Probolinggo – Aparat pemerintah daerah bergerak cepat menangani musibah kebakaran yang melanda Dusun Togur, Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (20/2/2026) petang. Sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Tiris memastikan bantuan segera tersalurkan kepada warga terdampak.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.15 WIB dan menghanguskan dua rumah milik Asmawati dan Sukir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, api dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bangunan rumah warga. Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sebelum petugas datang ke lokasi. Situasi berhasil dikendalikan setelah api tidak lagi merambat ke bangunan lain.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim dari BPBD Kabupaten Probolinggo langsung melakukan penanganan darurat, termasuk asesmen awal terhadap dampak kebakaran. Selain itu, petugas melakukan pendataan kerusakan untuk memastikan kebutuhan mendesak para korban dapat segera dipenuhi.
Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo turut melakukan asesmen sosial dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, perlengkapan tidur, dan kebutuhan logistik lainnya guna meringankan beban keluarga terdampak.
Sementara itu, unsur Forkopimka Tiris hadir di lokasi untuk memastikan keamanan lingkungan tetap kondusif serta mendampingi proses koordinasi lintas instansi. Kehadiran aparat kecamatan dan unsur terkait juga bertujuan memberikan dukungan moril kepada korban.
Penjabat Kepala Desa Tegalwatu, Supardi, mengapresiasi langkah cepat lintas instansi dalam merespons musibah tersebut. Ia menilai kolaborasi yang terjalin menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat menghadapi bencana.
“Respons cepat dari BPBD, Dinas Sosial, dan Forkopimka Tiris sangat membantu warga kami yang terdampak. Sinergi seperti ini membuat masyarakat merasa tidak sendiri saat menghadapi musibah,” ujar Supardi.
Ia berharap proses pemulihan pascakebakaran dapat berjalan lancar dan para korban segera mendapatkan tempat tinggal yang layak. Pemerintah desa, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung upaya pemulihan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa terulang.
Melalui sinergi yang terbangun antara BPBD, Dinsos, dan Forkopimka Tiris, penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons tanggap bencana demi melindungi masyarakat.
(Bambang)







