Probolinggo – Di tengah perjuangan warga menghadapi sisa-sisa luapan banjir yang merendam permukiman, aksi kemanusiaan hadir membawa harapan. Keluarga Besar Pondok Pesantren Islam (PPI) Al-Habib Muhammad Shodiq Brani Kulon membagikan makanan sahur kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (23/2/2026) dini hari.
Banjir yang melanda wilayah Kraksaan pada Sabtu malam dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak sore hingga malam hari. Air meluap dan menggenangi sejumlah rumah warga, menyebabkan dapur dan peralatan memasak terendam. Sebagian warga bahkan masih berjibaku membersihkan lumpur dan sisa genangan air hingga menjelang waktu sahur.
Kondisi tersebut membuat banyak keluarga kesulitan menyiapkan santap sahur. Melihat situasi itu, jajaran pengasuh, santri, dan relawan PPI Al-Habib Muhammad Shodiq Brani Kulon bergerak cepat menyalurkan paket makanan siap saji secara door to door ke rumah-rumah warga terdampak.
Para relawan tampak menyusuri gang-gang permukiman yang masih basah dan berlumpur. Dengan membawa kotak-kotak makanan, mereka memastikan bantuan tiba sebelum waktu imsak, agar warga tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah dengan layak.
Salah satu warga Kraksaan mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan sahur tersebut. “Kami sangat terbantu. Saat kondisi rumah masih berantakan karena banjir, bantuan sahur ini sangat berarti bagi kami yang sedang menjalankan puasa,” ujarnya.
Pihak pesantren menyatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari pengamalan nilai-nilai Ramadhan sebagai bulan berbagi dan memperkuat solidaritas. Selain membantu kebutuhan konsumsi, kehadiran langsung para relawan di tengah warga juga diharapkan mampu memberi semangat dan dukungan moril bagi para korban banjir.
Aksi ini sekaligus menjadi wujud peran pesantren sebagai bagian dari elemen masyarakat yang responsif terhadap kondisi darurat. Tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, pesantren juga hadir dalam kerja-kerja kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi bencana.
Diharapkan, langkah yang dilakukan Keluarga Besar PPI Al-Habib Muhammad Shodiq Brani Kulon dapat menginspirasi berbagai pihak—baik lembaga pendidikan, organisasi sosial, maupun dunia usaha—untuk turut serta membantu pemulihan pascabanjir di Kraksaan, baik dalam bentuk logistik, tenaga, maupun dukungan lainnya.
Upaya gotong royong dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan kondisi warga, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.
(Bambang)







