banner 728x250

PGRI Probolinggo Gelar Konkab 2025, Perkuat Soliditas dan Pendidikan

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo menggelar Konferensi Kabupaten (Konkab) masa bakti XXIII tahun 2025 di ruang pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (21/6/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Soliditas dan Solidaritas Melalui Kompetensi Anggota yang Berkualitas” dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Umum PGRI Jawa Timur, Mashuri; Bendahara Umum PGRI Jawa Timur, Endang Pudyasrini; Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Asim; Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo, Ellyzabeth Evelyn; serta Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo, Siti Aisah.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Kepala Disdikdaya Dwijoko Nurjayadi bersama Sekretaris PGRI Jawa Timur Mashuri dan Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo menyerahkan piagam penghargaan kepada PC PGRI Kecamatan Tongas, Kuripan, dan Krejengan atas partisipasi terbaik dalam Gerbang Guru (Gerakan Bangun Gedung Guru). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi nyata para guru dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo masa bakti 2020-2025, Asim, menegaskan bahwa Konkab adalah forum tertinggi organisasi PGRI di tingkat kabupaten yang membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan lima tahun terakhir sekaligus merumuskan program kerja lima tahun ke depan. “Ini merupakan akhir masa jabatan kami dan kami berharap pengurus baru nanti mampu membawa PGRI lebih maju dan bermanfaat bagi pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Selain evaluasi dan laporan pertanggungjawaban, agenda utama Konkab adalah pemilihan pengurus baru periode 2025-2030. Asim berharap pengurus terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di daerah.

Sekretaris Umum PGRI Jawa Timur, Mashuri, juga memberikan apresiasi terhadap pengurus PGRI Kabupaten Probolinggo masa bakti 2020-2025 yang aktif berkontribusi dalam kegiatan tingkat provinsi. Ia menyampaikan harapan agar pembangunan kantor sekretariat PGRI Kabupaten Probolinggo segera direalisasikan, mengingat saat ini dari seluruh PGRI kabupaten/kota di Jawa Timur, hanya Probolinggo yang belum memiliki kantor sekretariat.

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, menegaskan bahwa Konkab adalah forum strategis untuk mengevaluasi program kerja serta menetapkan kepengurusan baru yang profesional. “PGRI telah memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan hak-hak pendidik di Kabupaten Probolinggo. Sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah harus terus diperkuat, terutama dalam perumusan kebijakan pendidikan,” katanya.

Dwijoko menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kualitas pendidikan. Ia berharap proses Konkab berlangsung demokratis, transparan, dan bertanggung jawab. Selain itu, ia menginginkan PGRI dapat berkolaborasi dengan program pemerintah daerah, seperti SAE Pendidikan, untuk meningkatkan indeks pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, akselerasi peningkatan indeks pendidikan di Kabupaten Probolinggo bisa lebih cepat. Saya yakin jika PGRI dan jajaran pendidik di semua tingkat satuan pendidikan dapat bekerja sama,” ujarnya.

Dwijoko juga mengingatkan pentingnya PGRI memiliki identitas yang jelas melalui keberadaan kantor sekretariat. Walaupun lahan dan peletakan batu pertama telah dilakukan, pembangunan kantor sekretariat PGRI belum terealisasi secara penuh. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

“Dengan dukungan dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, kami berharap pembangunan kantor sekretariat PGRI Kabupaten Probolinggo dapat segera terwujud,” pungkasnya.

(Bambang/*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan