banner 728x250

Panen Raya di Rutan Kraksaan, Pembinaan Warga Binaan Sejalan Agenda Ketahanan Pangan Presiden

Panen Raya di Rutan Kraksaan, Pembinaan Warga Binaan Sejalan Agenda Ketahanan Pangan Presiden
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menggelar panen raya serentak bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan konkret jajaran pemasyarakatan terhadap program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Panen raya tersebut menghasilkan komoditas pertanian berupa sawi dan kacang panjang yang dibudidayakan langsung oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga panen, dilakukan secara bertahap dengan pendampingan petugas pemasyarakatan.

banner 325x300

Program pertanian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan produktif yang dirancang tidak hanya untuk mengisi waktu pembinaan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pemasyarakatan didorong menjadi bagian dari solusi atas tantangan pangan nasional.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan disusun agar selaras dengan pembinaan kemandirian warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak boleh bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

“Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, warga binaan mendapatkan pelatihan, pemberdayaan, dan bekal keterampilan. Di sisi lain, pemasyarakatan ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto,” ujar Agus.

Ia menambahkan, keterlibatan lembaga pemasyarakatan dalam sektor pangan menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan dapat diarahkan menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi dan sosial, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa panen raya serentak menjadi bukti keberhasilan pembinaan berkelanjutan yang selama ini dijalankan. Menurutnya, hasil panen bukan sekadar produk pertanian, tetapi juga cerminan dari proses pembentukan karakter warga binaan.

“Panen raya ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten. Kegiatan pertanian melatih kedisiplinan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab warga binaan. Ini adalah bagian dari upaya kami menyiapkan mereka agar siap kembali ke masyarakat,” kata Galih.

Galih menjelaskan, lahan pertanian di dalam Rutan Kraksaan dimanfaatkan secara optimal dengan menyesuaikan kondisi dan keterbatasan ruang. Program ini dirancang berkelanjutan dan melibatkan warga binaan secara aktif, sehingga mereka tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga subjek yang berperan langsung dalam kegiatan produktif.

Lebih lanjut, hasil pertanian yang dipanen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal rutan, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan dalam skala yang lebih luas. Ke depan, Rutan Kraksaan berencana mengembangkan variasi komoditas pertanian dan memperluas pola pembinaan berbasis keterampilan.

“Dengan keberlanjutan program ini, kami optimistis Rutan Kraksaan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus berkontribusi aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkas Galih.

Melalui panen raya serentak ini, pemasyarakatan menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan dapat berjalan seiring dengan agenda pembangunan nasional, sekaligus memperkuat paradigma pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada masa depan.

(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *