnya di Grup B IBL All Indonesian 2026 dengan kemenangan tipis atas Pelita Jaya Basketball Jakarta. Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Bogor, Dewa United menang dengan skor 61-59. Selisih dua angka menggambarkan ketatnya persaingan kedua tim, yang terus beradu keunggulan sampai detik terakhir. Hasil ini menempatkan Dewa United sebagai pemenang dalam laga yang menuntut konsentrasi dan ketenangan sepanjang pertandingan.
Meski akhirnya harus menerima kekalahan, Pelita Jaya memulai laga dengan baik. Mereka mampu membangun ritme permainan lebih dahulu dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 19-14. Awal tersebut memberi Pelita Jaya modal untuk menekan lawan sejak menit-menit pembuka, sementara Dewa United harus berusaha mengejar ketertinggalan. Keunggulan lima angka itu juga menunjukkan bahwa Pelita Jaya berhasil memanfaatkan periode awal untuk mengambil kendali sementara atas jalannya pertandingan.
Namun, skor pada kuarter pertama belum menentukan hasil akhir. Dengan pertandingan yang berlangsung rapat, keunggulan Pelita Jaya tetap harus dipertahankan di tengah upaya Dewa United untuk membalikkan keadaan. Kedua tim terlibat dalam duel yang tidak memberi ruang besar bagi lawan untuk menjauh. Setiap perubahan skor menjadi penting dalam laga dengan margin akhir yang sangat tipis tersebut. Dewa United pada akhirnya mampu mengatasi tekanan dan memastikan kemenangan 61-59, sedangkan Pelita Jaya gagal mempertahankan keunggulan awalnya hingga pertandingan selesai. Pertemuan di Bogor ini menjadi salah satu laga pembuka Grup B yang memperlihatkan betapa ketatnya persaingan dua tim. Meski Pelita Jaya sempat memimpin pada kuarter pertama, Dewa United menjaga peluangnya tetap terbuka hingga berhasil mengamankan hasil akhir. Kemenangan tipis itu sekaligus mengawali perjalanan Dewa United di kompetisi dengan hasil positif, dalam pertandingan yang ditentukan oleh selisih kecil dan berlangsung sengit sampai akhir.Memasuki kuarter kedua, jalannya pertandingan mulai berubah. Setelah Pelita Jaya sempat menjaga keunggulan, Dewa United menemukan cara untuk kembali menekan dan membuat persaingan semakin ketat. Erick Junior menjadi sosok penting pada awal periode ini. Ia menuntaskan dua lemparan bebas secara berurutan untuk menyamakan kedudukan menjadi 27-27. Momen tersebut memberi Dewa United dorongan yang dibutuhkan untuk membalikkan keadaan, sekaligus menandai perubahan momentum dalam laga.
Tak lama setelah skor imbang, Dewa United berbalik unggul 28-27. Tim itu kemudian tampil lebih teratur dalam membangun serangan dan menjaga intensitas di sisi pertahanan. Kennie Kristanto dan Kaleb Gemilang turut memberi kontribusi melalui empat poin beruntun. Tambahan angka tersebut memperlebar jarak dan membuat Pelita Jaya harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi tempo lawan. Dewa United pun menutup paruh pertama dengan keunggulan 32-27, setelah berhasil mengendalikan fase akhir kuarter kedua.
Keunggulan itu tidak berhenti setelah jeda. Pada kuarter ketiga, Dewa United melanjutkan tekanan dan semakin mantap menguasai permainan. Serangan mereka menghasilkan peluang yang lebih efektif, sementara pertahanan membatasi kesempatan Pelita Jaya untuk memangkas selisih. Dio Saputra ikut memperlebar jarak dengan membawa Dewa United unggul 41-29. Selisih dua belas poin tersebut memperlihatkan betapa besar perubahan situasi sejak awal laga, ketika kedua tim masih bersaing ketat.
Pelita Jaya berusaha mengejar, tetapi kesulitan menemukan rangkaian serangan yang cukup konsisten untuk mendekati lawannya. Dewa United mampu menjaga keunggulan melalui kombinasi penyelesaian yang efektif dan upaya bertahan yang disiplin. Setiap kali Pelita Jaya mencoba membangun momentum, Dewa United merespons dengan mempertahankan tekanan dan mengamankan poin penting. Hingga kuarter ketiga berakhir, jarak kedua tim semakin lebar. Dewa United menutup periode tersebut dengan skor 50-34, membawa bekal kuat menuju kuarter terakhir dan semakin dekat untuk mengamankan kemenangan tipis dalam laga menegangkan ini.
Pelita Jaya meningkatkan intensitas permainan pada kuarter keempat dan perlahan mengubah pertandingan yang sempat berada dalam kendali Dewa United menjadi duel yang kembali terbuka. Mereka memperbaiki tekanan dalam serangan, mencari celah di pertahanan lawan, serta menjaga penguasaan bola agar peluang memangkas jarak tidak terbuang. Dewa United berusaha mempertahankan keunggulan, tetapi setiap serangan Pelita Jaya membuat selisih poin semakin rentan. Situasi tersebut menghadirkan tekanan bagi kedua tim, terutama ketika waktu pertandingan terus menipis dan satu penguasaan bola dapat menentukan arah hasil akhir. Pelita Jaya pun menunjukkan ketenangan untuk tetap mengejar, sementara Dewa United dituntut merespons setiap momentum.
Ketegangan memuncak saat waktu tersisa kurang dari 50 detik. Vincent Kosasih menemukan kesempatan untuk menuntaskan serangan dan memasukkan layup bernilai dua poin, sehingga skor berubah menjadi 56-58. Tambahan angka itu memang belum menyamakan kedudukan, tetapi membuat jarak kedua tim tinggal dua poin dan membuka peluang bagi Pelita Jaya untuk menyusul. Tekanan kemudian berlanjut dalam penguasaan berikutnya. Muhamad Arighi berhasil mencetak angka yang dibutuhkan dan menyamakan skor menjadi 58-58. Kebangkitan tersebut membuat pertandingan kembali seimbang pada fase paling menentukan. Keunggulan yang sebelumnya dipegang Dewa United lenyap, sehingga setiap keputusan, gerakan bertahan, dan peluang mencetak poin pada detik-detik akhir menjadi sangat berarti.
Momentum beralih lagi ketika laga menyisakan 25 detik. Brandon Jawato melakukan pelanggaran terhadap Kaleb Gemilang, dan keputusan itu memberikan Dewa United kesempatan untuk mencetak angka dari garis lemparan bebas. Kaleb menghadapi situasi krusial tersebut dengan tanggung jawab besar, sebab keberhasilan maupun kegagalan pada dua percobaan itu dapat memengaruhi hasil pertandingan. Ia sukses memasukkan kedua lemparan bebas, menambah dua poin bagi Dewa United dan mengubah skor menjadi 60-58. Dengan demikian, timnya kembali unggul tipis setelah Pelita Jaya sempat menyamakan kedudukan. Urutan kejadian pada penghujung laga memperlihatkan betapa cepatnya momentum dapat berubah: Pelita Jaya bangkit dan menyetarakan skor, tetapi pelanggaran di saat genting memberi Kaleb peluang untuk mengembalikan keunggulan kepada Dewa United.
Rangkaian akhir pertandingan ditentukan oleh dua kesempatan dari garis lemparan bebas. Andakara Prastawa lebih dahulu mendapat dua lemparan bebas dan berhasil memasukkan satu di antaranya. Tambahan satu poin tersebut mengubah kedudukan menjadi 60-59. Selisih tipis itu membuat setiap poin pada penghujung laga memiliki arti besar bagi kedua tim, karena Pelita Jaya masih berada dalam jarak satu angka dari Dewa United.
Setelah skor berubah, Dio Saputra menambah satu poin melalui lemparan bebas. Poin tersebut membawa Dewa United unggul 61-59 sekaligus memastikan kemenangan tipis mereka atas Pelita Jaya. Dengan demikian, hasil akhir pertandingan tercipta melalui keberhasilan kedua tim mencetak poin dari garis tersebut pada momen penentuan. Prastawa memperkecil selisih bagi Pelita Jaya, sementara tambahan poin Dio menjadi penutup yang mengunci keunggulan Dewa United.
Akhir laga itu menempatkan kontribusi Dio sebagai salah satu catatan utama dari kemenangan Dewa United. Ia menjadi pencetak poin terbanyak timnya dengan 19 poin. Selain produktivitas tersebut, Dio mencatatkan dua rebound dan satu assist. Angka-angka itu menggambarkan sumbangannya dalam beberapa aspek permainan, tetapi poin yang ia hasilkan dari garis lemparan bebas pada rangkaian akhir menjadi penentu skor kemenangan 61-59. Statistik tersebut melengkapi peran pentingnya sepanjang pertandingan tanpa mengubah fakta bahwa hasil akhirnya ditentukan oleh selisih dua poin.
Di kubu Pelita Jaya, Brandon Jawato menjadi pemain dengan perolehan poin tertinggi, yakni 13 poin. Ia juga membukukan sembilan rebound dan satu assist.
Baca juga: Kejar-kejaran Dramatis: Polisi Amankan Pelaku Curanmor di Surabaya | Persija Jakarta Raih Tiga Kemenangan Beruntun di Liga | Kembalinya Persib Bandung ke Jalur Kemenangan












