Bekasi | Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota bersama Polsek Jatisampurna mengamankan HP (24), pria yang menjadi perhatian publik setelah viral karena mengambil seekor kucing jenis Persia. HP diketahui bekerja sebagai tukang mi ayam. Polisi mengamankannya di wilayah Jatisampurna pada Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 15.15 WIB. Meski pria tersebut telah berada dalam pengamanan polisi, kucing milik korban belum ditemukan saat itu.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya menyampaikan bahwa HP telah diamankan oleh petugas. Namun, keberadaan kucing Persia yang menjadi pokok perkara tersebut masih belum diketahui. Dengan demikian, pengamanan terhadap HP belum sekaligus menjawab pertanyaan mengenai lokasi hewan itu atau memastikan bahwa kucing telah kembali kepada pemiliknya.
Informasi yang disampaikan kepolisian tersebut membedakan dua perkembangan dalam penanganan peristiwa ini: terduga pelaku telah diamankan, sedangkan kucing yang dicari belum ditemukan. Hingga keterangan itu diberikan, belum ada kepastian mengenai keberadaan hewan tersebut. Karena itu, perkembangan pencarian kucing masih menjadi hal penting bagi korban maupun pihak yang mengikuti kabar yang beredar.
Peristiwa ini sebelumnya menjadi viral setelah HP disebut mengambil kucing Persia milik korban. Kepolisian kemudian mengamankannya di Jatisampurna melalui kerja sama Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Jatisampurna. Keterangan Kompol Verdika menjadi konfirmasi utama mengenai status HP dan kondisi pencarian kucing pada Jumat sore tersebut. Belum ditemukannya hewan itu berarti persoalan utama bagi pemiliknya belum selesai, meskipun orang yang dikaitkan dengan peristiwa telah diamankan.
Perkembangan lebih lanjut mengenai pencarian kucing dan penanganan perkara diharapkan dapat disampaikan oleh kepolisian setelah ada informasi yang dapat dipastikan. Untuk sementara, fakta yang terkonfirmasi adalah HP telah diamankan sekitar pukul 15.15 WIB di wilayah Jatisampurna, sementara kucing Persia milik korban belum diketahui keberadaannya. Informasi tersebut penting agar kabar mengenai kejadian ini tidak mencampuradukkan status pengamanan pria itu dengan hasil pencarian hewan yang masih belum ditemukan.
Peristiwa yang menjadi perhatian publik itu terjadi pada Selasa (13/10/2026), sekitar pukul 22.11 WIB, di Jalan Anggrek Raya, Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi. Rekaman kejadian kemudian beredar luas di media sosial dan memicu perhatian warga. Dalam perkembangan penanganannya, seorang pria berinisial HP diamankan untuk dimintai keterangan terkait dugaan membawa kucing Persia milik warga. Namun, hingga informasi ini disampaikan, keberadaan kucing tersebut belum ditemukan.
Dalam klarifikasi kepada polisi, HP mengaku merasa ketakutan setelah video yang merekam peristiwa itu tersebar luas di media sosial. Ia menyatakan berniat mengembalikan kucing tersebut kepada pemiliknya. Menurut pengakuan HP, saat dibawa menggunakan sepeda motor, kucing itu melompat dan terlepas. Keterangan tersebut menjadi bagian dari penjelasan yang disampaikan HP mengenai apa yang terjadi setelah ia membawa hewan itu dari lokasi.
Pengakuan itu belum dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai nasib maupun lokasi kucing. Polisi masih mendalami keterangan HP dan menelusuri rangkaian kejadian, termasuk mencari keberadaan hewan tersebut. Karena itu, pernyataan bahwa kucing melompat dan terlepas sejauh ini merupakan klaim HP, bukan temuan yang telah dikonfirmasi secara independen oleh petugas. Belum ada informasi yang memastikan kucing sudah kembali kepada pemilik atau ditemukan di lokasi tertentu.
Kasus ini menunjukkan pentingnya membedakan pengakuan pihak yang dimintai keterangan dan fakta yang telah diverifikasi dalam penyelidikan. Penyebaran rekaman di media sosial dapat membantu mendorong perhatian terhadap laporan, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan seluruh detail kejadian. Pemilik dan warga yang mengetahui keberadaan kucing dapat menyampaikan informasi kepada petugas agar pencarian berlangsung lebih terarah. Untuk sementara, kronologi mengenai kucing yang terlepas masih menunggu pendalaman polisi, sementara upaya menemukan hewan tersebut belum membuahkan kepastian.
