Kabupaten Karangasem | Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendukung pelestarian kain tenun gringsing di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Dalam kunjungan pada Jumat (23/10), kedua organisasi menyerahkan 500 unit kacamata kepada warga lanjut usia, terutama para penenun gringsing. Sebelum pembagian, para calon penerima menjalani pemeriksaan mata agar kacamata yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penglihatan masing-masing. Langkah ini menjadi bagian penting dari kegiatan, sehingga bantuan tidak sekadar dibagikan secara umum, tetapi berupaya menjawab kondisi penglihatan setiap warga yang diperiksa.
Bagi para penenun, kemampuan melihat dengan jelas berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari dan pekerjaan mereka. Tenun gringsing dibuat melalui proses yang membutuhkan ketelitian, sementara para perajin perlu memperhatikan detail benang dan pola. Karena itu, dukungan pemeriksaan mata dan kacamata berpotensi membantu penerima menjalani aktivitas dengan lebih nyaman. Bantuan tersebut juga memberi perhatian kepada warga lanjut usia, yang menjadi kelompok utama penerima dalam kegiatan ini. Dengan demikian, kegiatan sosial dan dukungan terhadap kerajinan lokal hadir dalam satu upaya yang saling berkaitan, tanpa mengabaikan kebutuhan kesehatan warga.
Tenun gringsing dikenal sebagai salah satu warisan kerajinan khas Tenganan Pegringsingan. Pelestariannya bergantung pada keberlanjutan keterampilan para perajin serta perhatian terhadap komunitas yang menjaga tradisi tersebut. Kehadiran Seruni dan Dekranas melalui penyerahan kacamata menunjukkan bentuk dukungan yang menyentuh kebutuhan masyarakat di sekitar pusat kerajinan. Pemeriksaan terlebih dahulu juga membantu memastikan setiap kacamata diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata ukuran yang seragam. Bagi penerima, akses terhadap alat bantu penglihatan dapat mendukung kenyamanan dalam beraktivitas. Sementara bagi upaya pelestarian, perhatian terhadap kesejahteraan penenun merupakan bagian dari dukungan kepada orang-orang yang meneruskan keterampilan tenun gringsing.
Usai mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Tri Tito Karnavian menyampaikan kesan mendalam terhadap kekayaan adat dan budaya yang masih dijaga masyarakat setempat. Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Harian Dekranas itu menilai desa tersebut memiliki tradisi yang khas dan bernilai penting. Pengalaman melihat langsung kehidupan adat di Tenganan membuatnya semakin memahami bahwa kebudayaan setempat bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan warisan yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Menurut Tri, tradisi dan kekayaan budaya Tenganan Pegringsingan perlu terus dipertahankan. Upaya menjaga warisan tersebut penting agar nilai-nilai adat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi tetap dikenal dan dihargai. Pandangan itu juga menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam keberlanjutan kebudayaan desa. Kekagumannya terhadap kekayaan adat Tenganan disampaikan setelah kunjungan, ketika ia berkesempatan menyaksikan secara langsung lingkungan dan tradisi yang menjadi ciri desa tersebut.
Tri turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Tenganan selama kunjungan berlangsung. Keramahan warga membuat kunjungan tersebut terasa berkesan dan membuka kesempatan untuk mengenal desa dengan lebih dekat. Ia berharap kehadiran Seruni dan Dekranas dapat mendorong perhatian serta dukungan bagi pengembangan potensi desa. Dukungan itu diharapkan mencakup bidang kebudayaan sekaligus ekonomi, sehingga kekayaan tradisi dapat terus dipelihara seiring dengan berkembangnya potensi masyarakat.
Harapan tersebut sejalan dengan pentingnya melihat kebudayaan dan kegiatan ekonomi sebagai bagian dari potensi desa yang dapat dikembangkan bersama. Pelestarian adat tetap menjadi perhatian, sementara dukungan bagi masyarakat dapat membantu mendorong kemajuan desa sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tri tidak hanya menyoroti keunikan tradisi Tenganan, tetapi juga menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi dorongan bagi upaya yang mendukung desa. Apresiasi terhadap warga dan kekaguman pada warisan budaya menjadi bagian penting dari pandangannya setelah bertemu masyarakat Tenganan Pegringsingan.
