Jakarta | Bek asal Serbia, Radovan Pankov, mendapat kepercayaan untuk memimpin Persija Jakarta sebagai kapten dalam dua pertandingan Super League 2026–2027. Kesempatan tersebut diberikan oleh pelatih Shin Tae-yong ketika kapten utama tim, Rizky Ridho, tidak tampil. Penunjukan itu membuat Pankov mengenakan ban kapten dan menjalankan tanggung jawab memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Kepercayaan tersebut menjadi momen penting bagi Pankov selama membela Persija. Sebagai pemain bertahan, ia biasanya berfokus menjaga lini belakang dan membantu tim menghadapi tekanan lawan. Dalam dua laga itu, perannya bertambah: ia juga dipercaya membawa tanggung jawab sebagai pemimpin tim. Ban kapten menjadi penanda tugas tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa staf pelatih memberikan mandat kepadanya saat Ridho tidak bermain.
Pankov pun menyambut kesempatan itu dengan rasa bangga. Memimpin Persija, klub dengan dukungan suporter yang besar, merupakan tanggung jawab yang berarti bagi seorang pemain. Namun, informasi mengenai penunjukan tersebut tetap berpusat pada dua pertandingan Super League dan kepercayaan yang diberikan Shin Tae-yong. Tidak ada alasan lain yang disebutkan terkait absennya Rizky Ridho, sehingga penunjukan Pankov dapat dijelaskan sesuai konteks yang tersedia.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kesiapan pemain untuk menjalankan peran berbeda sesuai kebutuhan tim. Saat kapten utama tidak tampil, Pankov dipercaya mengenakan ban dan memimpin Persija dalam pertandingan. Tanggung jawab sebagai kapten tidak mengubah posisinya sebagai bek, tetapi menambah dimensi kepemimpinan pada tugasnya di lapangan. Ia harus tetap menjalankan peran bermain sekaligus menjadi salah satu figur yang dapat diandalkan rekan setim.
Kepercayaan dalam dua laga tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan Pankov bersama Persija pada musim 2026–2027. Penunjukan itu memperlihatkan bagaimana kepemimpinan tim dapat dijalankan oleh pemain yang mendapat mandat pelatih, terutama ketika kapten utama tidak tampil. Bagi Pankov, kesempatan memimpin Persija merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang ia jalani di kompetisi Super League.
Pada pekan keenam Super League, Radovan Pankov dipercaya memimpin Persija Jakarta saat menjamu Arema FC pada 21 Oktober 2026. Ia mengenakan ban kapten sejak menit pertama, sehingga perannya sebagai pemimpin tim sudah terlihat sejak pertandingan dimulai. Penugasan tersebut menempatkan bek asal Serbia itu sebagai salah satu figur yang diandalkan Persija dalam laga kandang tersebut. Kepercayaan untuk memegang tanggung jawab kapten mencerminkan peran Pankov di dalam skuad, baik sebagai pemain yang menjalankan tugas di lapangan maupun sebagai pengarah rekan-rekannya selama pertandingan berlangsung.
Sebelumnya, pada 10 Oktober 2026, Pankov juga mengenakan ban kapten ketika Persija bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Dalam pertandingan tandang itu, ia menjalankan tugas sebagai kapten sejak menit pertama. Dengan demikian, tanggung jawab tersebut tidak hanya diberikan kepadanya saat Persija bermain di kandang, tetapi juga ketika tim menghadapi lawan di markas mereka. Dua kesempatan itu menunjukkan bahwa Pankov dipercaya memimpin dalam situasi pertandingan yang berbeda, yakni saat melawat ke Yogyakarta dan saat menjamu Arema FC.
Kedua laga tersebut berlangsung dalam rentang waktu sebelas hari pada kompetisi Super League. Pankov memulai masing-masing pertandingan dengan ban kapten, bukan mengambil alih tugas itu di tengah laga. Detail tersebut menegaskan bahwa ia telah ditunjuk untuk memimpin tim sejak awal dalam dua kesempatan tersebut. Bagi Persija, kehadiran seorang kapten sejak peluit pertama menjadi bagian dari struktur kepemimpinan di lapangan, sementara bagi Pankov, kepercayaan itu menghadirkan tanggung jawab untuk membantu menjaga komunikasi dan koordinasi tim. Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada 10 Oktober dan Arema FC pada 21 Oktober sama-sama menjadi momen ketika ia menjalankan peran tersebut. Tanpa mengubah konteks kedua pertandingan, urutan itu memperlihatkan konsistensi kepercayaan klub kepada Pankov sebagai kapten, baik dalam laga tandang maupun kandang pada musim Super League tersebut.
