Gampong – Sungguh sangat lucu dan sistem management yang terpantau oleh wartawan media online ini, adanya proyek pekerjaan bangunan baru. Yang berlokasi, tepatnya. Di sekolah MIT Nur Shadrina Madrasah Ibtidaiyah Tahfidz Quran, diduga tak tampilkan plang nama nilai kontrak dana anggaran berasal dari APBN pusat jakarta.
Proyek pekerjaan bangunan gedung baru itu, yang di kerjakan oleh pihak perusahaan PP persero badan usaha milik negara (bumn). Yang memiliki juga, kantor perwakilan di daerah banda aceh provinsi aceh. Ketika wartawan media online ini juga, sempat menerima dari salah satu seorang sumber khusus masyarakat di kota langsa. Yang tidak ingin jati dirinya mau disebut-sebut dengan secara sorotan publik di beberapa media masa online ini. Meminta di rahasiakan secara publik, bahwa dirinya juga sumber khusus itu menjelaskan. Ada pun, kegiatan proyek pembangunan apa pun. Di daerah kota langsa-aceh ini, yang namanya menyangkut dana anggaran APBN pusat dari jakarta. Yang masuk ke daerah kabupaten/kota mau pun provinsi, pihak rekanan atau pun pihak pelaksana kontraktor sekali pun.
Mereka harus tetap tampilkan plang papan nama nilai dana anggaran, “mau pun itu. Mereka punya titik banyak, proyek pekerjaan tersebut. Tetap harus mereka tampilkan, kalau mereka tidak tampilkan. Itu sama dengan terjadinya pembohongan publik, atau proyek siluman. Apa pun jenisnya, itu yang nama kegiatan mau pasca banjir atau tidak pasca banjir. Diduga pihak rekanan pelaksana kontraktor itu, sama dengan memiliki ilmu akal-akalan”. Terangnya, sumber khusus tersebut. Menjelaskan, kepada wartawan media ini. Selasa 15/9/2026, sekitar pukul.13.48.wib.
Anehnya lagi, ketika wartawan media ini kembali. Mencoba melakukan investigasi ke lokasi proyek pembangunan gedung baru di sekolah MIT Nur Shadrina itu, pantauan wartawan media online ini di lapangan lokasi proyek tersebut. Pihak pelaksana rekanan proyek dari perusahan PP itu, memang benar tidak adanya menampilkan plang papan nama nilai dana anggaran kerja. Malah, wartawan media online ini. Mencoba menemui, salah satu seorang dari pihak perwakilan perusahan PP itu. Yang disebut-sebut sapaan panggilan “Herman Nur”, saat di tanyai (di konfirmasi) oleh wartawan media ini. Dirinya “Heram Nur” itu sebagai statusnya apa, dirinya mengaku. Sebagai pihak pelaksana di lapangan, dan wartawan media ini juga. Kembali melakukan konfirmasi dengannya itu, kenapa plang papan nama nilai dana anggaran tidak terpasang. Dan apa benar, asal usul dana anggaran tersebut, berasal dari APBN pusat.
Menurutnya, pihak pelaksana di lapangan itu. “Herman Nur”, kembali menjelaskan. “Kalau plang papan nama nilai dana anggaran, itu ada. Dan proyek yang kami tangani dari perusahaan PP, itu ada sejumlah 59 titik semuanya di kota langsa. Plang papan nama, ada di tampilkan dalam hanya 1 titik saja. Tepat lokasinya, yang mewakili 59 titik proyek yang kami kerjakan. Berlokasi, di Al Azhar jalan A Yani kota langsa. Kalau kantor pusat perusahaan PP ini, ada di jakarta. Perwakilan PP, ada di banda aceh”. Ujarnya, “Herman Nur” mengomentari kepada wartawan media online ini. Selasa 15/9/2026, sekitar pukul.15.52.wib.
(Pasukan Ghoib/Sumber : Khusus Masyarakat)