Kunjungan Selvi Gibran Rakabuming ke Desa Tenganan Pegringsingan menjadi pengalaman pertamanya mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat setempat. Selvi, Pembina Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Umum Dekranas, menyampaikan kesan mendalam terhadap suasana desa dan tradisi yang masih dijaga oleh warganya. Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya adalah kain gringsing, karya tenun khas yang telah lama menjadi bagian penting dari identitas budaya Tenganan. Keunikan kain tersebut tidak hanya tampak pada corak dan proses pembuatannya, tetapi juga pada keterampilan serta ketekunan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Menurut Selvi, keberadaan kain gringsing menunjukkan betapa pentingnya menjaga tradisi sekaligus memastikan keterampilan menenun tetap hidup. Karena itu, regenerasi penenun perlu mendapat perhatian agar pengetahuan dan kemampuan para perajin senior dapat diteruskan kepada generasi muda. Anak-anak muda perlu memiliki kesempatan untuk mengenal proses menenun, mempelajari nilai budaya di balik kain, dan melihatnya sebagai keterampilan yang dapat dikembangkan. Dengan keterlibatan generasi penerus, tradisi ini tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Dekranas, kata Selvi, siap membantu pembinaan untuk mendukung keberlanjutan tradisi tersebut. Dukungan dapat diarahkan pada upaya mendorong regenerasi, memperkuat kapasitas para penenun, serta membuka ruang agar keterampilan lokal tetap bernilai bagi masyarakat. Pernyataan itu mencerminkan perhatian terhadap pelestarian budaya yang berjalan seiring dengan pengembangan perajin. Pembinaan yang sesuai kebutuhan desa diharapkan dapat membantu warga mempertahankan kualitas dan ciri khas kain gringsing, sekaligus memberi dorongan bagi calon penenun muda untuk menekuni warisan tersebut. Kesan Selvi atas kehidupan masyarakat Tenganan pun menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk dukungan lembaga dan partisipasi generasi penerus.
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan mempertemukan dua bentuk perhatian yang saling melengkapi: upaya menjaga warisan budaya dan pemberian bantuan bagi warga lanjut usia. Kain gringsing bukan sekadar hasil kerajinan, tetapi bagian dari identitas serta kebanggaan masyarakat Tenganan. Karena itu, pelestariannya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai budaya yang melekat pada kain tersebut tetap terjaga. Perhatian terhadap gringsing juga menjadi pengingat bahwa tradisi dapat terus dihargai dan dirawat, bukan hanya dikenang sebagai warisan masa lalu. Dalam kunjungan ini, pelestarian budaya menjadi salah satu pesan penting yang berjalan berdampingan dengan kepedulian kepada masyarakat.
Di sisi lain, penyaluran 500 kacamata ditujukan untuk membantu warga lansia. Bantuan tersebut menjadi bagian nyata dari kunjungan, dengan harapan dapat mendukung kebutuhan para penerima. Selvi menyampaikan harapannya agar kacamata yang dibagikan bermanfaat bagi warga yang menerimanya. Harapan itu menempatkan bantuan sesuai tujuan yang disampaikan, tanpa mengurangi perhatian terhadap pentingnya menjaga kain gringsing sebagai warisan budaya. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa perhatian dalam kunjungan mencakup pelestarian identitas masyarakat sekaligus bantuan bagi warga, dengan bentuk dan sasaran yang berbeda.
Pelestarian gringsing secara berkelanjutan diharapkan membuat kain ini tetap menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Tenganan. Pada saat yang sama, 500 kacamata diharapkan memberi manfaat bagi para penerima, khususnya warga lanjut usia yang menjadi sasaran bantuan. Selvi berharap kacamata tersebut dapat digunakan dan bermanfaat bagi mereka yang menerima. Dengan demikian, kunjungan ini membawa dua pesan yang jelas: budaya perlu terus dijaga agar tetap hidup sebagai kebanggaan masyarakat, sementara kepedulian kepada warga dapat diwujudkan melalui bantuan yang diberikan. Keduanya menjadi bagian dari perhatian yang disampaikan dalam kunjungan Seruni dan Dekranas ke Tenganan.











