Kabupaten Intan Jaya | Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir di Bandara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Insiden tersebut menyebabkan dua anggota TNI mengalami luka. Polres Intan Jaya melakukan penyelidikan awal untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan rangkaian kejadian. Hingga proses pemeriksaan berlangsung, penyebab pesawat keluar dari landasan belum dapat dipastikan, sehingga informasi mengenai faktor pemicu perlu menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa di bandara yang berada di wilayah Intan Jaya itu menjadi perhatian karena melibatkan pesawat dan menimbulkan korban luka. Namun, rincian mengenai kondisi pesawat, keadaan landasan, maupun situasi saat pesawat mendarat atau bergerak belum dapat disimpulkan dari informasi awal. Penyelidik perlu memeriksa berbagai keterangan dan fakta di lokasi sebelum menjelaskan bagaimana pesawat dapat tergelincir. Dengan demikian, dugaan mengenai gangguan teknis, cuaca, atau faktor lain tidak sepatutnya diperlakukan sebagai penyebab yang telah terbukti.
Langkah awal kepolisian berfokus pada penelusuran fakta terkait insiden, termasuk menghimpun informasi yang relevan dengan kejadian di Bandara Bilorai. Hasil pemeriksaan dapat membantu menjelaskan urutan peristiwa serta keadaan yang menyertainya, sekaligus menjadi dasar bagi keterangan resmi berikutnya. Sementara itu, informasi yang telah dikonfirmasi sejauh ini mencakup identitas pesawat, lokasi dan tanggal kejadian, serta adanya dua anggota TNI yang terluka. Perkembangan penyelidikan diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap tanpa mendahului kesimpulan petugas. Pemberitaan lanjutan sebaiknya merujuk pada informasi yang telah diverifikasi dan membedakan fakta awal dari dugaan, terutama ketika penyebab insiden belum ditetapkan. Pendekatan tersebut penting agar publik memperoleh keterangan yang akurat tentang kecelakaan pesawat ini, sementara pihak berwenang melanjutkan pemeriksaan atas kejadian yang berlangsung di Papua Tengah.
Dugaan sementara dalam insiden pesawat Asian One yang keluar landasan di Bilorai adalah salah satu ban pesawat terlepas sebelum pesawat mendarat. Informasi awal tersebut menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penelusuran penyebab kejadian. Meski demikian, dugaan itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab pesawat keluar landasan dan masih perlu diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Pilot pesawat, Captain Riza, dalam keterangan awalnya mengaku tidak menyangka ban pesawat terlepas ketika pesawat menyentuh landasan. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kondisi yang terjadi saat pendaratan tidak sepenuhnya diperkirakan oleh awak pesawat. Namun, keterangan pilot pada tahap awal belum cukup untuk menjelaskan secara menyeluruh kapan ban terlepas, bagaimana prosesnya, maupun kaitannya dengan insiden yang kemudian terjadi.
Sejumlah penumpang juga dilaporkan merasakan bunyi dan hentakan dari bagian bawah pesawat ketika pesawat hendak mendarat. Pengalaman mereka dapat menjadi informasi pendukung bagi pemeriksaan, terutama untuk mencocokkan urutan kejadian yang dirasakan di dalam kabin dengan kondisi pesawat. Bunyi atau hentakan tersebut, dengan sendirinya, belum membuktikan bahwa ban telah terlepas sebelum pesawat menyentuh landasan. Kepastian mengenai hal itu membutuhkan pemeriksaan teknis dan pencocokan berbagai keterangan.
Karena itu, informasi mengenai dugaan ban terlepas perlu dipahami sebagai keterangan awal, bukan hasil akhir penyelidikan. Penentuan penyebab insiden memerlukan pengumpulan bukti, termasuk pemeriksaan terhadap pesawat dan bagian roda, serta penelaahan kronologi pendaratan. Keterangan pilot dan penumpang dapat membantu penyelidik menyusun gambaran awal, tetapi setiap temuan perlu diverifikasi secara cermat. Sampai proses tersebut selesai, belum tepat untuk menyimpulkan bahwa ban yang terlepas merupakan satu-satunya faktor yang menyebabkan pesawat keluar landasan. Hasil pemeriksaan resmi nantinya diharapkan menjelaskan rangkaian kejadian secara lebih utuh, termasuk kondisi pesawat sebelum dan saat mendarat.Pesawat Asian One mengalami gangguan saat melakukan pendaratan di Bilorai. Setelah gangguan tersebut terjadi, pilot membelokkan pesawat ke arah kiri. Pergerakan itu membuat pesawat keluar dari jalur pendaratan dan bergerak menuju area rawa yang berada di sisi landasan. Urutan kejadian tersebut menggambarkan bagaimana pesawat berakhir di luar jalur pendaratan setelah menghadapi masalah ketika mendarat.
Pesawat kemudian masuk ke area rawa di samping landasan. Peristiwa itu menyebabkan pesawat mengalami kerusakan. Informasi yang tersedia tidak merinci jenis gangguan yang dialami, alasan pesawat diarahkan ke kiri, ataupun tingkat kerusakan yang terjadi. Karena itu, penjelasan kejadian terbatas pada urutan yang telah disampaikan: gangguan saat mendarat, pesawat berbelok ke kiri, keluar dari jalur pendaratan, lalu masuk ke rawa di sisi landasan.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat membawa delapan penumpang. Pilot didampingi oleh kopilot Captain Andi. Keterangan mengenai jumlah penumpang dan keberadaan kopilot melengkapi informasi tentang orang-orang yang berada di dalam pesawat, tetapi tidak mengubah urutan kejadian saat pendaratan. Tidak ada rincian lain yang dapat dipastikan dari informasi yang tersedia mengenai kondisi penerbangan sebelum gangguan maupun tindakan setelah pesawat berhenti.
Dengan demikian, titik utama insiden berada pada fase pendaratan. Gangguan muncul ketika pesawat mendarat, kemudian pilot membelokkan pesawat ke kiri hingga pesawat keluar dari jalur dan memasuki rawa di sisi landasan. Kerusakan pada pesawat juga dilaporkan sebagai dampak dari kejadian tersebut. Rangkaian itu disampaikan tanpa keterangan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan atau besarnya kerusakan, sehingga detail tersebut tidak dapat ditambahkan dalam uraian ini.
Insiden pesawat Asian One yang keluar landasan di Bilorai menyebabkan dua anggota TNI mengalami luka. Serka Matheus dilaporkan mengalami luka di bagian pinggang, sementara Koptu Johar mengalami luka di bagian kepala akibat benturan. Keduanya termasuk penumpang yang terdampak saat pesawat mengalami kejadian tersebut. Informasi mengenai kondisi mereka menjadi bagian penting dari laporan awal, bersama keterangan mengenai keselamatan penumpang lainnya.
Enam penumpang lain dilaporkan selamat. Dengan demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Data penumpang mencatat bahwa pesawat membawa tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu anggota Polres Intan Jaya, serta empat warga sipil. Jumlah tersebut mencakup delapan orang; dua anggota TNI yang terluka berada di penumpang dalam penerbangan tersebut. Keterangan ini memberikan gambaran mengenai siapa saja yang berada di dalam pesawat dan dampak yang dialami setelah pesawat keluar landasan.
Luka yang dialami Serka Matheus dan Koptu Johar terjadi akibat benturan, dengan bagian tubuh yang terdampak berbeda. Serka Matheus mengalami cedera pada pinggang, sedangkan Koptu Johar mengalami luka pada kepala. Sementara itu, enam penumpang lainnya dinyatakan selamat. Laporan awal tersebut menegaskan bahwa meskipun dua penumpang mengalami luka, insiden tidak menimbulkan korban meninggal dunia. Rincian ini penting untuk membedakan kondisi masing-masing penumpang dan menjelaskan skala dampak terhadap orang-orang yang berada di dalam pesawat.
Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofian Corneles A. Samakori, menyampaikan bahwa penyidik sedang menelusuri penyebab kejadian. Proses penelusuran diperlukan untuk memperoleh keterangan dan memastikan faktor yang berkaitan dengan pesawat keluar dari landasan. Hingga penyelidikan berlangsung, penyebab insiden belum dipastikan dalam keterangan tersebut. Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi terkait kejadian, sementara kondisi para penumpang dan laporan mengenai tidak adanya korban jiwa menjadi informasi utama yang telah disampaikan. Hasil penelusuran diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai peristiwa di Bilorai.
Baca juga: Mantan Anggota Polri Terjerat Kasus Pembunuhan, Divonis Mati | Kecelakaan Minibus Rombongan Besan di Kali Cikumpa, 13 Penumpang Terluka | Penyitaan Mobil Anggota DPRD Bengkulu Terkait Kasus Korupsi











