Bandung | Tiga pasangan Indonesia mengawali kiprah mereka dengan kemenangan pada hari pertama Hylo Open 2026. Pertandingan berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, Selasa (27/10/2026). Hasil positif tersebut diraih Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Ketiganya menghadapi lawan dari negara berbeda dan memastikan Indonesia mencatat tiga kemenangan pasangan pada hari pembuka turnamen.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus melewati pertandingan tiga gim ketika berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Jonathan Dresp/Simon Krax. Mereka kalah lebih dahulu pada gim pembuka dengan skor 17-21. Namun, Raymond dan Nikolaus mampu mengubah jalannya laga pada dua gim berikutnya. Mereka menang 21-15 pada gim kedua, lalu mengulangi skor tersebut di gim penentuan untuk mengunci kemenangan. Pertandingan ini menjadi kemenangan yang diraih setelah perjuangan panjang, karena pasangan Indonesia harus bangkit dari ketertinggalan setelah kehilangan gim pertama.
Sementara itu, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil meyakinkan saat melawan Kirsten de Wit/Meerte Loos dari Belanda. Pasangan Indonesia tersebut mengendalikan pertandingan dan menang dua gim langsung. Mereka mengamankan gim pertama dengan skor 21-12, kemudian menjaga keunggulan hingga kembali menang 21-12 pada gim kedua. Hasil itu memastikan Pratiwi/Fadia tidak perlu memainkan gim ketiga untuk melangkah dari pertandingan hari pertama.
Kemenangan dua gim langsung juga diperoleh Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka menundukkan pasangan Polandia, Paulina Cybulska/Kornelia Marczak, dengan skor 21-13, 21-9. Febriana/Trias membuka keunggulan pada gim pertama dan kemudian tampil lebih dominan pada gim kedua, dengan selisih poin yang lebih lebar. Dengan hasil tersebut, ketiga pasangan Indonesia yang tercantum dalam hasil hari pertama sama-sama memastikan kemenangan di Saarbrücken. Catatan ini menjadi rangkuman tiga kemenangan pasangan Indonesia pada jadwal yang dibahas, dengan satu laga berlangsung tiga gim dan dua pertandingan berakhir dalam dua gim langsung.
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin harus melewati awal pertandingan yang tidak mudah sebelum memastikan kemenangan atas pasangan Jerman, Jonathan Dresp dan Simon Krax. Pada hari pertama Hylo Open 2026, pasangan Indonesia itu sempat kesulitan menemukan kenyamanan di lapangan. Mereka belum langsung mampu menyatu dalam permainan, sehingga lawan memperoleh kesempatan untuk memberikan tekanan sejak awal.
Situasi tersebut membuat Raymond dan Joaquin perlu waktu untuk beradaptasi. Raymond mengakui bahwa mereka masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan belum langsung mendapatkan keselarasan sebagai pasangan. Pernyataan itu menggambarkan bahwa kemenangan mereka tidak diraih tanpa tantangan, meskipun akhirnya keduanya mampu melewati fase sulit dan mengamankan hasil positif pada laga pembuka tersebut.
Di sisi lain, Dresp dan Krax menunjukkan keunggulan melalui smash yang kencang. Raymond menyebut pukulan keras lawan menjadi salah satu hal yang harus mereka hadapi sepanjang pertandingan. Keunggulan tersebut membuat pasangan Jerman mampu menyulitkan Raymond dan Joaquin, terutama ketika wakil Indonesia masih berusaha menemukan ritme dan beradaptasi dengan lapangan.
Meski sempat menghadapi kesulitan, Raymond dan Joaquin tidak kehilangan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Setelah melalui awal yang menantang, mereka akhirnya berhasil merebut kemenangan atas Dresp dan Krax. Hasil tersebut menjadi awal yang baik bagi pasangan Indonesia di turnamen, sekaligus menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan menghadapi tekanan meski belum langsung menyatu di lapangan.
Raymond menegaskan bahwa proses adaptasi menjadi bagian penting dari jalannya pertandingan. Ia tidak menutupi bahwa pasangan Indonesia itu membutuhkan waktu untuk merasa cocok dengan lapangan, sementara lawan memiliki smash yang kuat. Namun, Raymond dan Joaquin tetap mampu menyelesaikan laga dengan kemenangan. Pertandingan ini menjadi pengalaman awal mereka di Hylo Open 2026, dengan catatan bahwa penyesuaian belum berlangsung sejak awal dan tantangan dari pukulan keras lawan sempat membuat mereka kesulitan.