Peran Radovan Pankov di lapangan tidak berhenti pada tugas menjaga pertahanan Persija. Saat dipercaya memimpin tim dalam dua laga Super League, ia juga membantu memastikan organisasi permainan berjalan dengan baik. Tanggung jawab tersebut menuntutnya memahami situasi pertandingan, menjaga koordinasi antarpemain, dan menyampaikan arahan yang dibutuhkan rekan-rekannya. Dengan demikian, kepemimpinannya hadir bukan hanya ketika tim menghadapi serangan lawan, tetapi juga dalam upaya menjaga keteraturan permainan secara keseluruhan. Pankov menjalankan fungsi sebagai pemain bertahan sekaligus sosok yang membantu tim tetap terorganisasi di lapangan.
Dalam pertandingan, arahan dari seorang pemain dapat membantu rekan-rekannya membaca keadaan dan memahami peran masing-masing. Pankov turut memberi petunjuk kepada pemain lain, termasuk dalam menjaga susunan tim dan merespons perubahan situasi. Komunikasi semacam itu menjadi bagian penting dari tanggung jawabnya ketika mengenakan ban kapten. Ia perlu memastikan pesan tersampaikan dengan jelas, sementara permainan terus berlangsung dan keputusan harus dibuat dalam waktu singkat. Tugas ini melengkapi kontribusinya di lini belakang, serta menunjukkan bahwa kepercayaan untuk memimpin membawa kewajiban yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas pribadi.
Memikul tanggung jawab sebagai pemimpin bukan pengalaman yang sepenuhnya baru bagi Pankov. Sebelum mendapat kepercayaan untuk memimpin Persija dalam dua pertandingan tersebut, ia pernah menjalankan tanggung jawab serupa bersama tim sebelumnya. Pengalaman itu memberinya bekal untuk memahami tuntutan seorang pemimpin di lapangan, seperti membantu mengatur rekan, menjaga komunikasi, dan ikut mempertahankan keteraturan tim. Namun, kepercayaan yang diberikan Persija tetap memiliki arti tersendiri baginya. Dalam kesempatan ini, Pankov mengemban peran tersebut di lingkungan timnya saat ini, dengan fokus membantu rekan-rekan menjalani pertandingan dan menjaga organisasi permainan. Kepemimpinan itu berpadu dengan tugas utamanya di pertahanan, sekaligus memperlihatkan luasnya kontribusi yang diharapkan darinya selama berada di lapangan.
Penunjukan Radovan Pankov untuk memimpin Persija dalam dua laga Super League menjadi momen yang ia pandang dengan rasa bangga. Bagi bek asal Serbia tersebut, kepercayaan itu bukan sekadar kesempatan menjalankan peran di lapangan, melainkan juga tanda besarnya tanggung jawab yang harus dijaga. Ia memahami bahwa memimpin rekan-rekannya menuntut ketenangan, komunikasi, dan komitmen untuk membantu tim melewati pertandingan dengan sebaik mungkin.
Pankov menyebut tugas tersebut sebagai kehormatan besar sekaligus tanggung jawab besar. Meski demikian, situasi memimpin tim bukan hal yang sepenuhnya baru baginya. Pengalaman sebelumnya membuatnya memahami apa yang diperlukan ketika seorang pemain dipercaya menjadi pemimpin, termasuk memberi contoh melalui sikap dan menjaga kebersamaan di dalam skuad. Karena itu, ia menerima penunjukan tersebut dengan kesadaran atas tuntutan yang menyertainya, bukan semata-mata sebagai sebuah kebanggaan pribadi.
Kepercayaan dari Persija terasa istimewa karena klub ini memiliki arti besar bagi Pankov. Persija merupakan klub asal Jakarta, kota yang menjadi rumah bagi tim dan pendukungnya. Ikatan dengan klub serta kota tersebut membuat kesempatan mengenakan tanggung jawab sebagai pemimpin memiliki nilai emosional tersendiri. Ia tidak hanya menjalankan tugas untuk dua pertandingan, tetapi juga membawa nama klub yang penting baginya. Kebanggaan itu hadir bersama tekad untuk menghormati kepercayaan yang telah diberikan.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Pankov menyampaikan bahwa penunjukan tersebut merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar baginya, walaupun bukan pengalaman yang sama sekali baru. Ia juga menegaskan kebanggaan khusus karena kesempatan itu datang bersama Persija, klub asal Jakarta yang berarti besar baginya.
Baca juga: Duel Seru: Persija vs Persib di Super League 2026/2027 | Pekan Ketiga BRI Super League 2026/2027: Pertandingan yang Dinanti | Menelusuri Kasus Ancaman Terhadap Victor Dethan Si Pemain Persija












