Mandailing Natal, Sumatera Utara (investigasi88.com) — Aksi pembakaran Kantor Polsek Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Sabtu, 20 Desember 2025, menjadi cermin memanasnya ketegangan antara warga dan aparat penegak hukum, menyusul beredarnya isu penanganan kasus narkotika yang dinilai tidak transparan oleh masyarakat.
Insiden tersebut terjadi setelah beredar informasi di tengah warga mengenai seorang terduga pelaku narkoba yang sebelumnya diamankan, namun kemudian disebut-sebut tidak lagi berada dalam penguasaan aparat. Informasi itu memicu kekecewaan mendalam, terutama di kalangan warga Desa Singkuang, yang selama ini mengaku resah terhadap peredaran narkoba di wilayah mereka.
Kekecewaan tersebut berujung pada aksi massa yang tidak terkendali. Sejumlah warga mendatangi Mapolsek Muara Batang Gadis, melakukan perusakan fasilitas, hingga membakar sebagian bangunan kantor kepolisian. Beberapa kendaraan dinas turut mengalami kerusakan. Aparat yang berjaga dilaporkan memilih mengamankan diri untuk menghindari eskalasi konflik.
Kepolisian membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan menyeluruh, baik terkait aksi pembakaran maupun informasi yang berkembang mengenai penanganan perkara narkotika yang menjadi pemicu kemarahan warga.
“Kami sedang mendalami secara komprehensif kronologi kejadian, termasuk informasi yang beredar di masyarakat. Semua akan ditangani sesuai prosedur dan ketentuan hukum,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Polda Sumut menegaskan tidak akan membenarkan aksi perusakan dan pembakaran fasilitas negara dalam bentuk apa pun. Namun demikian, kepolisian juga menyatakan terbuka untuk melakukan evaluasi internal apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam penanganan perkara yang dipersoalkan masyarakat.
Akibat kejadian tersebut, operasional Polsek Muara Batang Gadis sementara terganggu. Untuk menjaga stabilitas keamanan, Polda Sumut menurunkan personel tambahan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat guna meredam ketegangan dan memulihkan kepercayaan publik.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya komunikasi yang terbuka dan penegakan hukum yang transparan, khususnya dalam penanganan kasus narkotika yang menyentuh langsung rasa keadilan masyarakat. Kepolisian mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga kini, aparat masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran, sembari memastikan proses hukum berjalan secara objektif dan akuntabel. (Edi D/Red/*)