Di tengah kabar tiga pasangan Indonesia meraih kemenangan pada hari pertama Hylo Open 2026, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin tidak tampil dalam pertandingan yang telah dijadwalkan. Ganda putra Indonesia itu seharusnya berhadapan dengan pasangan Prancis, Natan Begga dan Gregoire Deschamp. Namun, laga tersebut tidak berlangsung sebagaimana agenda semula karena Leo dan Daniel memutuskan mundur.
Catatan pertandingan mencantumkan hasil Leo/Daniel kalah melalui walkover (WO). Dalam pencatatan turnamen, WO menunjukkan bahwa pertandingan tidak dimainkan dan kemenangan diberikan kepada lawan sesuai ketentuan kompetisi. Dengan demikian, Begga dan Deschamp tercatat melaju tanpa harus bertanding di lapangan melawan wakil Indonesia tersebut. Hasil itu berbeda dari kemenangan yang diraih pasangan-pasangan Indonesia lain melalui pertandingan pada hari pembuka.
Belum ada keterangan dalam informasi pertandingan yang menjadi dasar untuk menjelaskan alasan pengunduran diri Leo/Daniel. Karena itu, penyebab keputusan tersebut tidak dapat dipastikan dari catatan yang tersedia. Informasi yang dapat disampaikan sebatas bahwa mereka mundur dari laga melawan wakil Prancis dan tercatat kalah WO. Perkembangan berikutnya mengenai kondisi atau agenda pasangan Indonesia ini perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait, apabila tersedia. Kemenangan walkover Begga/Deschamp juga menjadi bagian dari hasil hari pertama, sementara perhatian terhadap partisipasi Leo dan Daniel pada pertandingan selanjutnya bergantung pada informasi lanjutan. Tanpa penjelasan resmi, tidak tepat mengaitkan keputusan mundur itu dengan kondisi fisik, cedera, ataupun faktor lain. Catatan resmi pertandingan tetap menjadi rujukan untuk hasil laga, sedangkan detail yang belum diumumkan perlu dipisahkan dari fakta yang sudah tercatat. Dengan demikian, kabar pengunduran diri ini dapat dilaporkan tanpa menambahkan dugaan mengenai latar belakangnya.
Hari pertama Hylo Open 2026 diwarnai partisipasi tujuh wakil Indonesia. Babak kualifikasi telah berlangsung sejak pagi waktu setempat, sementara sejumlah pertandingan lain masuk dalam agenda hari itu. Namun, ketika berita sumber ditulis, baru empat hasil andalan Merah Putih yang diketahui. Karena itu, beberapa pertandingan yang dijadwalkan belum dapat dimasukkan ke dalam catatan hasil, dan belum ada dasar untuk menyebut wakil Indonesia terkait menang atau kalah.
Di sektor ganda putra, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi dijadwalkan berhadapan dengan pasangan Ceko, Jiri Kral/Ondrej Kral. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga tercantum dalam jadwal, dengan Alex Green/Zach Russ sebagai lawan. Kedua pertandingan tersebut menjadi bagian dari agenda wakil Indonesia pada hari pembuka, tetapi bahan yang tersedia tidak menyertakan hasil akhir maupun rincian jalannya laga.
Jadwal ganda putri memuat Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum melawan Stine Kuspert/Isabel Lohau. Pada nomor tunggal putra, Jonatan Christie akan menghadapi William Bogebjerg. Sementara itu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dijadwalkan bertemu Gregoire Deschamp/Iben Bergstein pada ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga menghadapi pasangan Jerman, Patrick Volkmann/Franziska Volkmann. Hasil dari seluruh laga tersebut belum tercantum dalam bahan berita, sehingga status pertandingan maupun performa para pemain tidak dapat dipastikan.
Ketidaklengkapan informasi hasil ini membuat gambaran hari pertama belum mencakup seluruh agenda kontingen Indonesia. Pembaca dapat membedakan hasil yang telah dilaporkan dari pertandingan yang baru tercatat dalam jadwal. Dengan demikian, nama-nama pasangan dan pemain di atas disampaikan sebagai daftar laga yang direncanakan, bukan sebagai laporan kemenangan atau kekalahan. Informasi terbaru mengenai pertandingan mereka perlu menunggu pembaruan resmi dari penyelenggara atau laporan lanjutan.












