banner 728x250

Prabowo Tegaskan Kritis terhadap Pakar Bermasalah

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, Pemimpin bangsa, Prabowo Subianto, menekankan perlunya ketelitian dalam penilaian terhadap kolaborator yang mengakui diri sebagai pakar di berbagai bidang. Dalam pandangannya, beberapa individu tersebut seringkali melontarkan pernyataan atau tuduhan yang tidak berdasar, yang dapat berpotensi membingungkan publik. Prabowo meyakini bahwa pakar seharusnya memberikan informasi yang faktual dan berdasarkan data yang jelas, bukan spekulasi atau opini tanpa dukungan yang kuat, karena ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan kebijakan yang ada.

Dalam pidatonya, Prabowo merujuk pada pentingnya tanggung jawab moral yang diemban oleh orang-orang yang dianggap sebagai pakar. Mereka memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa semua argumen yang mereka ajukan datang dari basis data yang valid dan relevan. Terlebih lagi, dalam tahap perkembangan sosial politik yang kompleks ini, masyarakat memerlukan kejelasan dan keakuratan informasi untuk dapat memahami situasi dengan lebih baik.

banner 325x300

Prabowo juga menggarisbawahi bahwa tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini dapat menciptakan ketidakstabilan dan kekacauan di masyarakat. Dalam era komunikasi yang cepat, di mana informasi dapat menyebar dengan begitu mudah, penting bagi setiap orang, terutama para pakar, untuk bertindak dengan integritas. Dengan menyampaikan informasi yang tidak akurat atau palsu, mereka berpotensi menambah kegaduhan dan mengaburkan kebenaran.

Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap pihak, terutama mereka yang berada di posisi untuk memberikan informasi, untuk selalu menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi atau golongan. Prabowo menegaskan bahwa sikap kritis terhadap para pakar yang tidak berkompeten sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam narasi yang salah dan dapat tetap fokus pada fakta-fakta yang valid dan bermanfaat.

Saat Prabowo Subianto menyampaikan kritiknya terhadap para pakar yang dianggap bermasalah, ia mengaitkan pernyataan tersebut dengan ajaran Islam, yang tercermin dalam konteks moral. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan betapa pentingnya integritas dalam keilmuan dan profesionalisme. Dengan merujuk pada prinsip-prinsip dalam agama, ia berusaha memberikan bobot lebih kepada pandangannya. Dalam hal ini, ia menyebutkan bahwa fitnah dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan pembunuhan, merujuk kepada Surah Al-Baqarah. Ini adalah kutipan yang sangat bermakna, yang menunjukkan keyakinannya bahwa setiap kata dan tindakan memiliki konsekuensi.Sikap Prabowo terhadap Tuduhan yang Dihasilkan PakarDalam menghadapi berbagai tuduhan yang muncul dari sejumlah pakar, Prabowo Subianto menunjukkan sikap yang pragmatis dan berpikir maju. Meskipun beragam isu telah dilontarkan, Prabowo tegas menyatakan bahwa ia tidak akan memperpanjang perdebatan mengenai isu-isu tersebut. Ini mencerminkan pandangannya yang lebih fokus kepada kemajuan bangsa daripada terjebak dalam isu-isu yang dianggap tidak substansial.

Prabowo mencatat bahwa tuduhan-tuduhan tersebut tidak selalu didukung oleh bukti yang kuat dan sering kali hanya memicu kontroversi. Dalam konteks ini, dia berusaha untuk meredakan ketegangan yang mungkin timbul akibat pernyataan-pernyataan para pakar tersebut. Menurutnya, dari sekian banyak pernyataan yang dia dengar, terdapat keinginan untuk memecah belah dan menciptakan kegaduhan, sedangkan tujuannya adalah bersatu demi kemajuan Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya fokus pada isu-isu yang substansial dan praktis yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Dalam pandangannya, mengelola isu-isu yang tidak produktif hanya akan mengalihkan perhatian kita dari berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Dia berkomitmen untuk melakukan tindakan nyata yang dapat memberikan kontribusi positif bagi negara, serta memastikan bahwa suara masyarakat didengarkan dan diperhatikan.

Dengan demikian, sikap Prabowo dalam menghadapi tuduhan dan kritik dari pakar menjadi cerminan dari pendekatan kepemimpinan yang bertujuan untuk mendorong kemajuan dan inovasi. Ia percaya bahwa sebagai seorang pemimpin, adalah lebih baik untuk mengedepankan hasil dan kemajuan daripada terjebak dalam kontroversi yang tidak berujung.

Pernyataan Prabowo Subianto mengenai "pakar goblok" menyoroti permasalahan signifikan yang ada dalam interaksi intelektual dan praktisi politik. Sebagai seorang pemimpin, Prabowo mengekspresikan keprihatinannya terhadap situasi ketika pakar, dalam berbagai bidang, mengemukakan pendapat yang tidak didasari oleh fakta atau penelitian yang solid. Penggunaan istilah tersebut mencerminkan ketidakpuasan terhadap mereka yang merasa memiliki keahlian tanpa substansi dan mengandaikan bahwa derajat intelektual dapat menjadi senjata untuk mengelabui publik.

Definisi keahlian yang baik seharusnya mencerminkan tingkat pengetahuan dan kemampuan dalam memberikan analisis yang jujur dan akurat. Namun, tidak jarang ditemui pakar yang terjebak dalam ego atau kepentingan pribadi, yang pada akhirnya mengaburkan pemahaman masyarakat akan isu yang sebenarnya. Hal ini akan mengarah pada disinformasi, dan dampaknya dapat merugikan banyak pihak. Dalam konteks ini, Prabowo mengajak publik untuk lebih kritis dan selektif dalam menyaring informasi yang dihasilkan oleh para pakar.

Kritik yang dilontarkan oleh Prabowo juga dapat dipandang sebagai ajakan untuk menantang norma-norma yang berlaku dalam masyarakat akademis dan politis. Ia mendorong adanya dialog yang lebih terbuka mengenai apa yang dimaksud dengan sebutan "pakar" dan kriteria yang seharusnya mereka penuhi. Dalam menciptakan masyarakat yang lebih kritis, penting bagi publik untuk memahami bahwa tidak semua pemikiran dari pakar sejalan dengan kebenaran atau relevansi saat itu. Penyebutan "pakar goblok" tentu bukanlah solusi, tetapi lebih kepada pemicu untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keahlian yang bertanggung jawab dan berbasis fakta dalam memberikan masukan kepada masyarakat.

banner 325x300