Aceh – Dengan sigap dan bijaksananya, juga tanpa adanya mengharapkan pamrih kepada kalangan masyarakat yang tertimpa musibah banjir. Team pengurus dan anggota organisasi masyarakat radio antar penduduk indonesia (RAPI) daerah kota langsa-aceh, langsung melakukan peninjauan di beberapa titik desa (gampong) yang terendam luapan banjir asal daerah aliran sungai langsa.
Yang terakhir kali, dari team pengurus dan anggota organisasi masyarakat RAPI daerah langsa itu. Peninjauan, di dua titik desa gampong pondok pabrik dan desa gampong sidodadi di kecamatan langsa lama kota langsa-aceh. Meninjau bersama masyarakat dan perangkat desa gampong sidodadi, di mana titik awal luapan air sungai kota langsa itu. Bisa mendarat ke beberapa titik desa (gampong), dengan hasil peninjauan ke lokasi daerah aliran sungai kota langsa itu. Yang berlokasi, di perbatasan beberapa desa, yaitu. Desa gampong jawa belakang, desa gampong pondok pabrik. Yang terakhir, berimbas luapan air sungai kota langsa tersebut. Di dusun titi manirah desa gampong sidodadi kecamatan langsa lama kota langsa-aceh, ada pun yang di temukan di lokasi daerah aliran sungai (das) itu. Di tengah-tengah aliran sungai langsa tersebut, banyaknya tumpukan kayu dan sampah yang mengumpul jadi satu.
Diduga berakibatkan, kurang pekanya pihak kantor dinas lingkungan hidup dan kebersihan pemko langsa. Untuk memperhatikan lagi dan sampah selalu berserakan di aliran sungai daerah kota langsa itu, maka. Saat hujan deras turun, dan aliran air sungai itu, semangkin deras. Di karenakan kayu dan sampah menumpuk, aliran air sungai tersebut, tidak mengalir dengan lancar. Maka, terjadi lah luapan air sungai kota langsa. Mengalir ke daratan desa (gampong), menurut dari team pengurus dan anggota organisasi masyarakat radio antar penduduk indonesia daerah kota langsa. Turut mengomentari, kepada wartawan media online ini.
“Team satgas bankom RAPI kota langsa :
RAPI kota langsa, temukan tumpukan kayu membendung aliran krueng langsa di perbatasan tiga gampong langsa. Pada tanggal 11 september 2026, luapan daerah aliran sungai (DAS) krueng langsa. Yang merendam pemukiman warga kota langsa, di picu oleh kondisi curah hujan di wilayah hulu yang tidak terpantau sehari sebelumnya. Dalam suasana banjir, beredar foto tumpukan kayu di tengah aliran krueng langsa. Menyikapi informasi tersebut, RAPI wilayah kota langsa. Yang di pimpin oleh Ketua RAPI langsa call sign JZ.01.BGQ, bersama anggota dan team satgas bankom RAPI langsa. Dengan call sign JZ.01.AYH, call sign JZ.01.CFL dan call sign JZ.01.DTI, pada jumat 11 september 2026 sekitar pukul.09.00.wib.
Langsung bergerak ke arah hulu, di pondok keumuning dan melakukan peninjauan langsung. Di beberapa lokasi, selama peninjauan. Team dibantu oleh anggota senior call sign JZ.01.CNH, melalui fasilitas repeater RAPI langsa. Hasil pemantauan dan pengamatan langsung di lokasi hulu. Menunjukkan, bahwa ketinggian air sudah berkurang. Namun, tumpukan kayu berukuran besar serta sampah kayu—termasuk sisa material banjir tahun lalu yang hanyut dari hulu—terbukti membendung aliran air. Di titik sumbatan tersebut, berada tepat di lokasi perbatasan tiga wilayah. Yaitu, gampong jawa. Gampong sidodadi, dan gampong pondok pabrik.
Informasi foto yang beredar,.di media sosial whatsapp selularnya. Telah terkonfirmasikan, benar adanya keberadaan tumpukan kayu itu. Berakibat kan juga, menimbulkan kegelisahan di kalangan warga kota langsa. Yang baru saja di landa banjir yang cukup parah, pada bulan 12 tahun 2025 lalu. Untuk mengurai sumbatan dan membersihkan tumpukan kayu dan sampah tersebut, team satgas RAPI kota langsa. Telah berkoordinasi dengan BPBD kota langsa, personel kodim 0104/aceh timur serta warga yang berada di bantaran sungai krueng langsa itu. Penanganan di lokasi, membutuhkan dukungan alat berat mengingat material kayu dan sampah. Yaang menumpuk, di berada di perbatasan tiga gampong tersebut.
Himbauan organisasi masyarakat “RAPI” kota langsa juga, pihak dari organisasi RAPI daerah kota langsa. Menghimbau seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dan cuaca yang dapat berubah secara tiba-tiba. Pantau terus ketinggian dan kenaikan debit air sungai, segera amankan barang-barang berharga. Apa bila, air mulai memasuki pemukiman.
Laporkan segera kepada pihak terkait, termasuk organisasi masyarakat radio antara penduduk indonesia (RAPI) daerah kota langsa, apa bila terjadi kondisi darurat atau luapan air yang berpotensi membahayakan”. Sebutnya, ketua organisasi masyarakat RAPI daerah kota langsa, call sign JZ.01.BGQ oleh bung “Deni”. Jumat 11/9/2026, sekitar pukul.21.56.wib.
(Pasukan Ghoib/Sumber : Team Satgas RAPi Kota Langsa)