Upaya pencarian kucing Persia milik korban masih berlanjut setelah petugas menerima informasi dari seorang guru sekolah dasar yang mengaku melihat seekor kucing di sekitar lingkungan sekolah. Keterangan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang ditelusuri untuk mengetahui apakah hewan yang terlihat itu benar kucing yang dilaporkan hilang. Menurut informasi awal, kucing tersebut sempat berada di area sekolah sebelum sejumlah siswa mengejarnya ke bagian belakang. Peristiwa itu belum memastikan keberadaan maupun kondisi kucing milik korban, sehingga petugas masih mengumpulkan keterangan dan mencocokkan informasi yang diterima.
Polisi telah menelusuri kawasan sekitar sekolah, termasuk bagian belakang yang disebut dalam keterangan saksi. Namun, hingga pencarian dilakukan, kucing tersebut belum berhasil ditemukan. Penelusuran di lokasi itu menjadi bagian dari upaya memastikan jalur yang mungkin dilalui hewan tersebut setelah terlihat oleh guru dan dikejar para siswa. Belum ada kepastian apakah kucing itu masih berada di sekitar sekolah atau telah berpindah ke kawasan lain. Karena itu, informasi mengenai titik terakhir kucing terlihat tetap penting untuk memperluas pencarian secara terarah.
Kepolisian juga masih meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk saksi yang menyampaikan informasi mengenai keberadaan kucing. Selain itu, petugas menelusuri pengakuan HP tentang lokasi terakhir hewan tersebut dengan memeriksa fakta secara objektif dan membandingkannya dengan keterangan lain. Langkah ini diperlukan agar setiap informasi yang beredar dapat dinilai berdasarkan hal-hal yang dapat diverifikasi, bukan sekadar dugaan. Sampai ada temuan yang memastikan keberadaan kucing, belum dapat disimpulkan bahwa hewan yang terlihat di sekolah adalah kucing milik korban. Pencarian dan pendalaman keterangan masih berlangsung, sementara status kucing tetap belum diketahui. Masyarakat yang memiliki informasi relevan diharapkan menyampaikannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti. Setiap petunjuk, termasuk waktu dan lokasi penampakan, dapat membantu mengarahkan pencarian tanpa mengabaikan pemeriksaan silang terhadap keterangan yang tersedia.
Kedua pihak yang terlibat dalam perselisihan terkait pria yang viral membawa kucing Persia di Bekasi telah sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Kesepakatan tersebut mengakhiri perselisihan di mereka, tetapi belum menjawab persoalan utama yang masih menjadi perhatian, yakni keberadaan kucing yang hingga kini belum ditemukan. Dalam penanganan perkara ini, polisi tetap berkoordinasi dengan pemilik hewan untuk membantu upaya pencarian. Penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuat pencarian dihentikan, sebab pemilik masih berharap kucing peliharaannya dapat segera diketahui keberadaannya dan kembali ke rumah. Polisi juga masih menindaklanjuti komunikasi mengenai informasi yang mungkin berguna bagi proses penelusuran di lapangan.
Verdika berharap masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi tentang kucing tersebut dapat menyampaikannya sehingga pencarian dapat terbantu. Informasi dari warga dinilai berpotensi memberi petunjuk mengenai keberadaan hewan itu dan mempercepat proses untuk mempertemukannya kembali dengan pemilik. Harapan tersebut disampaikan di tengah belum ditemukannya kucing Persia yang menjadi pokok perhatian dalam peristiwa ini. Meski kedua pihak sudah sepakat berdamai, pencarian tetap menjadi hal penting bagi pemilik. Koordinasi dengan kepolisian terus dilakukan untuk menindaklanjuti informasi yang masuk dan membantu upaya pencarian secara terarah. Dengan demikian, penyelesaian perselisihan tidak mengubah kebutuhan untuk memastikan keberadaan kucing tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa pengaduan mengenai kehilangan hewan peliharaan perlu ditanggapi secara sungguh-sungguh. Menurutnya, laporan semacam itu berkaitan dengan kepentingan pemilik dan tidak sepatutnya dipandang ringan hanya karena objek yang dilaporkan merupakan hewan. Ia juga menekankan pentingnya menghormati hak milik, termasuk kepemilikan atas hewan peliharaan, serta memperlakukan hewan dengan penuh tanggung jawab. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penanganan kasus ini, ketika kepolisian tetap berkoordinasi dengan pemilik untuk mendukung pencarian.












